Kompetisi

Entah kenapa, sejak kecil saya ini tidak terlalu suka mengikuti kompetisi. Mungkin karena takut kalah kali, ya.

Bagi saya, semua kegiatan yang awalnya menyenangkan, berubah jadi tidak menyenangkan jika dibentuk dalam format kompetisi.

Misalnya, futsal itu menyenangkan jika hanya dijadikan ajang untuk bersenang-senang. Tapi kalau sudah dijadikan kompetisi, saya jadi tidak bisa menikmatinya. Begitu pula dengan permainan atau olahraga lain, seperti bulu tangkis, renang, lari, dan sebagainya.

Saya suka menulis. Tapi kalau disuruh untuk mengikuti lomba menulis, saya jadi malas, terlebih untuk lomba yang prestisius.

Cemen, ya?

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita bisa mendapatkan banyak hal positif dengan mengikuti kompetisi. Ada semacam daya dorong khusus yang membuat kita terpacu untuk melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, dan kemudian menghasilkan karya yang luar biasa.

Tanpa daya dorong itu, mungkin kita hanya mampu menghasilkan karya yang biasa-biasa saja.

Jika kita berhasil menjadi pemenang, tentu kita senang bukan kepalang. Tapi kalau pun kalah, mungkin masih lebih baik daripada tidak berkompetisi sama sekali.

Paling tidak kita bisa mendapatkan pengalaman berharga. Pelajaran hidup yang tidak setiap saat bisa kita dapatkan.

Saya perhatikan, ada banyak orang yang berhasil mencapai taraf hidup yang lebih baik setelah mengikuti kompetisi.

Misalnya salah satu teman saya. Ia sering terlibat penelitian bersama dosen dengan bayaran yang sangat lumayan. Ia cukup beruntung, sebab banyak temannya yang juga ingin sepertinya, tapi tidak berhasil diterima.

“Sebenarnya aku nggak pinter-pinter banget kok, Dit,” jelas teman saya, suatu ketika.

“Ah, merendah kamu, Bro,” saya menyahut. “Kalau nggak pinter, kamu nggak bakal bisa jadi anggota tim itu lah.”

Teman saya menyeruput es tehnya sejenak, lantas berkata, “Itu karena dulu aku pernah ikut lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional, Bro. Padahal aku nggak juara, cuma dapat peringkat enam.”

“Terus?” saya penasaran.

“Nah, rupanya dosenku sangat menghargai karya tulis dan keikutsertaanku dalam lomba itu,” jelasnya. “Beliau kemudian mengajakku untuk garap proyek penelitian dari kementerian. Eh, akhirnya keterusan sampai sekarang.”

………..

Contoh lain orang yang semakin maju setelah mengikuti kompetisi adalah para peserta stand up comedy Indonesia (SUCI). Kini sebagian besar di antara mereka sering muncul di televisi. Mereka berhasil meraih kesempatan untuk turut mengais rezeki di dunia hiburan.

Dulu saya pernah berbincang-bincang dengan Bene Dion, peringkat kelima SUCI musim ketiga. Sebelumnya dia adalah mahasiswa kere yang harus pintar-pintar melakukan pengiritan. Namun setelah mengikuti SUCI 3, hidupnya berubah (padahal tidak juara). Ia tidak perlu pinjam-pinjam uang lagi, dan bahkan sekarang bisa gantian membantu teman-temannya.

Begitulah, terlepas dari menang atau kalah, kompetisi bisa membuat kita naik kelas, membuat kita jadi lebih maju.

Kenapa begitu?

Karena dengan mengikuti kompetisi, kita akan terhubung dengan berbagai kesempatan besar yang sebelumnya sama sekali tidak kita sangka-sangka.

Well, sepertinya saya harus lebih sering mengikuti kompetisi.

24 Responses to “Kompetisi”


  1. 1 aqied June 12, 2014 at 11:07 pm

    aku jg gak jago kompetisi, mas.
    dasarnya pemalas mgkn aku

  2. 3 ALVI ALEVI June 13, 2014 at 9:04 am

    Dari awal proses pembuatan manusiapun sebenarnya itu sudah kompetisi? hehe..
    Karena kompetisi maka kita ada didunia ini..
    Makin kita sering berkompetisi kita makin diakui di dunia ini..

  3. 6 ysalma June 13, 2014 at 12:51 pm

    setelah membaca tulisan ini, saya jadi semangat untuk turut serta dalam kompetisi nih.
    kalau saya bukan takut kalah atau menangnya, tapi males nyiapin bahannya *gimana mau maju, duh.

  4. 8 Beby June 13, 2014 at 1:44 pm

    Aku juga ngga terlalu suka kompetisi, Bang.. Aku ngga demen bersaing. Bahahah..😀

  5. 10 Pendar Bintang June 13, 2014 at 2:27 pm

    Aku jg gak jago….tapi aku suka kompetisi, dr jaman sekolah nilai bs tinggi kalau ada kompetisi hanya saja keadaan kdg. suka tantangan gitu aja, sih…he he he

  6. 12 Erit07 June 13, 2014 at 2:41 pm

    Kdang malu kalau kalah…

  7. 14 Chandra Iman June 13, 2014 at 4:43 pm

    saya kira kita sudah berkompetisi mungkin tanpa kita sadari, misalnya kompetisi siap yang paling dahulu datang ke kantin untuk makan, jika kita telat bisa-bisa kehabisa, masih banyak contoh lainnya🙂 ima kasih sudah mengingatkan🙂

  8. 16 Ririn Setia June 13, 2014 at 8:03 pm

    kalau mau ikut kompetsi harus siap menang dan siap kalah ya mas. Ini yang harus diperhatikan oleh kita semua. Sehingga bisa membuat kompetisi yang fair😉

  9. 18 nuellubis June 16, 2014 at 9:40 am

    Asal dijalaninya dengan sportif yak?😛

  10. 20 Kimi June 16, 2014 at 12:35 pm

    Waktu masih aktif futsal di kampus, aku sering ikut kompetisi. Menyenangkan sebenarnya. Karena mengikuti kompetisi (dalam hal ini pertandingan olahraga) membuat aku jadi punya target yang ingin dicapai, yakni juara. Untuk ke situ ya harus disiplin latihan. Tidak cuma itu, kompetisi bisa melatih kita untuk jujur dan sportif.

  11. 22 mawi wijna June 16, 2014 at 4:09 pm

    Pas jamanku muda dulu kalau ogah berkompetisi tapi pingin prestasi bisa minta tolong sama joki…


  1. 1 Menentukan Pilihan | Catatan gado-gado Trackback on July 5, 2014 at 4:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: