Cerita Seorang Kawan

Terkait dengan postingan sebelumnya yang berjudul Drop Out, saya mau menceritakan sesuatu. Barangkali bisa jadi pelajaran buat kita semua.

Jadi begini. Saya punya teman. Teman sepermainan. Ah… ah… ah…. Lah, malah nyanyi.

Lanjut.

Dia merupakan teman dekat saya di kampus. Kami sering pergi berdua, dan saya sering numpang tidur atau sekadar berleyeh-leyeh di kosnya.

Oh iya, selanjutnya kita panggil saja teman saya ini dengan sebutan Mister Pi (bukan nama sebenarnya).

Mister Pi adalah seorang mahasiswa yang pintar dan sangat menonjol di kelas. Setiap kali diskusi, dia selalu aktif. Dia juga cukup populer karena memiliki paras yang tampan. Beruntung sekali saya bisa bersahabat baik dengannya.

Mister Pi berasal dari keluarga yang cukup mampu. Orangtuanya sanggup membayar biaya kuliahnya dan mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari di perantauan. Tidak heran bila saya cukup sering ditraktir oleh Misteri Pi.

Saya benar-benar beruntung bisa bersahabat baik dengannya.

Meskipun memiliki orangtua yang bisa mencukupi kebutuhannya, namun Mister Pi sangat berambisi untuk mandiri. Ia ingin punya bisnis sendiri. Meskipun mungkin saat itu belum waktunya bagi dia untuk seperti itu.

Untuk mewujudkan impiannya, Mister Pi mulai sering mengikuti seminar-seminar dan pelatihan bisnis. Ia sempat mencoba mendirikan bisnis sendiri, namun segera redup karena kurang sabar. Belum apa-apa langsung beranjak ke bisnis lainnya.

Sementara itu, ia semakin jarang terlihat di kampus, dan semakin sering bolos kuliah. Ada 2-3 semester yang ia lalui dengan tidak serius. Padahal, biaya kuliah tetap harus dibayar.

Setelah berbulan-bulan berjibaku dengan dunianya itu, pada akhirnya Mister Pi mengubah pikiran. Ia terlalu lelah. Ia tunda dulu keinginan untuk berbisnis dan cari uang sendiri. Ia mau fokus kuliah.

Namun sayang, rencananya itu pupus. Keluarganya mendadak tertimpa kesulitan ekonomi sehingga tidak sanggup lagi membayar biaya kuliahnya.

Pada akhirnya Mister Pi drop out (DO). Sayang sekali, padahal ia sudah masuk semester akhir, dan tinggal menambah beberapa semester saja untuk menuntaskan mata kuliah yang belum ia selesaikan.

Seandainya dulu ia tekun melaksanakan apa yang sudah menjadi tugasnya, mungkin sekarang ia bisa leluasa berbisnis tanpa beban apa-apa.

Tidak seperti sekarang ini, di mana ia menjadi karyawan biasa yang dulu sangat ia hindari. Ia pun menanggung utang yang cukup besar setelah sempat gagal berbisnis akibat kehabisan modal dan pengelolaan yang salah kaprah.

Semoga nasib teman saya itu semakin baik. Harapannya kelak saya bisa menceritakan kisah suksesnya di blog ini. Bagaimana ia sempat terpuruk, namun kemudian berhasil meraih puncak kesuksesan.

Semoga!

16 Responses to “Cerita Seorang Kawan”


  1. 1 Kisah Foto March 1, 2014 at 12:34 am

    Turut prihatin dengan yang menimpa Mister Pi ini.. Kadang kita memang harus pandai2 mengatur strategi agar tidak salah langkah🙂

  2. 3 DIDI March 1, 2014 at 2:04 pm

    memilih yang didahulukan itu sangat sulit mas, termasuk saya

  3. 5 ione March 1, 2014 at 3:33 pm

    Hmm…moga Mr. Pi bisa belajar dari pengalaman, mungkin sambil bekerja mengumpulkan uang untuk bayar utang dan menyelesaikan kuliah…

  4. 7 Mahrus March 1, 2014 at 4:14 pm

    selamat sore sob salam kenal ya

  5. 9 Ririn Setia March 1, 2014 at 5:07 pm

    ikut prihatin sama mister pi. Semoga makin sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan🙂

  6. 11 arip March 1, 2014 at 6:39 pm

    Ah tapi hebat sudah berani mencoba.

  7. 13 nuel March 2, 2014 at 1:06 am

    Amiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnn

  8. 15 Kimi March 2, 2014 at 9:52 am

    Amin. Semoga Mister Pi bisa meraih puncak kesuksesan.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: