Proses Terbit Novel Anak Kampus

Pada postingan kali ini, saya ingin membicarakan karya perdana saya: novel Anak Kampus. Mumpung baru saja terbit, hehe….

Proses penulisan dan pemolesan novel tersebut hingga benar-benar diterima penerbit berlangsung selama hampir 10 bulan. Lama banget, ya?

Kalau dihitung-hitung, yang lama justru bukan proses menulisnya, melainkan risetnya. Eh tapi sebenarnya bukan riset deng, melainkan penelusuran untuk mencari formula-formula yang penting dalam menulis cerita yang bisa bikin orang ketawa.

Caranya dengan banyak membaca buku komedi, nonton film lucu, dan nonton video stand up comedy. Selain itu, juga dengan berkumpul atau nongkrong bersama dengan teman-teman yang kocak.

Saya menghabiskan cukup banyak uang untuk membeli buku-buku tersebut, serta untuk membayar biaya akses internet di warnet (browsing, download video, dan sebagainya). Kalau mau didetailkan, masih ada lagi biaya yang keluar saat nongkrong. Semua dana itu bisa dibilang merupakan sebuah pengorbanan.

Selain itu, ada pula pengorbanan waktu dan tenaga.

Saya harus “meriset” dan menulis naskah novel itu setelah pulang kerja dalam kondisi yang sudah tidak sesegar saat pagi hari. Itu pun kalau nggak ada acara lain, misalnya acara keluarga.

Padahal, kadang saya juga harus membawa pekerjaan kantor ke rumah. Setelah menyelesaikannya, baru saya mulai bisa menulis dan mengerjakan proyek impian ini.

Lelah kah? Pasti, sebab saya harus mengurangi waktu istirahat saya. Padahal, saya paling hobi tidur. Tapi, untuk mencapai sesuatu, sering kali kita harus berkorban. Istilahnya, kalau mau enak, harus usaha dulu.

Setelah menyelesaikan draft tulisan, perjuangan masih belum selesai. Saya mengeditnya dulu supaya rapi, baru kemudian mengirimkannya ke penerbit pertama.

Hasilnya, naskah saya ditolak.

Tapi, saya belum putus asa. Saya meminta teman-teman dekat untuk membaca draft tersebut dan meminta masukan dari mereka. Syukurlah, dengan senang hati mereka mau membantu saya.

Draft yang sudah diberi catatan masukan oleh teman-teman.

Draft yang sudah diberi catatan masukan oleh teman-teman.

Setelah memperbaiki draft berdasarkan masukan dari teman-teman, saya pun mengirimkannya ke penerbit kedua. Saya harus menunggu jawabannya selama sebulan lebih. Dan jawabannya masih sama dengan penerbit pertama: naskah saya ditolak. Sontak semangat saya pun turun drastis.

Tapi, masih ada sedikit tekad.

Dengan tekad yang tersisa itu, saya mempelajari kembali referensi-referensi yang ada, lalu merevisi naskah tersebut semampu saya. Setelah itu, saya mengirimkannya ke penerbit ketiga.

Alhamdulillah penerbit ini cepat ngasih kabar, hanya selang dua minggu sejak pengiriman naskah. Namun, kabarnya bukan kabar baik, melainkan kabar yang bikin lemas: naskah saya ditolak (lagi).

Saya pun mulai letih. Tapi, saya coba merevisi naskah itu sekali lagi.

Kini saya melakukannya tanpa beban. Nothing to lose. Alhamdulillah upaya itu berbuah manis. Naskah saya diterima oleh penerbit keempat. Dan seperti yang sudah saya ceritakan di postingan Karya Perdana, buku saya akhirnya terbit. Syukurlah!

Sudah terbit!

Sudah terbit!

Di beberapa halaman ada komiknya juga :)

Di beberapa halaman ada komiknya juga🙂

Demikian proses yang saya jalani terkait dengan buku Anak Kampus, karya perdana saya. Sedikit tips saja nih untuk teman-teman yang mau menulis buku juga. Saat sedang menunggu jawaban dari penerbit, sebaiknya isi waktu dengan mengerjakan proyek atau karya lainnya.

Ini berguna untuk menjaga pikiran kita agar tetap positif. Selain itu, juga untuk memanfaatkan dan memaksimalkan waktu yang punya. Menunggu jawaban dari penerbit tanpa mengerjakan apa-apa hanya akan melelahkan hati dan pikiran.

Demikian sharing dari saya. Oh iya, bagi teman-teman yang penasaran dengan novel Anak Kampus, kalian bisa mendapatkannya di toko-toko buku terdekat, khususnya Gramedia, Gunung Agung, dan Toga Mas. #teteppromo😀

33 Responses to “Proses Terbit Novel Anak Kampus”


  1. 1 Intan Sudibjo January 14, 2014 at 9:13 am

    ternyata tak semudah dibayangkan ya untuk menjadi seorang penulis yangnanti akan di rilis bukunya hehe, butuh perjuangan yang lebih keras untuk menerbitkannya🙂

  2. 3 duniaely January 14, 2014 at 9:26 am

    wow … keren bro sdh terbit bukunya, semoga laris ya
    hrs nunggu ke tanah air lagi nih buat bisa baca langsung🙂

  3. 5 I.S. Siregar January 14, 2014 at 10:52 am

    wahhh.. luar biasa. prosesnya panjang dan butuh kesabaran tingkat tinggi… kagum banget deh sama penulis semacam mas Adit ini.😀

  4. 7 DIDI January 14, 2014 at 3:11 pm

    Yang susah adalah bagian editornya menurut saya

  5. 9 sunarno2010 January 14, 2014 at 6:11 pm

    intinya jangan sampai patah semangat gara-gara sekali dua kali ditolak oleh penerbit ya, salut buat anda

  6. 11 nuel January 14, 2014 at 8:02 pm

    Jadi ingat novelku yang diterima itu. Awal idenya muncul itu 2009, diterima Juni 2013. Itu juga udah ditolak 5 penerbit, bahkan ada yang aku sampai bela2in ke kantornya langsung. Hahaha. Kalau beneran terbit, seneng banget lihat ada bukuku di rak2 toko buku. Apalagi sampai best-seller atau difilmkan.😀

  7. 13 Ririn January 14, 2014 at 8:28 pm

    pengen juga nih bisa nulis buku, tapi bukan buku novel mas, melainkan buku tentang blogging hehehe😀

    Kira-kira gimana caranya ya mas? Apa kita nulis dulu drfat nya sampai 200 halaman, baru hubungi penerbit? Atau kita hubungi penerbit dulu, baru nulis draft nya ?🙂

  8. 17 Rahad January 15, 2014 at 5:12 pm

    wihhh, perjuangan yg penuh tekad, bisa di coba nih novelnya kayaknya asik😀
    kira2 gue kapan bisa gitu ya hahaha

  9. 19 lazione budy January 16, 2014 at 4:51 am

    keren bung.
    salute perjuangannya…

  10. 21 cumilebay.com January 16, 2014 at 1:32 pm

    Selamat kakak, ntar coba aku cari di gramed

  11. 23 Andri Widodo January 16, 2014 at 7:18 pm

    Semangat ya Bung..moga bsa terus menghasilkan tulisan2 bermutu yg slalu menjadi best seller..Aamiin..
    Klo da kaya jngan lupa sedekah dan yg pntng jng lupa ma Mami, Papin dan Mas2 kmu yg slalu doain kmu..I Love U Brother..

  12. 25 Ceritaeka January 17, 2014 at 2:54 pm

    Kereeen!
    Congrats yaaa. Eh penerbitnya siapakah?

  13. 27 Anja Arowana January 18, 2014 at 9:35 pm

    wah serunya, aku juga pengen banget nerbitin buku jg ah. #eh
    tapi tentang apa ya. bingung haha

  14. 29 Pypy January 20, 2014 at 11:32 am

    Berkali ditolak, berkali dicoba lagi🙂 Inspirasi ut tidak menyerah terhadap kata Tidak🙂

  15. 31 Fai February 8, 2014 at 10:18 pm

    mas bro ini yang versi bahasa english ada kaga


  1. 1 Ayah & Anak yang Hendak Menjual Keledai | Catatan gado-gado Trackback on January 24, 2014 at 4:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: