Dream Book

Kata orang, kalau kita punya keinginan atau impian, maka sebaiknya kita menuliskannya ke dalam sebuah buku –disebut dengan dream book. Hal ini konon akan membantu kita mewujudkan impian itu, dengan berdasarkan prinsip Law of Attraction. Banyak yang percaya, dan memang tidak ada salahnya percaya.

Saya sendiri pernah menuliskan beberapa impian saya ke dalam sebuah buku. Tapi, buku itu bukan dream book, melainkan buku catatan biasa. Dan ketika itu saya iseng saja menuliskannya.

Beberapa bulan kemudian, saya menemukan tulisan itu tanpa sengaja. Wih, rupanya ada beberapa impian saya yang benar-benar terwujud, salah satunya adalah menerbitkan buku. Padahal, ketika menuliskan mimpi-mimpi itu, saya sama sekali belum tahu cara meraihnya.

Oh iya, saya tidak akan menampilkan foto tulisan itu di sini. Sebab, ada beberapa hal yang saya rahasiakan, dan saya malu jika teman-teman mengetahuinya. Di dalam daftar itu saya menulis bahwa saya ingin menikah dengan Herfiza Novianti atau Natasha Rizki. Namun, keinginan itu pupus, sebab mereka kini sudah menjadi istri orang.

Itu rahasia, dan saya tidak akan membiarkan teman-teman membacanya di dalam dream book saya.

Begitulah, tidak semua impian yang kita tulis bisa terwujud. Sebab, bukan tulisan itu yang membuat kita berhasil meraih impian, melainkan usaha yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Selebihnya, Tuhan yang memutuskan.

Bagi orang yang sangat percaya dengan Law of Attraction, dream book menjadi sesuatu yang sangat penting. Dream book akan menambah rasa percaya diri mereka dalam mengejar impian. Lagi pula, menulis impian konon bisa membuat kita semakin fokus terhadap impian itu. Dan kata Mitch Sala, “If you work and stay focused on your dreams, your success is 100% predictable“.

Namun, saya sendiri lebih menempatkan dream book sebagai permainan saja. Saya tidak mau terlalu percaya dengan Law of Attraction. Prinsip ini menyatakan, “Be careful what you focus on, what you ask for, for you just may get it. Be sure you really want what you are focused on”. Makanya Rhonda Byrne dalam bukunya —The Secret- mendorong kita untuk selalu berpikir positif.

Masalahnya, saya ini terlalu sering memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk, dan saya kesulitan menghindarinya. Sepertinya ini sudah menjadi default otak saya.

Jadi jika saya mempercayai Law of Attraction sepenuhnya, saya khawatir hukum ini akan benar-benar bekerja dalam diri saya. Itu berarti kemungkinan-kemungkinan buruk yang sering saya pikirkan bisa benar-benar terjadi. Well, itu terlalu mengerikan.

Memikirkan kemungkinan buruk memang cukup penting, namun menjadi tidak baik bila dilakukan terlalu sering. Nanti jika saya bisa mengurangi kebiasaan ini, pada saat itulah saya akan mempercayai Law of Attraction sepenuhnya.

23 Responses to “Dream Book”


  1. 1 mawi wijna April 24, 2014 at 11:53 am

    klo pingin nikah sama Herfiza Novianti atau Natasha Rizki minimal tahu nomer hapenya dulu lah, trus bagi2 dimari #eh?

  2. 3 Chandra Iman April 24, 2014 at 11:57 am

    nice bro, coba pikirin yang baik-baik dan pakai LOA🙂

  3. 5 Pypy April 24, 2014 at 12:13 pm

    Betul, makanya selalu berpikiran positif yah.. Maka yg mendekati juga yg baik2..😀 herfiza? foto2 ma suaminya kece2 tuh di ig..haha :p

  4. 7 Vicky Laurentina April 24, 2014 at 12:58 pm

    Saya ini jarang nonton tivi, jadi saya nggak tahu siapa itu Herfiza Nofianti atau Natasha Rizki. Saya sampai harus googling dulu untuk tahu siapa mereka itu. Saya sampai ngira mereka berdua itu anak Jogja yang dulu mungkin pernah satu SMA sama kamu, Dit..😀

    Saya nggak nulis dream book, karena saya penganut cinta lingkungan yang meminimalisir penggunaan kertas. Saya nulis dream blog aja..🙂

  5. 9 ysalma April 24, 2014 at 2:13 pm

    pikiran negatif di reset aja,
    positif baru dijadikan default,
    cewek-cewek yang ditulis di dream book tapi sudah menikah kan pada masih muda,
    masih punya kesempatanlah, jodoh sapa tau😀

  6. 11 pursuingmydreams April 24, 2014 at 2:14 pm

    Kalau dulu aku nulisnya di “kertas impian”, secarik kertas tsb ku selipkan di dalam dompet. Hal-hal yg sdh tercapai kutulis tglnya. Bayank daftar tsb yg aneh dalam arti kata impian terlalu jauh, misalnya pengen jalan2 ke LN, pengen tinggal di Ln😀 (mimpi kali ye). Ternyata satu persatu terwujud😉 .

  7. 13 Nunu El Fasa April 24, 2014 at 7:35 pm

    Saya termasuk yang menuliskan mimpi saya dalam dream book. Alhand juga terwujud mas hehehe

  8. 15 mila said April 25, 2014 at 10:00 am

    tenang bro, peribahasan msh banyak ikan dilaut kalo yg dua udah nikah wkwkwkwk..

  9. 17 nyapurnama April 25, 2014 at 11:33 am

    buat sebagian orang nulis dream book lumayan efektif juga kali yah, soalnya biar jadi reminder supaya kita ga lupa sama mimpi-mimpi kita, dan makin semangat mewujudkannya *ciyeeh..*😀

  10. 19 kevinchoc April 26, 2014 at 9:07 pm

    Gue juga selalu berpikir kemungkinan terburuk sebelum melakukan sesuatu. Soalnya kalo terlalu berekspektasi tinggi dan kenyataannya nggak sesuai, nyeseknya bukan main.

  11. 21 Kisah Foto April 27, 2014 at 3:02 pm

    Wah saya dulu pas jaman kuliah suka nulis semacam dreaam book juga pake MS One Note😀


  1. 1 Ingin Menang & Takut Kalah | Catatan gado-gado Trackback on June 2, 2014 at 9:28 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: