Cek Ulang

Setiap kali hendak pergi, saya selalu dihantui pertanyaan, apakah sudah membawa barang-barang yang diperlukan atau belum. Terselip kekhawatiran ada barang yang tertinggal.

Kalau cuma bepergian biasa, mengecek kelengkapan barang-barang yang harus dibawa sangat gampang, sebab jumlahnya sedikit. Paling-paling ponsel dan dompet. Kadang-kadang juga ditambah dengan phablet dan buku.

Tapi kalau sedang ada urusan lain yang lebih ribet, dorongan hati untuk mengecek ulang itu cukup merepotkan.

Saat barang bawaan (yang jumlahnya banyak itu) sudah saya masukkan dengan rapi ke dalam tas, saya malah membongkar ulang isi tas tersebut ketika sudah siap pergi. Ya, mengeluarkan isinya satu per satu.

Padahal, seringkali upaya itu tidak ada gunanya, sebab barang-barang yang dibawa sebenarnya memang sudah lengkap. Saat mengemasnya, saya sudah mengeceknya berkali-kali.

Karena merasa repot, kadang-kadang saya menahan dorongan hati itu —tidak mengecek ulang barang-barang yang perlu saya bawa. Bagi saya, hal tersebut membutuhkan upaya yang keras. Saya harus berusaha melawan rasa khawatir, gelisah, dan rasa tidak nyaman karena tidak mengecek ulang.

Tapi gara-gara itu, saya malah suka kecolongan. Misalnya, sebelum pergi, saya yakin sudah membawa seluruh barang yang diperlukan —sudah memasukkannya ke dalam tas. Atas dasar keyakinan itu, saya berusaha mati-matian menahan hasrat untuk mengecek ulang.

Tapi begitu sampai di tempat tujuan, kekhawatiran saya terbukti. Ternyata saya benar-benar nggak membawanya! Mungkin tanpa sadar saya telah mengeluarkan barang tersebut sehingga tidak terbawa.

Well, tentu saja hal ini sangat menjengkelkan.

Jadi rasanya perlu juga memastikan segala kelengkapan yang kita butuhkan sebelum pergi atau berangkat untuk suatu urusan. Hanya saja, saya perlu belajar mengendalikan diri sehingga bisa bersikap wajar, yakni tidak berlebihan dalam mengecek ulang.

11 Responses to “Cek Ulang”


  1. 1 Una March 2, 2014 at 9:43 am

    Wkwkwkwk…
    Entah kenapa kalau ada yang penting ketinggalan, pasti berasa…
    Berasa tapi gatau apaan yang ketinggalan😄
    Ampe sadar, udah di tempat tujuan kitanya…

  2. 3 ione March 3, 2014 at 4:41 am

    hmm…malah ngecek terlalu berlebihan juga gak baik, ya…

  3. 5 jarwadi March 3, 2014 at 5:17 am

    untuk hal ini, saya termasuk lemah. penyakit tergesa gesa dan ngampangke, sampai akhirnya saya menjadi kelabakan sendiri setelah mendapati masalah barang tertinggal😦

  4. 7 cumilebay.com March 3, 2014 at 11:27 am

    Kalo gw packing nya biasanya cuman 30 menit sebelum brkt dan tergesa2 tp alhamdulillah ngak perna ketinggalan. Tp kl sampai ketinggalan yaaa show must go

  5. 9 Kisah Foto March 3, 2014 at 9:40 pm

    Wah ini, saya sering mengalami… saya juga malas cek barang yang saya bawa, tetapi kadang nyesel belakangan.. sudah sampe kampus, ternyata lupa bawa tugas, ponsel, dkk… hadeh…


  1. 1 Layar Sentuh | Catatan gado-gado Trackback on April 14, 2014 at 12:20 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: