Hujan Abu

Tadi pagi pas bangun tidur (14/2), saya langsung beranjak dari kasur, lalu keluar kamar kos menuju kamar mandi yang berada di luar ruangan. Langit masih terlihat gelap. Saya berjalan dengan terhuyung-huyung karena masih mengantuk. Saya sempat merasakan adanya keanehan di luar rumah, tapi nggak terlalu saya gubris, sebab kesadaran saya belum pulih benar.

Setelah berwudhu, saya langsung kembali ke kamar untuk shalat Shubuh. Selesai shalat, tiba-tiba saya teringat dengan keanehan yang sempat saya rasakan tadi. Saya pun langsung ke luar ruangan lagi untuk menuntaskan rasa penasaran saya.

Di sebelah kos saya ada proyek pembangunan mal, dan di dalam area proyek itu ada sebuah lampu besar dengan sinar yang terang. Saya melihat debu-debu yang beterbangan di bawah cahaya lampu itu. Astaga, ternyata sedang terjadi hujan abu.

Jadi keanehan yang saya rasakan tadi rupanya adalah langit yang dipenuhi debu, serta adanya bau belerang yang sempat tercium oleh hidung saya.

Saat itu saya berpikir Gunung Merapi erupsi lagi. Segera saya mengecek linimasa di Twitter untuk memastikannya (selama ini Twitter jadi andalan saya untuk mengetahui kabar dan informasi yang sedang hangat). Astaga, ternyata Gunung Kelud yang ada di Kediri, Jawa Timur sana meletus —bukan Gunung Merapi.

Sebelumnya saya memang tidak tahu bahwa Gunung Kelud pada Kamis malam itu meletus. Malam itu setelah mengerjakan beberapa hal di laptop, saya langsung tidur tanpa menonton televisi atau membuka Twitter. Makanya saya tidak tahu kabar/beritanya.

Rupanya letusan tersebut cukup dahsyat sehingga abunya menyebar ke mana-mana, termasuk ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pemandangan depan rumah kos.

Pemandangan depan rumah kos.

Pemandangan belakang rumah kos.

Pemandangan belakang rumah kos.

Jum’at pagi tadi saya berangkat kerja dengan menembus hujan abu. Saya harus ekstra hati-hati, sebab jarak pandangnya sangat pendek, hanya sekitar 5 meter.

Abu vulkanik beterbangan dan membentuk kabut yang menghalau pandangan. Jalanan pun menjadi licin. Beruntung saya bisa saya bisa sampai di tempat kerja dengan selamat. Tapi, ada satu teman yang sempat terjatuh saat berangkat kerja, tapi syukurlah nggak sampai luka-luka.

Jalanan penuh debu!

Jalanan penuh debu!

Semoga bencana ini bisa segera berlalu, dan keadaan lekas pulih seperti sedia kala. Tidak lupa saya berdoa semoga para korban letusan Gunung Kelud diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, amin….

19 Responses to “Hujan Abu”


  1. 1 tuaffi February 15, 2014 at 1:12 am

    disini juga sama…🙂 semoga segera bersih abunya.

  2. 3 pursuingmydreams February 15, 2014 at 1:30 am

    Semoga bencananya segera berlalu😦 .
    Harus selalu pakai masker Ditt bahaya debunya.

  3. 5 Gusti 'ajo' Ramli February 15, 2014 at 6:25 am

    Semoga musibah ini cepat berlalu

  4. 7 aqied February 15, 2014 at 6:04 pm

    iya mas. saya gak berani kemana mana
    padahal pas merapi kmaren terjang2 aja motoran smp ke jakal atas. kali ini lebih tebal

  5. 9 Ririn Setia February 15, 2014 at 7:52 pm

    lumayan tebal juga ya mas hujan abu nya. Daerah saya juga kehujanan abu mas, padahal jaraknya jauh banget sama gunung kelud🙂

  6. 11 Agung Rangga February 16, 2014 at 8:07 am

    sama, saya juga sering mengecek peristiwa apapun di twitter.😆
    lebih update ketimbang televisi~

  7. 13 Kisah Foto February 16, 2014 at 11:33 pm

    Sama mas, tempat saya juga dapet kiriman hujan abu😀

  8. 15 Pypy February 17, 2014 at 3:27 pm

    Parah yah emang debunya, sampe bikin 7 bandara tutup.. Semoga deh ga ada lagii.. Amin.


  1. 1 Jemuran Kena Abu | Catatan gado-gado Trackback on February 17, 2014 at 5:55 pm
  2. 2 Persediaan | Catatan gado-gado Trackback on March 8, 2014 at 9:37 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: