Banjir Bandang

Kamis siang yang lalu saat istirahat kantor, seperti biasanya saya meluncur ke warung makan langganan. Sambil menyantap makan siang, saya menonton televisi yang kebetulan ada di warung itu. Betapa kagetnya saya ketika muncul berita tentang banjir bandang Manado.

Astaga, banjirnya besar sekali. Arus air bah begitu deras sampai-sampai mobil pun ikut terseret. Daratan menjelma menjadi “sungai” besar yang dipenuhi air berwarna cokelat.

Kabar tentang banjir ini masih hangat sampai beberapa hari berikutnya. Dari salah satu ulasan yang saya dengar, banjir bandang tersebut disebabkan oleh kombinasi dua faktor, yakni alam dan manusia.

Kalau kita lihat peta, maka Manado (Sulawesi Utara) cukup dekat dengan Filipina bagian Selatan yang sering mengalami cuaca buruk. Ketika itu sebuah badai terjadi di wilayah Filipina, dan sebagian sampai ke wilayah Manado. Ini adalah faktor alam.

Di Manado, banyak daerah resapan air yang rusak akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Hutan dibabat habis sampai gundul, dan bukit diratakan. Perumahan-perumahan dibangun di atas tanah yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air. Ini faktor manusia.

Banyaknya daerah resapan air yang rusak itu memperparah bencana alam yang terjadi. Air tidak mampu meresap dengan baik. Debit air yang begitu besar tumpah ruah di jalanan sehingga terjadilah banjir bandang.

Semoga para korban banjir bandang di Manado ditabahkan dan dikuatkan, serta kondisinya cepat pulih seperti sedia kala. Amin.

Kapan ya pemerintah dan pebisnis mau belajar? Khusus pemerintah, masak nggak punya rancangan tata kota yang ramah lingkungan? Kalau kayak begini terus, lama-lama kota-kota lain juga bisa mengalami bencana yang sama.

Seperti kota tempat tinggal saya ini −Jogjakarta. Beberapa mal, perumahan, dan apartemen sedang dibangun. Tepat di belakang kos saya malah ada kompleks pembangunan mal yang menurut saya sangat besar dan luas.

Padahal, saat ini beberapa ruas jalan di Yogyakarta, khususnya yang dekat dengan gedung-gedung besar, sudah sering banjir jika hujan turun dengan deras.

Semoga kita semua −utamanya pemerintah dan para bebisnis properti, bisa belajar dan mengambil hikmah dari bencana banjir, khususnya banjir bandang di Manado ini.

32 Responses to “Banjir Bandang”


  1. 1 Agung Rangga January 18, 2014 at 8:46 pm

    kita doakan yang terbaik aja buat korban banjir di sana… :’)

  2. 3 Intan Sudibjo January 18, 2014 at 10:03 pm

    saya juga tak menyangka bakal ada banjir bandang di Manado, saya hanya bisa mendo’akan sesuatu yang baik saja bagi para korban bencana😮

  3. 5 Blogs Of Hariyanto January 18, 2014 at 11:42 pm

    tata kota sekarang sudah tak diperhatikan lagi, tak ada lagi resapan air,,yang penting lokasinya bagus untuk bisnis, langsung didirikan bangunan tanpa peduli kepada alam dan sekitarnya…
    keep happy blogging always…salam dari Makassar🙂

  4. 7 Muhamad Alifianto January 19, 2014 at 9:10 am

    Biasanya merekahanya mementingkan kenyamanan komplek yang sedang dibangunnya tsb, mereka tidak mau tahu dampaknya bagi lingkungan sekitarnya

  5. 9 Ririn January 19, 2014 at 4:37 pm

    Kalau banjir bandang biasanya karena ulah dari faktor manusia itu sendiri mas. Daerah dataran tinggi yang menjadi resapan air, di gunduli, sehingga air tidak bisa meresap kesitu, sehingga langsung menjadi aliran permukaan yang menjadi banjir bandang. Turut prihatin atas bencana yang melanda kota manado ini🙂

  6. 11 wewengkon sumedang January 19, 2014 at 10:54 pm

    kasihan sekali ya mas saudara2 kita disana…mudah2an saja banjirnya bisa cepat surut dan tak berkepanjangan. Itulah manusia ya mas, untuk mengejar materi namun mengesampingkan bahaya dari alam, padahal kalau sudah ada bencana kerugian yang diakibatkan bakal lebih besar daripada materi yang mereka dapatkan

  7. 13 Einid Shandy January 19, 2014 at 11:48 pm

    Semoga banjir itu membawa hikmah yaa. Amiin…
    Semangat untuk saudara2 di Manado.

  8. 15 jarwadi January 20, 2014 at 10:21 am

    lama kelamaan di joga pun bisa terjadi banjir parah seperti jakarta atau manado, sekarang sudah mulai terlihat gejala nya😦

  9. 17 duniaely January 20, 2014 at 1:13 pm

    susahnya skrg itu pembangunan mall mall di sana itu sptnya lbh penting drpd mbangun yg ijo ijo ya bro, kayak taman dll

  10. 19 giewahyudi January 20, 2014 at 5:10 pm

    Sekarang alam sudah tidak bersahabat, eh bukan ding, tapi kita yang tidak mau bersahabat dengan alam.. Rusak semua.

  11. 21 cumilebay.com January 21, 2014 at 9:05 am

    tahun 2013 sempet menyaksikan langsung banjir di manado, itu bener2 lautan air kayak sungai. Rumah tenggelam dan banyak yg di evakuasi padahal hanya di guyur ujan 1 malam saja. Dan arah ke tomohon longsor parah …. Liat nya miris banget dan sedih😦

  12. 23 Chandra Iman January 21, 2014 at 3:16 pm

    semoga sahabat-sahabat kita di menado bisa move on

    ya, katakan tidak untuk pembangunan yang mengabaikan alam…

  13. 25 Pypy January 21, 2014 at 3:59 pm

    Jadi di Manado itu kebanyakan reklamasi, jadi bukit2 ga cuman gundul tapi diratain dan tanah nya buat reklamasi itu. Akibatnya yah sprti yg terlihat kmren dibanjir bandang. badai Filipina menyebabkan laut pasang di Manado dan naik sampe ke darat, sedangkan yg didarat hujan lebat selama 2 malam. Akhirnya air “ngumpul” dikota.😦

  14. 27 HAYARDIN January 21, 2014 at 5:11 pm

    selamat Sore Sob… memang sangat miris ya melihat Banjir yang menimpa saudara kita yang ada di Kota Manado, semoga saja Korban Banjir di Manado bisa sabar menghadapi cobaan ini.

  15. 29 arip January 21, 2014 at 9:38 pm

    Hanya bisa mendoakan buat para korban bencana banjir ini. Semoga terus diberi ketabahan.

  16. 31 Ririn Setia January 23, 2014 at 8:25 pm

    harus jaga lingkungan ya mas agar nggak terkena bencana banjir kayak getu🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: