Warnet

Beberapa tahun lalu, warung internet atau warnet di kota saya seperti tukang parkir liar: ada di mana-mana. Meskipun jumlahnya banyak, tapi hampir tidak ada warnet yang sepi. Masing-masing punya pelanggan sendiri.

Saya masih ingat betul, dulu kalau siang lumayan sulit mencari warnet yang kosong. Kadang saya harus mengantre dulu selama belasan menit. Hal ini tentu membuat saya kesal, sebab saya sering tidak sabar untuk segera mengisi testimoni di wall Friendster teman-teman saya.

Berbisnis warnet ketika itu tampak menggiurkan. Saya pernah membaca proposal bisnis warnet yang dibuat seorang teman untuk diajukan kepada investor. Di situ diuraikan tentang betapa besarnya peluang bisnis warnet.

Pangsa pasar warnet diyakini sangat besar dan bakal terus bertambah, mengingat kebutuhan masyarakat akan koneksi internet dalam beberapa tahun ke depan akan semakin tinggi. Orang-orang semakin melek teknologi, dan internet bakal menjadi salah satu kebutuhan utama.

Mungkin cara pandang ini yang membuat warnet ketika itu begitu menjamur. Para pemodal atau pengusaha berlomba-lomba membuat warnet.

Beberapa tahun kemudian, ketepatan analisis itu terjawab. Benar, semakin banyak orang yang membutuhkan koneksi internet. Tapi, rupanya semakin banyak pula fasilitas-fasilitas untuk mengakses internet. Jadi, kita nggak harus ke warnet kalau cuma mau memperbarui status Facebook.

Sinyal wifi ada di mana-mana: perkantoran, mal, taman kota, warung makan, dan sebagainya. Memasang saluran internet di rumah juga sangat mudah dan relatif murah. Selain itu, ada juga modem dengan pilihan provider yang beraneka ragam.

Dan yang paling utama, perangkat mobile kini semakin canggih. Dengan perangkat itu, kita bisa mengakses internet dengan sangat mudah, kapan saja dan di mana saja.

Akhirnya, warnet yang dulu begitu menjamur, kini mulai tutup satu per satu. Kalau dulu saya kesulitan mencari warnet yang kosong, sekarang saya kesulitan mencari warnet yang masih buka.

Kebetulan saya masih membutuhkan warnet, sebab modem yang saya pakai selama ini sudah nggak bisa diandalkan. Sepertinya harus ganti provider. Tapi saya belum sempat cari provider yang pas. Untuk sementara ini cukup mengandalkan warnet saja.

Sayang, di dekat kos saya sudah nggak ada warnet, jadi saya harus pergi dulu beberapa kilometer untuk mengakses internet di warnet langganan.

Zaman semakin berubah, ya. Dan perubahan itu begitu mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya warnet.

29 Responses to “Warnet”


  1. 1 capung2 January 7, 2014 at 9:17 am

    Sekarang dgn gadget murah meriah bs berselancar ria didumay..

  2. 3 Yulita Widya Ningsih January 7, 2014 at 4:04 pm

    hmmm… warnet sahabat saya semasa kuliah mas😀

  3. 5 Ranger Kimi January 7, 2014 at 5:14 pm

    Saya sudah lama banget gak ke warnet. Di rumah saya pake modem. Kalau mau ngenet, tinggal nyalakan saja laptop. Pun kalau mau ngeprint, tinggal cetak saja karena saya juga punya printer sendiri. Tapi, akhirnya kemarin saya ke warnet juga. Alasannya simpel, yaitu karena printer saya cartridgenya rusak. *kok ya malah curhat😆

  4. 7 Intan Sudibjo January 7, 2014 at 7:42 pm

    wifi di mana-mana, tinggal di akali saja haha

  5. 9 vizon January 8, 2014 at 9:26 am

    Dulu saya menjadi pelanggan tetap sebuah warnet, sampai penjaga di situ kenal baik dengan saya. Sekarang, memang sudah sangat jarang ke situ, namun sesekali saya tetap memanfaatkan jasa warnet tersebut, terutama ketika harus mendownload atau upload file-file besar yang tidak bisa dipenuhi oleh kemampuan modem..

    Bisnis warnet hampir sama nasibnya dengan bisnis wartel beberapa waktu lalu.. Menjamur dengan cepat dan menghilang pun dengan segera..

    • 10 ditter January 9, 2014 at 10:59 pm

      Iya, kalau membutuhkan koneksi cepat untuk mengunggah atau mengunduh file-file besar, memang sebaiknya ke warnet kalau kemampuan modem nggak bisa diandalkan kayak modem saya, hehe….

  6. 11 nuel January 8, 2014 at 10:02 am

    Ini postingan kedua yang aku baca soal jumlah warnet yang mulai berkurang. Dulu pernah baca juga di sebuah blog. Dan memang sih, di sini juga mulai banyak warnet yang rontok. Kalau pun masih bertahan, itu karena warnet tersebut menyediakan game2 online, sehingga sering didatangi bocah2, Mas.

  7. 13 Akhmad Muhaimin Azzet January 8, 2014 at 10:38 am

    Bila saya menginginkan akses internet yang wuss… wusss cepat, saya larinya ke warnet. Sebab komputer di rumah lambat internetnya🙂

  8. 15 Ririn January 8, 2014 at 6:03 pm

    iya bener banget, dulu warnet rame banget dan yang ngenet juga banyak banget. Tapi sekarang udah pada tutup hehehe😀
    soalnya sekarang harga modem dan hape juga relatif murah, jadi kalau mau internetan nggak harus ke warnet tapi bisa menggunakan hape sendiri dan atau laptop sendiri🙂

  9. 17 Budi Majid January 9, 2014 at 7:31 am

    kayaknya hampir pengalamannya seragam ya…yang sekarang interetan pake modem dulunya pelanggan warnet🙂

  10. 19 @hijriyan January 9, 2014 at 9:52 am

    Saya udah jarang ke warnet karena warnet disini udah berubah jadi satu fungsi yaitu terminal game online. Jadi saya lebih mengandalkan thetering wifi dari ponsel🙂

  11. 21 duniaely January 9, 2014 at 1:24 pm

    dah lama nggak ke warnet😛

  12. 23 Rahad January 9, 2014 at 3:58 pm

    Nasibnya udah hampir kayak wartel ya, bentar lg ilang tuh

  13. 25 Pypy January 10, 2014 at 1:55 pm

    Tapi warnet deket kosan saya selalu aja rame lho😀

  14. 27 Angga Kusuma Nugraha January 14, 2014 at 2:05 am

    klo cuma internet doang sekarang udah sepi karena udah banyak modem
    tapi klo ditambah game online rata2 masih bisa rame

  15. 29 Adeline May 31, 2014 at 12:52 am

    I think the admin of this website is really working hard
    for his site, since here every information is quality based material.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: