Resepsi

Duh. Akhir-akhir ini saya sering uring-uringan. Habis pikiran saya sering teralihkan pada hal-hal yang bikin gelisah. Kalau sudah begitu, saya perlu menuliskannya supaya jadi lebih lega.

Baiklah, kini —seperti biasanya– saya mau cerita yang ringan-ringan saja. Jadi beberapa hari yang lalu saya iseng buka album foto di Facebook. Di situ ada beberapa foto ketika saya sedang menghadiri resepsi pernikahan teman. Saat melihatnya, saya agak terkejut.

Foto-foto itu menampilkan 4 acara resepsi yang berbeda. Tapi, ada satu kesamaan pada semua foto itu, yakni pakaian yang saya kenakan sama!😯

Ya, saya ulangi lagi, saya memakai pakaian yang sama dalam 4 acara resepsi tersebut. Dan saya baru menyadarinya sekarang setelah melihat foto-foto itu.😆

Saya baru sadar, rupanya selama ini saya cuma punya satu setel “pakaian pesta”. Saya mengandalkannya untuk datang ke acara resepsi pernikahan. Itu pun sangat sederhana, hanya baju batik lengan panjang yang harganya mahal dan celana kain hitam.

Selama ini saya memang belum berminat untuk menambah koleksi pakaian itu lagi, sebab pada dasarnya saya kurang antusias dengan resepsi pernikahan. Ada beberapa hal yang membuatnya begitu.

Pertama, persiapan untuk datang ke acara resepsi pernikahan itu ribet. Mungkin karena ini juga saya memilih untuk nggak punya banyak koleksi pakaian resepsi —bahkan cuma punya satu setel!

Kalau saya punya banyak koleksi pakaian pesta, bisa jadi persiapannya bakal lebih ribet lagi. Mungkin saya akan bingung mau memakai pakaian yang mana. Nah, kalau cuma punya satu atau dua, pastinya saya nggak perlu bingung.😀

Kedua, di acara resepsi pernikahan, saya akan berjumpa dengan berbagai teman, termasuk teman yang kenal, tapi juga nggak terlalu kenal. Kepada mereka ini, tentu saya harus berbasa-basi. Padahal, saya kurang pandai melakukannya.

Dua hal ini yang membuat saya kurang berminat dengan acara resepsi pernikahan. Oh iya, kecuali acara makan-makannya tentu saja.😀

Btw, kalau cuma punya satu setel pakaian pesta, rasanya kok sudah keterlaluan, ya.😆 Makanya saya berencana untuk menambahnya lagi, mungkin satu atau dua.

Saya nggak mau ketika saya sedang nostalgia bersama teman-teman dengan melihat album foto, kami menyadari bahwa saya hanya memakai pakaian yang itu-itu saja dalam berbagai acara resepsi pernikahan.

Well, rasanya itu mengerikan.😆

36 Responses to “Resepsi”


  1. 1 catatanrinagahayu March 31, 2014 at 9:19 am

    aku rapopo#hehe

  2. 3 Kimi March 31, 2014 at 10:01 am

    Kalau cowok mah kagak ribet. Kalau cewek baru tuh ribet. Dandan, ke salon, milih2 baju. Belum lagi kalau bajunya yang ribet. Btw, pakaian pesta saya juga gak banyak. Jadi, kalau lagi banyak undangan pesta, ya terpaksa saya pake bajunya ganti-gantian. Pesta minggu ini pake baju A, minggu depan baju B, minggu depannya lagi pake baju A, ya gitu aja terus.😆

  3. 5 aqied March 31, 2014 at 10:39 am

    Kalo aku juga uda di 3 resepsi terakhir ini bajunya sama. Siasatnya kerudungnya beda beda semua di tiga tempat. Kadang ganti rok nya.
    Saya jg males sih mikir pake baju apa ke resepsi mana. Yg di gedung, di kampung, mesti ada yg dipikirin. Huft

  4. 8 dihas March 31, 2014 at 2:55 pm

    acara resepsi emang yang paling ditunggu adalah mencicipi makanan….😛

  5. 10 Nunu El Fasa April 1, 2014 at 6:34 am

    Dan orangnya tetap sama dengan status sama nggak? Coba tuh kalau ada ehem-ehem pasti ada yang merhatiin wardrobenya hehhehe

  6. 12 nuel April 1, 2014 at 8:56 am

    Kalau aku mah cenderung cuek dalam hal berpakaian. Pergi ke gereja aja seringnya make baju yang itu-itu aja, Mas. Apalagi ke resepsi.. LOL. Yang penting sih nyaman aja.

  7. 14 Chandra Iman April 1, 2014 at 9:15 am

    baju sama tidak apa-apa, asal jangan di foto saja, supaya tidak ada bukti :p

  8. 16 ysalma April 1, 2014 at 9:41 am

    Bajunya boleh tetap sama,
    semangat yang dibungkus baju itu saat datang ke pesta, kan beda-beda *termasuk gandengannya😀

  9. 18 cepy April 1, 2014 at 9:48 am

    hahaha saya lebih parah. batik gak ada yang bener: yang satu bolong keteknya, yang satu kerahnya sobek, yang satu lagi masih berbentuk kain alias belum dijahit😀

    gak masalah sih, soalnya terakhir kali ke undangan pernikahan, sepertinya lebih dari dua tahun lalu. males banget soalnya kalo ke resepsian itu, seringnya malah jadi ajang pamer wawasan, pakaian, pencapaian, hingga pamer pasangan hihihi

  10. 20 rangga fahrian April 1, 2014 at 1:22 pm

    makan gratis, pokoknya semangat deh..

  11. 22 annosmile April 1, 2014 at 8:58 pm

    tinggal pede atau enggak aja broo..
    hehe..aku juga pernah kayak gitu..karena pas itu baju yang lain belum sempet dicuci😐

  12. 24 kevinchoc April 1, 2014 at 10:58 pm

    Bagian yang menyenangkan dari resepsi pernikahan ya itu. Makan-makan.😀

  13. 26 cumilebay.com April 1, 2014 at 11:17 pm

    Kondangan ngak mesti pake batik sech, yang penting rapi🙂 Kayak nya gw mesti buka lemari + foto2 nich jangan2 sama juga cuman 1 baju hehehe

  14. 28 Vicky Laurentina April 2, 2014 at 12:34 pm

    Sebetulnya cowok itu nggak usah punya banyak-banyak baju lho. Karena toh memang nggak ada yang merhatiin. Brad Pitt aja kalo ke pesta bajunya ya itu-itu terus, jas itu lagi, jas itu lagi. Nggak ada ceritanya dia ke Academy Awards pake jas warna merah, lain waktu dia ke Golden Globe Awards pake jas warna ijo.. Nggak mungkin kan?

    Kalo ke pesta ya ke pesta aja. Salaman sama tuan rumahnya, terus makan-makan. Basa-basi sama sesama tamu? Itu pilihan. Toh pembicaraannya juga nggak pernah pindah-pindah dari topik “Apa kabar?” atau “Jogja sekarang ujan ya?” Taruhan yang nanya juga nggak pernah inget dia dijawab dengan jawaban apa.

  15. 30 Alan Tirta April 2, 2014 at 4:24 pm

    gk papa mas yang penting exis

  16. 32 Pypy April 4, 2014 at 4:13 pm

    Harusnya mah cowo ga ribet dah Dit :p Kalo saya yg dasarnya ga suka beli baju, kondangan jadi alasan yg tepat beli baju baru. Makanya belinya baju yg abis dipake kondangan bisa dipake lagi ke kantor misalnya.

  17. 34 presyl April 13, 2014 at 10:39 am

    cewek yg ribet karena ga mau pake baju sama di kondangan, klo mau sama harus ada jeda sekitar beberapa bulan dulu.
    sediain aja 1 jas, tinggal sediain kemeja yg agak banyakan. mau jas atau celana-nya itu itu lagi juga ga ada yang sadar

  18. 35 mahawati April 15, 2014 at 8:27 pm

    inilah saatnya sya berkata “enaknya jadi cowok”


  1. 1 Prasmanan | Catatan gado-gado Trackback on April 16, 2014 at 11:45 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: