Mulai dari yang Paling Mudah

Belakangan ini saya punya kebiasaan baru. Setiap pagi sebelum mulai bekerja, saya menyisihkan waktu sejenak untuk membuat daftar pekerjaan yang harus saya selesaikan hari itu.

Dari daftar tersebut, saya bisa mengetahui mana pekerjaan yang paling sulit dan mana yang paling mudah. Selanjutnya saya tinggal memilih, mau mengerjakan yang mana dulu.

Saya pernah mencoba memulai dari hal yang paling sulit. Pikir saya, dengan menyelesaikannya terlebih dahulu, maka proses selanjutnya bakalan mudah.

Namun, hal yang terjadi justru di luar sangkaan saya. Saat mulai mengerjakannya, belum apa-apa pikiran saya langsung dipaksa bekerja keras. Hal ini membuat saya tertekan sehingga saya malah jadi malas-malasan.

Pekerjaan itu pada akhirnya memang selesai, tapi tidak tepat waktu —tidak sesuai dengan target yang sudah direncanakan. Meski demikian, saya tetap girang. Selanjutnya saya tinggal mengerjakan yang gampang-gampang.

Nah, bukannya segera mengerjakannya, saya malah melakukan hal lain, seperti bermain media sosial, berselancar di dunia maya, dan sebagainya. Saya sudah merasa tenang dan nyaman. Pikir saya, nanti saya bisa menyelesaikannya dengan cepat. Toh itu bukan pekerjaan yang sulit.

Ya, saya telah meremehkan hal yang gampang itu.

Tak disangka, saya malah terlalu asyik bermain-main. Saya baru berhenti bermain ketika waktu sudah terlalu mepet. Meskipun sudah ngebut untuk mengerjakan pekerjaan yang tersisa, namun saya tetap tidak bisa menyelesaikannya. Akhirnya agenda kerja hari itu pun tidak terpenuhi.

Sebaliknya, pada hari lain, saya mencoba memulai dari pekerjaan yang paling mudah. Wih, prosesnya menyenangkan. Saya bisa menyelesaikan daftar pekerjaan satu per satu.

Setiap kali ada pekerjaan yang selesai, mood saya semakin bagus. Selain itu, pikiran saya pun semakin lincah. Ibaratnya, otak saya sudah pemanasan.

Begitu berjumpa dengan pekerjaan yang sulit, saya memang sempat tertekan. Tapi berhubung pikiran saya sudah cukup panas, konsentrasi sudah terbangun, dan mood juga dalam kondisi bagus, pekerjaan yang sulit itu pun pelan-pelan bisa saya tuntaskan.

Nah, ketika pekerjaan tersebut selesai, saya masih punya waktu luang. Saya bisa menggunakannya untuk bermain media sosial, berselancar di dunia maya, dan sebagainya.

Well… langkah awal yang saya ambil dalam mengerjakan sesuatu ternyata sangat berpengaruh terhadap hasil akhirnya.

Teman-teman lebih suka mengerjakan yang lebih sulit dulu atau yang lebih mudah dulu?

25 Responses to “Mulai dari yang Paling Mudah”


  1. 1 Kimi March 10, 2014 at 3:55 pm

    Aku juga suka bikin To Do list seperti ini. Tapi, aku gak milih2 yg mana aku mau kerjain duluan sih. Yg kurasa aku minat ya itulah yg aku kerjakan duluan.😆

  2. 3 Ryan March 10, 2014 at 4:03 pm

    Setuju mas. mulai yang simple dulu. baru deh lanjut yang agak2 berat.

  3. 5 Ririn Setia March 10, 2014 at 10:53 pm

    sepakat dengan artikel diatas. Sebaiknya untuk memulai sesuatu itu di awali dengan yang paling mudah, baru kemudian coba yang medium, setelah itu ke yang paling tinggi ya mas😉

  4. 7 duniaely March 11, 2014 at 10:57 am

    keren nih tipsnya, boleh dicoba🙂

    kl aku biasa suka berdasar mood sih ngerjainnya

  5. 9 Ririn Setia March 11, 2014 at 7:24 pm

    tapi kalau suka dengan tantangan, harus wajib coba yang paling sulit mas😀

  6. 11 aqied March 11, 2014 at 10:22 pm

    kalo akuu ngurutinnya dr yg paling mepet waktunya. trus yg paling cepet seleseinya. kalo sekiranya kerjaan yg butuh waktu lama ato harus melibatkan beberapa orang, diduluin yg bisa dikerjain sendiri dulu

  7. 13 Kisah Foto March 11, 2014 at 11:16 pm

    Nah ini dia yang saya nggak konsisten, dulu sih sering juga bikin catatan kayak begitu, tapi prakteknya yang nggak konsisten:mrgreen:

  8. 15 Isnuansa March 12, 2014 at 4:12 am

    Dari yang paling diinget. Hahaha, kadang lupa hari ini harus ngapain aja. *self keplak*

  9. 17 Fahri's Articles March 12, 2014 at 6:38 am

    Wah, setubuh gan, macam ujian saja, kerjakan soal yang paling mudah terlebih dahulu, biar hemat waltu sekalian pemanasan otak, hehehe… O iya, maap banget ya ane baru balas komentar sekarang. Kemarin sibuk bangettt, hehehe

  10. 19 m anriyan March 12, 2014 at 8:19 pm

    saya selalu mencoba barusahan menulis tugas harian, terus diprioritaskan mana yang nilai rupiah / nilai ordernya paling besar itu yang pertama kali saya kerjakan, hehehe…
    just kidding, saya utamakan bukan yang paling sulit atau paling mudah, tapi mana yang paling prioritas, just like that.🙂
    beda orang beda cara… salam kenal ya…

  11. 21 Nunu El Fasa March 15, 2014 at 6:47 pm

    Terkadang ketika jumpalitan bingung mengerjakan yang mana lebih dulu

  12. 23 mahawati March 16, 2014 at 5:55 pm

    yg lebih mudah dulu, gak efektif kalo yg susah dulu

  13. 25 Pypy March 28, 2014 at 3:13 pm

    Kalo aku ngerjain mana yang harus lebih dulu dilaporin😀 Kalo gw lebih ke ngerjain yg susah dulu. Soale kalo otak dah panas kerjaan yg gampil lewat doang alias ga berasa😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: