Persediaan

Pusat perbelanjaan pada awal bulan biasanya ramai dikunjungi oleh mereka yang hendak membeli barang persediaan, misalnya makanan instan, sabun, detergen, dan sebagainya. Dengan memiliki persediaan seperti itu, mereka bisa terhindar dari kerepotan yang muncul saat kehabisan barang tersebut di rumah.

Saya biasanya sangat peduli dengan masalah persediaan ini. Jika persediaan sabun sudah mau habis, maka saya akan segera ke toko kelontong langganan untuk membelinya.

Saya tidak mau terjebak pada kondisi yang merepotkan seperti ini: badan sudah telanjur basah di kamar mandi, tapi tidak bisa meneruskan mandi karena kehabisan sabun dan harus membelinya dulu di warung. Oh, no.

Contoh lain, kalau jarum penunjuk kapasitas bensin di dashboard sepeda motor berada di area merah, maka biasanya saya akan menyisihkan waktu sejenak untuk beli bensin di pom.

Sebenarnya sih bensin di tangki tidak benar-benar habis, artinya masih cukup untuk melakukan perjalanan beberapa kilometer lagi. Tapi, saya tidak mau menanggung risiko kehabisan bensin di jalan.

Nah, meskipun saya cukup peduli dengan masalah persediaan ini, tapi saya sempat kecolongan juga.

Beberapa waktu yang lalu saya baru sadar bahwa tumpukan baju kotor di kamar sudah cukup tinggi, sementara persediaan baju bersih sudah menipis.

Berhubung saya sedang disibukkan oleh urusan bersih-bersih lingkungan kos yang kotor pasca hujan abu Gunung Kelud, maka saya pun memutuskan untuk membawa cucian itu ke laundry.

Namun, saya kurang perhitungan. Di laundry, saya ambil paket yang biasa saja (bukan kilat). Nah, ketika saya kehabisan pakaian kerja, cucian saya di laundry masih belum selesai.

Padahal, pakaian bersih yang tersisa di lemari tinggal pakaian rumahan yang sudah belel.

Akhirnya terpaksa saya berangkat kerja dengan pakaian rumahan itu, dan hal ini berlangsung selama dua hari. Tapi nggak apa-apa, daripada pakai pakaian yang sudah bau. Bagaimanapun saya harus berangkat ke kantor dengan pakaian yang bersih, sebab di sana saya nggak cuma kerja saja, tapi juga cari jodoh. #lah

Untunglah dua hari itu saya tidak bertugas ke luar kantor, dan juga tidak ada relasi yang datang bertamu. Jadi, tidak masalah bila saya kerja dengan pakaian yang belel.

Yah, setidaknya saya bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Kalau tidak mau kerepotan, saya harus lebih memperhatikan persediaan.

14 Responses to “Persediaan”


  1. 1 Ririn Setia March 8, 2014 at 10:50 pm

    penting banget ya mas persediaan untuk dipersiapkan agar pas dibutuhkan ada🙂

  2. 3 Miftah Afina March 9, 2014 at 7:36 am

    Kalau saya lebih sering kehabisan celana dalam sama pasta gigi.😀

  3. 5 cepy March 9, 2014 at 10:54 am

    yang paling males sih kalo kehabisan deodoran. mau ke mana mana gak enak banget (saya gemuk, keringatnya berlebih haha). kalo kepaksa beli pun, agak malu: serasa melihat petugas alfamart pada nutup hidung😀

  4. 7 udafanz March 9, 2014 at 11:09 pm

    seringnya sih keabisin daleman mas. soalnya jadwal nyuci seminggu sekali. hehehe

  5. 9 Kisah Foto March 9, 2014 at 11:52 pm

    Wah bener juga tuh, kaalo saya seringnya khabisan sampoo, waduh ribet juga kalo musti ke warung pas udah basah😀

  6. 11 ronal March 10, 2014 at 1:54 pm

    dulu pas ngekost sering banget pas mandi sabun atau sampo ngak ada, gara2 lupa ngecek atau nyetok persediaan hehe…
    Emang sedia payung sebelum hujan itu ngak ada ruginya ya Mas

  7. 13 aqied March 11, 2014 at 10:24 pm

    hahahahaha saya juga kehabisan baju tuh pas abu kelud.

  8. 14 Pypy March 28, 2014 at 2:18 pm

    Hahhaa😀 Knp ga beli aja? *horangkayah* :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: