Sate

Dulu saya nggak terlalu suka makan sate. Bagi saya makanan ini sangat nggak efisien. Usaha yang dikeluarkan untuk membuat sate terlalu besar.

Daging harus dipotong-potong dulu kecil-kecil, lalu ditusukkan ke sebuah lidi. Habis itu dipanggang di atas arang panas. Sate yang sedang dipanggang harus dikipas-kipas terus supaya panas arang tetap terjaga.

Prosesnya lumayan lama. Padahal, untuk menghabiskan satu porsi sate, waktu yang dibutuhkan sangat cepat. Tinggal lep.

Harusnya sih saya nggak usah berpikir seribet itu. Toh saya tinggal beli sate di warung, lalu melahapnya dengan nikmat. Nggak harus capek-capek memotong daging kecil-kecil, memanggangnya di atas arang panas, dan seterusnya.

Tapi kadang-kadang saya memang aneh, hahaha…. Hal nggak jelas seperti itu membuat saya nggak berminat membeli sate. Poinnya adalah karena saya nggak suka dengan karakter sate yang sangat nggak efisien.

Meski demikian, saya nggak anti-sate. Setiap kali menemukan menu sate di acara resepsi pernikahan, kadang-kadang saya makan juga, khususnya kalau nggak ada menu lain yang lebih menarik.

Dan kalau kebetulan menu di rumah adalah sate, saya tetap memakannya. Tahun lalu juga pernah diajak teman untuk nyoba sate klathak, dan saya menyanggupinya.

Tapi, tetap saja saya jarang banget makan sate.

Tapi, itu dulu. Semua berubah sejak negara api menyerang.

Katanya Tuhan Maha Membolak-balikkan hati. Kalau dulu saya jarang beli dan makan sate, sekarang entah kenapa saya suka banget sama makanan yang nggak efisien ini.

Daripada beli hamburger, kebab, fried chicken, dan semacamnya, sekarang saya lebih memilih beli sate, lebih tepatnya sate ayam —saya nggak suka daging kambing.

Seminggu ini saja saya sudah dua kali beli sate ayam (rencananya malam ini mau makan sate lagi). Padahal harganya lumayan mahal, yakni dua kali harga makan siang saya. Dan sebenarnya masih banyak pilihan menu lainnya.

Yah, namanya juga lagi doyan, ya. Mungkin nanti beberapa minggu lagi menu favorit saya akan berganti. Begitulah, hati saya memang gampang dibolak-balik :p

18 Responses to “Sate”


  1. 1 pursuingmydreams February 7, 2014 at 9:41 pm

    Klo aku sukaaa angettsate. Sate ayam, sate kambing, satepadang, pengen banget, sdh 3thn absen makan sate sad: .

  2. 4 lazione budy February 7, 2014 at 9:50 pm

    saya suka sekali sate madura, kipasannya pas.

  3. 8 Agung Rangga February 8, 2014 at 10:30 am

    eh, jadi kepengen makan sate juga malam ini…😆

  4. 10 Intan Sudibjo February 8, 2014 at 2:29 pm

    wkwkwk lucu juga baca ceritanya hehe.. awalnya gk suka, tapi pas kena serangan kerjaan api? hah hadeuhhh

  5. 12 cumilebay.com February 8, 2014 at 7:44 pm

    Kalo gw demen nya sate kambing tapi yg bau kambing nya masih terasa, itu bikin langsung josss

  6. 14 Ranger Kimi February 9, 2014 at 8:06 am

    Kamu seperti mamaku kalau sedang suka satu makanan, niscaya tiap hari bakal makan itu-itu saja. Nanti kalau sudah bosan, baru beralih ke makanan yang lain. Anyway, aku dulu suka makan sate. Enak sih. Tapi, sejak aku tahu kalau makan makanan bakar-bakaran itu gak bagus, jadi aku berusaha mengurangi sih. Aku gak bakal makan sate kalau gak pengeeeen banget. Selama masih bisa ditahan ya gak makan. Sampe gak kuasa lagi untuk menahan *tsaaah*, baru deh aku beli sate.😀

  7. 16 Pypy February 11, 2014 at 11:25 am

    Muahaha.. Jadi ribet ye kalo mikirin prosesnya.. Dan baru kepikiran sih, bener juga ribet😀 Mending yg sekalian ayam kecap atau ayam apa gitu yah..haha😀 Ehh.. toss dulu kita ga suka daging kambing :p


  1. 1 Merusak Rasa | Catatan sehari-hari Trackback on January 12, 2015 at 9:04 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: