Mencari Nafkah Dengan Menulis (2)

Menyambung dari tulisan sebelumnya.

Setelah menerima uang pertama yang saya peroleh dari hasil menulis, semangat saya untuk belajar menulis semakin menggebu-gebu.

Saya mulai sedikit berani membayangkan pekerjaan apa yang hendak saya lakoni nantinya. Ya, saya bisa jadi penulis. Saya kira itu jauh lebih baik daripada menganggur.

Seiring dengan mantapnya bayangan itu, saya pun semakin rajin belajar menulis dan membuat artikel. Sayang, ternyata proses berikutnya nggak terlalu lancar. Banyak tulisan saya yang ditolak.

Memang ada beberapa yang diterima dan dimuat di koran, tapi jumlah yang ditolak jauh lebih banyak.

Penolakan-penolakan tersebut tentu saja membuat semangat saya melemah. Namun tak disangka, saat tingkat kepercayaan diri saya hampir menyentuh titik nadir, tiba-tiba saja sebuah kabar baik datang.

Artikel saya yang saya kirim ke koran Kompas Jateng-DIY dimuat!

Jelas saja semangat saya kembali menggelora. Tapi ketika rintangan dan hambatan berikutnya datang, semangat saya turun lagi sehingga mulai jarang menulis. Begitu terus, terjadi berulang-ulang.

Lama-kelamaan saya capek sendiri.

Saya harus memantapkan hati, segera memutuskan mau bekerja di bidang apa. Kalau sudah diputuskan, saya harus tekun dan profesional, tidak boleh dipengaruhi oleh semangat yang naik turun.

Pada akhirnya sebuah keputusan pun diambil. Saya akan mencari nafkah dengan menulis.

Sebenarnya itu sebuah keputusan kepepet, sebab saya nggak tahu mau bekerja apa lagi, hahaha…. Rasanya itulah pekerjaan yang paling cocok untuk saya. Tapi, saya masih menyimpan ketakutan. Apakah nantinya saya bisa menjalani pekerjaan itu dengan baik?

Jujur, pada masa-masa itu saya sering merasa tersiksa saat menulis. Untuk menulis satu halaman saja beratnya bukan main. Padahal, pikiran sudah diperas sedemikian rupa. Dan hal itu berlangsung selama berjam-jam. Sangat membosankan, dan tentu saja sangat menyiksa!

Prosesnya selalu berjalan seperti ini. Ketika satu baris kalimat sudah diketik, saya menghapusnya karena nggak puas. Saya ketik lagi, lalu hapus lagi. Begitu seterusnya sehingga sulit sekali menghasilkan tulisan yang panjang dalam jumlah yang banyak. Kalau begini, bagaimana saya bisa mencari nafkah dengan menulis?

Tapi pada akhirnya saya mengabaikan rasa khawatir itu. Saya bertekad untuk menjalani proses yang menyiksa tersebut. Setiap pekerjaan ada risikonya, dan saya harus siap untuk menerima risiko itu. Barangkali ke depannya saya bisa lebih menikmatinya.

Teman-teman, maaf, bersambung ke postingan berikutnya, ya. Saya harus menyelesaikan pekerjaan lain. Tenggatnya sudah mepet banget😀

30 Responses to “Mencari Nafkah Dengan Menulis (2)”


  1. 1 walidin_wall January 1, 2014 at 11:09 am

    semangat yang luar biasa bos..
    pantas diacungi jempol.

  2. 4 MUhammad Widisono January 1, 2014 at 12:29 pm

    Yah, ternyata gak dapat pertamax……
    oh ya gan. Ini semacam motivasi gitu ya?

  3. 6 partnerinvain January 1, 2014 at 12:34 pm

    Aku kalo tidak menjalani profesiku yg sekarang ini pilihanku yang lain menulis aku punya passion disini, kayaknya menulis ini akan terus kujalani setidaknya menulis di blog

  4. 8 HAYARDIN January 1, 2014 at 1:00 pm

    why Not, sudah banyak sahabat kita yang sukses dengan menulis seperti membuat Ebook, saya sendiri sekarang sudah menikmati dari hasil ebook yang saya jual di website yang saya kelola….

  5. 10 nuel January 1, 2014 at 1:19 pm

    Aku bisa merasakan….. Cerpen yang kupost itu, yang buat kontes, itu prosesnya juga sama seperti itu. Nggak sreg, hapus lagi. Gitu terus, ampe 4 jam-an lebih. LOL..

    ANyway, bagiku, job penulis itu sebuah job yang erat banget kaitannya sama yang namanya passion atau calling. Kalau orang udah terpanggil, masa bodoh sama cibiran orang. Dan soal rejeki, pasti akan dibukakan jalan oleh Tuhan. Ada pepatah berkata, “rejeki nggak kemana.” Dan itu benar, Mas. Aku udah ngalamin. Sering dikasih rejeki di waktu yang tak terduga.😀

  6. 12 Intan Sudibjo January 1, 2014 at 3:37 pm

    saya bisa menulis di blog tapi belum tentu bisa menulis seperti mas bro, selamat ya mas, semoga makin sukses🙂

  7. 14 Ririn January 1, 2014 at 6:26 pm

    keep spirit ya mas. Memang menulis itu butuh latihan dan proses yang panjang agar bisa menulis dengan baik.

    kalau saya melihat, sepertinya mas ditter bisa coba sharing sama Pak Asep, siapa tahu bisa berkesempatan menulis di surat kabar beliau. Kebetulan beliau adalah staff redaksi Pontianak Post. Saya dulu juga ditawari untuk menulis di surat kabar beliau, tapi saya belum ada waktu hehehe😀

    Oh iya, ini blog nya Pak Asep🙂
    http://simplyasep.blogspot.com/

  8. 16 oomguru January 2, 2014 at 1:20 am

    yaahhh… kalo udah mantep jangan jadi beban dong oom..
    semangat lah!
    apalagi kalo emang niat cari nafkah dari menulis.. hal pertama yang harus dikuasai adalah MELACUR. jangan idealis, kecuali mau diterbitkan sendiri.
    hweehehehe… (bukan mengajari lhoo, oom.. itu juga kata temen2 penulis yang udah senior)

  9. 18 farizalfa January 2, 2014 at 9:26 am

    saya malah menikmati proses kalau itu saya senangi mas, enak aja gitu..😀
    hasilnya saya gak khawatirkan, Malah enak di proses kali yaa..

  10. 20 Didi Wirawan January 2, 2014 at 7:54 pm

    Menurut saya itu hasil yang tiada tara mas
    Karena setiap usaha kita itulah yang paling mulia

  11. 22 Kisah Foto January 2, 2014 at 10:46 pm

    Wah memang penuh perjuangan dalam menulis… tulisan di blog saya cenderung pendek2 karena memang belum terbiasa menulis, makanya saya sering2 nulis biar makin joss😀

  12. 24 arip January 2, 2014 at 11:07 pm

    Pengen juga kerja di bidang kepenulisan.

  13. 26 lazione budy January 3, 2014 at 3:44 am

    semangat terus pantang nyerah. Semua orang butuh proses..

  14. 28 Yulita Widya Ningsih January 3, 2014 at 12:13 pm

    semangat yang ruaarrrr biasssaaaa… selamat maa,sukses terus ya..🙂

  15. 29 ditter January 4, 2014 at 2:24 pm

    Terima kasih banyak, Mbak😀

  16. 30 Pypy January 8, 2014 at 2:30 pm

    Dalam menjalani segala sesuatu dibutuhkan semangat pantang menyerah😀 Kalau memang bagian kita, cepat atau lambat pasti sukses🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: