Pintar Menjawab

Pas masih SD, saya diajar untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar. Guru melempar pertanyaan, dan para murid menjawabnya. Mati-matian saya belajar supaya bisa menjawab pertanyaan dari guru.

Saya selalu deg-degan jika pelajaran sudah mulai masuk ke sesi yang membuat saya lemas, yakni guru melempar pertanyaan dengan menunjuk murid sesuka hatinya.

Jika bisa menjawab pertanyaan dari guru, kita bisa mendapatkan kebanggaan yang besar. Namun sebaliknya, jika tidak bisa menjawabnya, maka kita bisa malu setengah mati.

Beberapa kali saya tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru dan hanya bisa diam sambil menahan panik. Sudah beberapa kali juga saya salah memberi jawaban hingga membuat teman-teman cekikikan. Tentu saja saya sangat malu.

Untuk menghindari hal pahit itu, saya banyak belajar dan menghafal pelajaran. Tujuannya satu, supaya saya bisa menjawab pertanyaan, baik pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelas maupun pertanyaan yang ada di dalam ulangan/ujian.

Hal ini berlangsung terus hingga saya SMA. Guru-guru menjejali saya dengan materi pelajaran, dan saya mempelajari serta menghafalnya. Saya terobsesi untuk menjadi siswa yang pintar menjawab. Bahkan terkadang saya melakukan segala cara supaya bisa menjawab, salah satunya dengan menyontek.

Pas awal kuliah, saya sempat shock, sebab kegiatan belajarnya benar-benar berbeda dibanding sistem pembelajaran yang saya alami sejak SD. Di kampus, saya (dan mahasiswa lain) diajak untuk sering-sering berdiskusi.

Saat menerima materi diskusi, saya cuma bisa bengong. Pada masa sebelumnya, materi-materi seperti itu akan saya hafalkan dan saya pelajari, untuk kemudian saya gunakan sebagai bahan jawaban. Namun hal itu kurang berfungsi di dalam diskusi, terlebih diskusi filsafat.

Makanya saya pasif banget saat diskusi. Sementara, teman-teman saya banyak yang aktif. Mereka bisa menarik banyak pertanyaan penting hanya dari sebuah tulisan sepanjang satu halaman kuarto.

Kemudian saya mulai menyadari betapa pentingnya kemampuan dalam membuat pertanyaan, khususnya pertanyaan yang bermutu. Konsep dan kreasi baru pada umumnya lahir dari kemampuan itu.

Bahkan konon tingkat pemahaman seseorang terhadap sebuah materi, bisa dilihat dari apakah ia bisa membuat pertanyaan atas materi itu atau tidak.

Menghafal berbeda dengan memahami.

Jadi kini saya meyakini, pintar menjawab perlu dilengkapi dengan pintar bertanya, dan begitu pula sebaliknya.

13 Responses to “Pintar Menjawab”


  1. 1 Ranger Kimi February 22, 2014 at 3:30 pm

    Sewaktu saya sekolah dulu, saya gak suka banget kalau ada sesi tanya jawab begini. Kalau ketemu guru atau dosen macam begini, otomatis saya langsung gak suka sama ybs. :haha:

  2. 3 Ririn Setia February 22, 2014 at 4:27 pm

    iya bener juga ya mas. Jadi sebaiknya kita jangan menghafal, akan tetapi juga memahami. Karena kalau sudah faham, pasti untuk melakukan / mempraktekkan bisa mudah🙂

  3. 5 Gusti 'ajo' Ramli February 22, 2014 at 9:04 pm

    Harus seimbang dua-dua ny, bertanya dan menjawab..

  4. 7 dihas February 23, 2014 at 10:07 am

    kdang cara mudah memahami adalah dengan menghafalnya dan mengamalkannya….😛

  5. 9 Chandra Iman February 23, 2014 at 10:19 pm

    beruntung saya pernah jadi siswa mahasiswa dan dosen hehe jadi bisa merasakan semua pengalaman

    bener mas, dengan membuat pertanyaan yang bagus tentunya kita sudah menyiapkan jawabannya, itu sama saja dengan belajar🙂

    salam

  6. 11 lazione budy February 25, 2014 at 3:00 am

    Yak Hermione?
    ten points for Grifindor!😀

    Well, itulah seninya belajar.

  7. 12 Pypy March 13, 2014 at 12:34 pm

    Jaman sekolah otak masih lumayan encer, jadi pas tanya jawab ma guru lancar. Pas kuliah udah dong2, langsung kebat kebit kalo dosen dang nengok2 ;p


  1. 1 Percaya Diri | Catatan gado-gado Trackback on July 25, 2014 at 11:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: