Arisan

Arisan biasanya diadakan oleh orang-orang yang tergabung dalam kelompok status tertentu, namun jarang bertemu. Misalnya adalah arisan keluarga, arisan teman SMA, arisan teman kuliah, dan sebagainya.

Pada dasarnya, tujuan dari diadakannya arisan adalah sebagai ajang silaturahmi. Tapi sepertinya arisan yang diadakan oleh teman-teman kantor saya agak berbeda. Sebab, tanpa arisan pun sebenarnya kami sudah hampir setiap hari bersilaturahmi, mengingat kami bekerja di bangunan yang sama, hehe….

Hmmm…. arisan di kantor saya rasanya lebih tepat disebut sebagai ajang untuk menabung.

Tiap awal bulan, kami menyetor uang sejumlah tertentu ke bendahara, dan kemudian mengundi nama. Uang arisan akan langsung diberikan kepada teman yang namanya keluar dalam undian.

Kalau di arisan lain, mungkin uang itu bisa berkurang karena digunakan untuk biaya konsumsi. Tapi, di kantor saya nggak. Uangnya arisannya utuh, sebab nggak ada acara kumpul-kumpul. Jadi kita benar-benar seperti sedang menabung.

Pada awal-awal pelaksanaan arisan, saya selalu berharap nama saya bisa keluar dalam undian. Saya sudah membayangkan benda-benda apa saja yang mau saya beli dengan uang arisan itu. Herannya, nama saya nggak kunjung keluar. Lama-kelamaan saya pun bosan menunggu dan sudah tidak berminat lagi dengan barang yang mau saya beli itu.

Nah, awal bulan ini kebetulan saya dapat arisan. Bukannya senang, saya malah bingung, nggak tahu mau memakai uangnya buat apa, sebab lagi nggak ada barang yang mau saya beli. Akhirnya saya pun hanya menyimpannya di rekening.

Beberapa hari kemudian, tak disangka saya harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk membiayai sebuah keperluan penting. Ini benar-benar di luar bayangan saya. Uang gaji saya pun ludes dalam sekejap. Padahal, gajian berikutnya masih cukup lama.

Dalam kondisi biasa, tentu saja hal ini merupakan sesuatu yang sangat memusingkan. Namun beruntung saat itu saya masih punya uang arisan yang belum saya apa-apakan. Dengan demikian, hidup saya pun terselamatkan.

Saya masih bisa membiayai keperluan saya sehari-hari dengan mengandalkan uang arisan itu, sampai tiba saatnya saya gajian.

Ah, Alhamdulillaah! Bahagia itu sederhana, hehe….

30 Responses to “Arisan”


  1. 1 ysalma March 24, 2014 at 11:37 pm

    Alhamdulillah,
    padahal di pertengahan mbaca mau ngomong,
    kalau ga tau mau diapain, transfer aja ke rekening saya😀

  2. 3 tarsankota March 25, 2014 at 6:19 am

    rejeki datangnya bisa dari mana aja yah mas.. tak disangka dan diguga.. kalau saya selalu seringnya dapat arisan pas undian terakhir .. hehehe.. nasib.. tapi lega

  3. 5 Kimi March 25, 2014 at 7:57 am

    Masih ada sisa buat nraktir gak? *kedip-kedip penuh arti*

  4. 7 Irvan Robiansyah March 25, 2014 at 9:22 am

    arisan sama aja kaya nabung ya.
    dari dulu saya ga pernah ikutan yang namanya arisan, hehe😀

  5. 9 rhey March 25, 2014 at 10:56 am

    samaan, disini juga banyak arisan mulai dari sekedar nabung, arisan tupperware, arisan panci sampe arisan nano spry kompliiit…. xixixixi
    sepertinya arisan ini memang gak bisa lepas dari gaya hidup orng indonesia😀

  6. 11 Yahya March 25, 2014 at 5:02 pm

    arisan = nabung ya.. hehe

  7. 13 Catatan Harian Irfan March 25, 2014 at 7:23 pm

    Arisan,,, dulu aku juga suka ikut arisan namun itu semenjak SMA, lumayan dari pada pake jajan berlebihan mending buat arisan. Meskipun waktu itu masih kecil kecilan lumayan pas dapet arisan bisa buat beli baju hehehehe😀

  8. 15 Miftah Afina March 25, 2014 at 8:06 pm

    Kalo arisan gitu saya males setor kalo udah dapet. hihi

  9. 17 Ririn Setia March 25, 2014 at 8:10 pm

    sebenarnya arisan ini secara tidak langsung kita menabung ya mas. Biasanya yang demen arisan itu ibuk-ibuk hehe😀

  10. 20 kevinchoc March 25, 2014 at 9:39 pm

    Hahaha, gue sering kayak gini. Kadang lagi nggak ada duit pengin beli ini itu, giliran ada duit, bingung mau beli apa. Baiknya sih emang disimpen ya, takutnya ada keperluan mendadak yang butuh ngeluarin uang lebih banyak.

  11. 22 aqied March 26, 2014 at 12:20 am

    gak tau ya kayanya saya gak rajin deh ikutan arisan2 gitu. sekarang lagi gak ada arisan an juga. saya sering pergi2 sih, semi nomadwn jd takut malah gak konsist ngerepotin temennya ntar

  12. 24 iGaligo March 26, 2014 at 9:01 am

    kalau dilihat, arisan malah bikin habis uang, tapi karena tujuannya mempererat tali silaturrahmi, mungkin rejeki justru bertambah dari arah yang lainnya

  13. 26 gadgetboi March 28, 2014 at 6:48 pm

    arisan mkl menurut saya lebih banyak ruginya dari pada untung:mrgreen: di komplek, ada arisa bapak2, … tujuannya sih ajang silaturahmi tapi setiap arisan, banyak sekali yg tidak hadir. plus yang jadi host menyediakan makanan dan minuman yg budgetnya setengah dari uang yang didapat nanti *tepokjidat* ….

    zaman sekola juga saya ikut arisan cowok. weleh .. saya yang namanya terakhir keluar engga jelas uangnya kemana … banyak yang belum bayar iuran .. alhasil saya hanya dapat sekian persen dari yang seharusnya saya dapat.

    yah tidak semua arisan hasilnya seperti saya sih, tapi untuk saya sendiri, mending nabung di celengan deh kalau mau menyisihkan uang hehehe

  14. 28 Pypy April 1, 2014 at 4:26 pm

    Setuju, saya juga ikut arisan dikantor Ai dgn alesan bisa nabung..hehe..😀

  15. 30 valentina_cho April 28, 2014 at 7:12 pm

    Nah..kalo arisan yang di ibu ibu itu arisan rempong kali ya..kebanyakan gosip-tapi nggak semuanya juga sih-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: