Hati-hati di Jalan

Beberapa hari yang lalu seperti biasanya saya ketemuan dengan seorang kawan baik. Saya agak terkejut, sebab ternyata belum lama ini ia mengalami kecelakaan. Padahal, setahu saya dia orang yang sangat berhati-hati dalam berkendara.

Benar saja, ia tidak celaka karena kelalaiaannya, melainkan karena keegoisan orang lain. Ia ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan.

Ini cerita versi dia, ya. Saya sih percaya. Kami sudah berteman akrab sejak lama, dan setahu saya ia orang yang jujur.

Sial sekali teman saya itu, sebab orang yang menabraknya tidak bisa atau tidak mau bertanggung jawab. Orang itu bahkan mencoba menekan teman saya dengan mendatangkan teman-temannya yang berprofesi sebagai polisi.

Setelah melalui perdebatan yang sengit, akhirnya orang tersebut bersedia membantu membayar biaya perbaikan sepeda motor teman saya. Tapi jumlahnya sangat sedikit. Tidak sebanding dengan kerusakan sepeda motor itu.

Apalagi teman saya juga tidak mendapat bantuan dana pengobatan, padahal ia terluka dan membutuhkan perawatan.

Untunglah kondisi teman saya saat ini sudah cukup baik. Cedera di tubuhnya sudah mulai pulih setelah “berobat” ke tukang pijat tradisional. Rasanya tidak perlu saya jelaskan ya kenapa ia lebih memilih ke tukang pijat daripada ke rumah sakit.

Selama ini kita pasti pernah atau sering mendapat pesan dari orang terdekat untuk berhati-hati saat hendak pergi berkendara. Pesan itu tentunya bukan sekadar basa-basi, sebab memang saat ini jalanan semakin “keras”. Jumlah pengendara semakin banyak dan jalanan semakin ramai.

Sikap hati-hati tidak hanya diwujudkan dengan mematuhi aturan lalu lintas serta mengendarai kendaraan dengan baik dan benar. Ada hal lain yang tidak kalah penting dari itu, yakni hati-hati dari orang-orang yang berkendara dengan ugal-ugalan.

Orang-orang seperti itu berbahaya. Keegoisan dan kecerobohan mereka bisa mencelakakan kita. Padahal, belum tentu mereka bisa atau mau bertanggung jawab.

Jika bertemu dengan pengendara seperti itu, lebih baik kita menghindarinya. Biarkan ia lewat dahulu jauh di depan kita. Jadi kalau dia mau celaka, ia bisa celaka sendiri, tidak perlu mengajak orang lain.

16 Responses to “Hati-hati di Jalan”


  1. 1 jarwadi February 21, 2014 at 10:35 am

    berhati hati memang bukan menjamin seseorang selamat mas, tetapi hanya mengurangi potensi kecelakaan🙂

  2. 3 partnerinvain February 21, 2014 at 1:47 pm

    iya benar kadang-kadang kita sudah hati-hati tapi banyak pengendara lain yang tidak hati-hati dan mencelakakan orang lain apalagi anak bawah umur yang suka berkendaraan seenaknya dan seperti raja kecil dijalanan

  3. 5 abi_gilang February 21, 2014 at 2:56 pm

    Resiko di jalan “kalo nggak nabrak… ya ketabrak”:mrgreen: tapi setuju koq bahwa kehati-hatian akan mengurangi terjadinya insiden kecelakaan.

  4. 9 Abdurahman Baharudin Wahid February 21, 2014 at 5:41 pm

    bener banget.kita harus hati-hati di jalan. walaupun kita yang benar. tapi bisa juga kecelakaan.

  5. 11 Ririn Setia February 21, 2014 at 8:12 pm

    kalau nggak hati-hati bisa fatal ya mas akibatnya. Hmmm soalnya jalan raya rentan banget sama kecelakaan🙂

  6. 13 lazione budy February 25, 2014 at 3:56 am

    Jika bertemu dengan pengendara seperti itu, lebih baik kita menghindarinya. Biarkan ia lewat dahulu jauh di depan kita. Jadi kalau dia mau celaka, ia bisa celaka sendiri, tidak perlu mengajak orang lain.

    sudah sering saya ngalah, dan sejauh ini aman. Setujulah, mengalah untuk selamat.

  7. 14 Pypy February 26, 2014 at 2:24 pm

    Begitulah, kita dah hati2 org lain yg sembrono. Pentingnya berdoa sebelum keluar rumah. Agar selalu dijagai oleh Tuhan.🙂 Semoga temen mu cepet pulih yah, Dit ^^,

  8. 16 mahawati March 5, 2014 at 2:58 pm

    berhati-hati memang gak jamin keselamatan, tapi kehati-hatian seorang pengendara mencirikan dia bukan produk gagal sebuah evolusi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: