Uang Sendiri

Dulu pas masih sekolah, susah banget rasanya kalau mau beli barang yang saya inginkan, sebab harus minta uang dulu ke orangtua. Padahal, uang mereka pun sangat terbatas, dan ada banyak kebutuhan lain yang harus mereka penuhi.

Ketika itu saya berpikir bahwa jadi anak sekolah benar-benar nggak enak, sebab nggak bisa punya uang sendiri. Jadinya nggak bisa bebas beli ini-itu. Padahal sebagai remaja yang pengen eksis dan gaul, saya punya daftar yang panjang tentang barang-barang yang ingin saya beli.

Mungkin seperti yang juga dirasakan oleh kebanyakan anak sekolah lain, saya pun sempat ingin segera melewati masa-masa sekolah dan langsung melompat ke dunia kerja.

Kalau sudah kerja, pasti enak banget, sebab sudah punya uang sendiri. Nggak perlu lagi repot-repot minta ke orangtua sampai ngambek.

Tapi ternyata semuanya nggak seperti yang saya kira.

Sekarang saya sudah kerja dan syukurlah jadi punya uang sendiri. Ini tentu saja sangat menyenangkan. Meski demikian, kenyataannya tidak sesempurna yang saya bayangkan dulu.

Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab seseorang secara otomatis juga bertambah. Pas masih sekolah dulu mungkin bisa saja saya langsung menghabiskan semua uang yang saya punya untuk membeli barang impian. Tapi kalau sudah umur segini, pikiran saya jadi lebih panjang.

Berat rasanya jika mau menghabiskan sebagian besar uang untuk membeli barang impian. Rasanya kok sayang, ya. Rasanya lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, khususnya kebutuhan dasar.

Ada kekhawatiran yang muncul setiap kali hendak membeli sesuatu yang sudah lama diimpi-impikan, yakni takut kehabisan uang.

Kalau sampai hal itu terjadi, gawat banget deh. Mau minta ke orangtua sudah nggak enak, sebab seharusnya gantian anak yang membantu orangtua, mengingat orangtua sudah semakin tua dan membutuhkan bantuan dana.

Begitulah, meskipun sudah bisa punya uang sendiri, tapi rupanya saya tetap nggak boleh sembarangan dalam membelanjakannya. Mungkin bisa saja sih kalau memang mau kena masalah, hehe….

18 Responses to “Uang Sendiri”


  1. 1 Kisah Foto March 3, 2014 at 9:38 pm

    Wah kalo saya sebenarnya sependapat mas… tapi setelah kerja dan punya uang sendiri, malah sulit menahan diri untuk membeli barang2 yang diinginkan, bukan yang dibutuhkan😀

  2. 3 Kimi March 3, 2014 at 10:19 pm

    Memangnya kamu mau beli apa tho?

  3. 5 jarwadi March 4, 2014 at 4:20 am

    km harus belanja lebih banyak Mas. rayakan kerja kerasmu. hehe

  4. 7 aqied March 4, 2014 at 8:42 am

    iya bener banget tuh. kalo saya sih paling nggak tetep ada sisa duit kalo mau beli yg dipengenin

  5. 9 rhey March 4, 2014 at 10:50 am

    kalau udah punya penghasilan sendiri,, memang ya rasanya semua yang di pengenin hhrus di beli dgn prinsip kan buat nyenangin hati yg sudah susah2 kerja keras ngumpulin duit,,, pas duitnya abis kelabakan sendiri *itumah saya curcol😀
    btw, salam kenal ya

  6. 11 pursuingmydreams March 4, 2014 at 11:05 pm

    Kalausudah punya uang sendiri, bisa tahu capenya nyari duit, kita jadi menghargai uang. Menggunakan untuk hal yg benar2 penting😉 .

  7. 13 Linda MS March 5, 2014 at 7:37 am

    Paling enak emang kalau udah bisa cari uang sendiri lebih puas rasanya dan ga tergantung sama orang tua lagi, walau kadang keasikan si akhirnya kebiasaan blanja barang2 yg ga perlu🙂

  8. 15 Ririn Setia March 5, 2014 at 6:24 pm

    uang hasil kerja sendiri tentu lebih enak ya mas untuk dibelanjakan, tapi sayang juga kalau boros, soalnya untuk mencarinya susah banget hehe😀

  9. 17 Fuadi Mukhlis March 25, 2014 at 2:32 pm

    Nah, sepakat! bener, sesuai. Kalau saya malah bablas mas, dulu waktu kerja suka boros, jalan-jalan, habis kerja uangpun ikut habis .. wkwkwk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: