Kelinci dan Kura-kura

Alkisah, seekor kelinci dan kura-kura sedang terlibat dalam sebuah perselisihan. Lantas kura-kura yang merasa direndahkan oleh kelinci menantang hewan bertelinga panjang itu untuk lomba lari. Sontak kelinci tertawa keras.

Kelinci mengira bahwa kura-kura yang lambat itu sudah sinting karena berani menantangnya lomba lari. Tapi, ternyata kura-kura serius dengan tantangan itu. Dan akhirnya kelinci pun menerima tantangan tersebut. Masih dengan tertawa-tawa, meremehkan kura-kura.

Lomba pun berlangsung, dan kita semua tahu siapa pemenangnya.

Saat kelinci sudah hampir sampai di garis finis, ia bersantai-santai sejenak di bawah pohon yang rindang, sebab toh kura-kura berada jauh di belakangnya. Ia ingin menanti kura-kura. Barangkali supaya bisa mengejeknya.

Angin sepoi-sepoi dan suasana yang nyaman membuat kelinci terkantuk-kantuk. Lama-kelamaan ia tertidur. Saking nyenyaknya, ia tidak tahu bahwa kura-kura sudah mendekatinya, dan bahkan akhirnya melewatinya. Ketika ia terbangun, kura-kura sudah hampir mencapai garis finis.

Kelinci pun panik. Ia berlari sekencang mungkin untuk menyusul kura-kura. Tapi, ia sudah terlalu terlambat, sebab kura-kura berhasil melewati garis finis terlebih dahulu dan akhirnya menjadi juara. Bravo!

Saat ini saya sedang merasa seperti kelinci, sementara yang jadi kura-kuranya adalah pekerjaan saya. Kami berdua bertanding lari. Saat saya hampir memenangkan pertandingan itu −menyelesaikan pekerjaan tersebut, saya memutuskan untuk bersantai-santai dulu, seperti kelinci yang memilih untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang.

Pikir saya, tidak ada salahnya rehat sejenak. Nanti saya bisa kembali mengerjakan pekerjaan itu, dan menuntaskannya dengan cepat.

Tapi kenyataan berkata lain.

Sama seperti kelinci, pada akhirnya saya pun terlena. Begitu tersadar, boom…! Deadline sudah di depan mata.
Gawat!

Meremehkan lawan hanya akan mendatangkan kesulitan. Wew, saya benar-benar percaya dengan ungkapan ini.

23 Responses to “Kelinci dan Kura-kura”


  1. 1 Budi Majid January 4, 2014 at 3:02 pm

    Hal seperti itu kadang terjadi pada diri saya, menganggap selesai pekerjaan padahal nyatanya belum tuntas

  2. 3 MUhammad Widisono January 4, 2014 at 3:27 pm

    Ini kayak cerita di upin & ipin ya🙂 upin yang jadi kura-kura dan mail yang jadi kelinci.

    Cerpen yang bagus gan🙂

  3. 5 Akhmad Muhaimin Azzet January 4, 2014 at 8:10 pm

    Bila tenggat waktu telah terjadi, ngebutlah jadinya. Dan biasanya hasilnya malah kurang maksimal ya mas…

  4. 7 Ririn January 4, 2014 at 8:35 pm

    wah kalau bisa jangan seperti kelinci mas, soalnya nggak baik kalau menunda-nunda pekerjaan. Lebih baik langsung di selesaikan, sehingga beban tugas kita bisa berkurang dan pikiran pun ikut tenang. Iya nggak? hehe😀

  5. 9 Intan Sudibjo January 4, 2014 at 9:07 pm

    seperti yag pernah diceritakan oleh film upin dan ipin hehe

  6. 11 lazione budy January 5, 2014 at 3:28 am

    haha, klasik. kura-kura atau siput walau terlihat pelan tapi pinter.
    jangan menyepelkan lawan.
    booom! the power of kepepet!

  7. 13 oomguru January 6, 2014 at 2:28 am

    jadi.. maksudnya adalah diduluin sama pekerjaan gitu oom?

  8. 15 lekdjie January 6, 2014 at 6:49 am

    dongeng klasik.negeri barat,klo versi bugs bunny kura2nya bisa ngeluarin mesin jet:mrgreen:

  9. 17 M A Vip January 6, 2014 at 3:00 pm

    janganlah merasa seperti kelinci, kecuali anda pernah mencuri timun.

  10. 19 tuxlin January 6, 2014 at 7:29 pm

    Wah saya juga kadang demikian, ada kerjaan malah santai2 gara2 deadline masih lama:mrgreen:

  11. 22 nuel January 7, 2014 at 8:36 am

    Analogi yang bagus, Mas….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: