Kamar Kos

Ada beberapa teman saya yang merasa heran, kenapa saya memilih indekos. Padahal, jarak rumah saya ke kantor nggak terlalu jauh —waktu tempuhnya hanya sekitar setengah jam.

Terkait pertanyaan itu, jawaban saya selalu sama, yakni karena saya ingin punya kamar sendiri. Kebetulan di rumah tidak ada lagi ruangan khusus yang bisa saya jadikan sebagai kamar.

Ehem… saya mau curhat sedikit. Dari zaman kecil sampai lulus kuliah, saya nggak punya kamar pribadi. Padahal, saya sangat menginginkannya.

Apalagi kala menginjak masa SMA, keinginan untuk mempunyai kamar pribadi begitu besar. Maklum, sebagai seorang anak yang mulai beranjak dewasa, saya membutuhkan privasi.

Dulu tak henti-hentinya saya bermimpi bisa punya kamar sendiri. Kamar impian saya adalah sebuah ruangan sederhana yang diisi oleh sedikit barang saja, di antaranya kasur, buku, dan radio. Saya tidak suka jika kamar saya diisi oleh terlalu banyak barang.

Namun, dari tahun ke tahun saya hanya bisa membayangkan kamar impian itu tanpa bisa menempatinya.

Pas mulai kuliah, sebenarnya saya sudah ingin indekos, mengingat jarak dari rumah ke kampus lumayan jauh. Tapi, saya harus mengubur keinginan itu, sebab keadaannya nggak memungkinkan.

Pada masa awal bekerja, keinginan saya untuk indekos muncul kembali. Tapi saya harus menundanya lagi, sebab penghasilan saya masih terlalu minim.

Nah, beberapa bulan kemudian setelah gaji naik, baru deh saya bisa mewujudkan “impian” tersebut. Kebetulan ada sebuah kamar kos bagus dan luas yang lagi kosong. Pemilik sebelumnya adalah almarhum adik sepupu saya. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung menyewa kamar kos tersebut.

Yeah, setelah bertahun-tahun, akhirnya saya punya kamar sendiri!

Saya merancang kamar kos saya sesuai impian lama, yakni tidak terlalu banyak barang —yang penting ada kasur, buku, dan radio. Belakangan saya melengkapinya dengan televisi dan kipas angin. Wuih, kamar ini jadi semakin nyaman dan menyenangkan!

Saya begitu menikmati saat-saat berada di kamar ini. Saya selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah diberi kesempatan untuk menempati kamar impian. Sebuah kamar yang tidak terlalu banyak barang, yang penting ada kasur, buku, dan radio.

Saya sangat betah berlama-lama di kamar. Ada banyak hal menyenangkan yang bisa saya lakukan di sini, di antaranya baca majalah dewasa buku, nonton televisi, nonton film bajakan, ngeblog, melamun, nyanyi-nyanyi, ngupil, dan sebagainya.

Kamar kos saya.

Kamar kos saya.

Nah, namanya juga manusia, jika ada satu keinginan yang terpenuhi, maka muncul lagi keinginan lainnya. Setelah impian untuk punya kamar sendiri sudah terwujud, sekarang saya punya impian baru, yakni punya rumah sendiri.

Rumah impian saya bukan rumah yang besar. Cukup yang kecil saja. Dan tidak perlu diisi terlalu banyak barang —yang penting ada kasur, buku, dan radio.

30 Responses to “Kamar Kos”


  1. 1 udafanz March 12, 2014 at 8:40 pm

    kamar kosnya rapi mah. beda sama kamar saya yang berantakan dan penuh barang😐

  2. 3 Miftah Afina March 12, 2014 at 8:50 pm

    Enak ya, bisa satu kamar satu orang. Di kamar saya satu kamar ditempati 4 orang, belum lagi kalau ada temen maen. haduhhh…
    Maklum, asrama.😀

  3. 6 giewahyudi March 13, 2014 at 2:29 am

    Hahaha baca majalah dewasa juga ternyata, hehehe. Semoga bisa lebih produktif dengan kamar kost baru ya, Mas..

  4. 8 nuel March 13, 2014 at 1:19 pm

    Kayanya kurang tuh: laptop… Kan buat ngeblog. Hehe

  5. 10 Kimi March 13, 2014 at 2:17 pm

    Kamu gak pake ranjang po?

  6. 12 mak bel March 13, 2014 at 3:53 pm

    Saya juga pas kerja baru ngerasain kamar sendiri. Eforianya sebentar. Abis itu ngerasa kesepiiiiiian….selamat menikmati privasi Dit.

  7. 14 Fahri's Articles March 13, 2014 at 7:14 pm

    Alhamdulillah, impian bertahun-tahun kini menjadi kenyataan, kereeeenn soob (y) salut buat sobat

  8. 16 Ririn Setia March 13, 2014 at 8:48 pm

    kalau ngekos lebih bebas ya mas. Juga bisa melatih mandiri, mandi sendiri😀

  9. 18 pursuingmydreams March 14, 2014 at 12:44 am

    Impian membuat kita berjuang untuk mewujudkannya😉 .
    Semoga rumah impian Ditter bisa didapat juga ya.

  10. 20 Yusro March 14, 2014 at 8:42 am

    Alasan yang paling banyak ngekos meskipun rumah deket itu biar bebas dan mandiri😀

  11. 23 Isnuansa March 15, 2014 at 12:21 pm

    Astaga, baca tulisan ini saya seperti bisa menyimpulkan kamu terobsesi sama radio.😆 isi kamar sampai spesifik gitu bisa disebutkan harus ada radio, sedang tipi enggak.😆

    Semoga segera terwujud impian rumah sendiri.

  12. 25 m anriyan March 16, 2014 at 9:54 am

    asik nih gaya tulisannya, selera saya,simple per paragraf ndak lebih dari 160 karakter, sepertinya saya tahu ini gayanya post twitter… hehe… kunjungan kedua.
    menyoal kost… sama itu impian saya yang lama, impian saya sekarang adalah punya rumah sendiri, kalo ngekost diapartement mah sepertinya ketinggian😛

  13. 27 mahawati March 16, 2014 at 6:12 pm

    seriusan nih? ntar pasti ada timbul keinginan buat beli furniture, jadi penuh deh

  14. 29 Pypy April 1, 2014 at 4:40 pm

    Kebalik kita Dit, dulu saya punya kamar sendiri tp ga berani tidur sendiri..haha.. Selalu berdua ade :p

    Emang enakan kamar ga banyak barang yah. Tapi entah knp sejak dulu kuliah di Manado kamar kost saya pasti penuh ma barang, skrg juga..huhuhuh😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: