Kondom

Dalam rangka Pekan Kondom Nasional yang dimulai dari 1 sampai 7 Desember ini, sejumlah “Bus Kondom” dijadwalkan berkeliling di sejumlah kota untuk membagikan kondom.

Dua hari yang lalu salah satu bus itu terlihat di seputaran kampus UGM. Hal ini menjadi sorotan masyarakat luas. Media sosial −khususnya Twitter,ramai dengan protes-protes tentang adanya Bus Kondom di kampus, sebab dipandang nggak tepat sasaran.

Saya paham dengan niat mulia kemenkes dalam mengadakan sosialisasi pemakaian kondom dengan membagi-bagikan kondom gratis. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menekan penyebaran virus HIV/AIDS. Tapi jika kondom dibagi-bagikan di tempat umum, hal itu justru jauh dari niat mulia itu. Kesannya malah mendorong masyarakat −khususnya kaum muda− untuk melakukan seks bebas.

Masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kondom selain dengan membagi-bagikan “sarung pengaman” itu. Malah menurut saya jika memang ingin menekan penyebaran HIV/AIDS, fokusnya justru bukan pada kampanye penggunaan kondom, melainkan pada kampanye anti seks bebas.

Kampanye penggunaan kondom selayaknya ditujukan pada kelompok orang yang sudah nggak peduli lagi dengan dosa dalam seks bebas. Berapa persen sih jumlah kelompok ini dalam masyarakat kita? Saya rasa jauh lebih sedikit dibanding kelompok yang menjauhi seks bebas.

Saat ini kondom mudah didapat. Di apotek banyak. Di Circle K juga ada. Harganya relatif murah, apalagi bagi kaum menengah ke atas. Para penganut seks bebas yang pengen “ah-uh-ah-uh” dengan pasangan tidak resminya bisa dengan mudah membeli kondom. Jadi nggak perlu dibagi-bagi.

Menurut saya akan jauh lebih tepat jika kondom dibagikan secara gratis di kompleks lokalisasi….

18 Responses to “Kondom”


  1. 1 lazione budy December 5, 2013 at 12:38 am

    setuju, menteri blunder ki

  2. 3 capung2 December 5, 2013 at 10:35 am

    klo ke kampus tuh shrsnya bagi2 buku gratis buat mahasiswa bukan kondom yang disebar.. nih yg dibilang orang pinter tapi bloon !

  3. 5 nuel December 5, 2013 at 1:51 pm

    Aku setuju banget kalimat terakhirnya…

  4. 7 arip December 5, 2013 at 4:32 pm

    Emang dasar nih Menteri Kesesatan.

  5. 9 Yulita W.N December 5, 2013 at 6:02 pm

    kalau seperti ini namanya menyelesaikan masalah dengan masalah ya mas..
    cuma bisa geleng2 kepala,,kok ada ya pekan kondom nasional..

  6. 11 airyz December 6, 2013 at 9:41 am

    bener gan, dak perlu dibagi2 juga udah banyak yang jual dimana2..

  7. 13 dedekusnpeace December 7, 2013 at 7:47 am

    Se7 banget. Semoga tidak terulang.
    Salam.
    dedekusn.com

  8. 15 harumhutan December 7, 2013 at 4:11 pm

    saya termasuk orang yang menentang dengan pembagian kondom gratis ini
    ini sama saja dengan melegalkan seks bebas ,

    ini loh boleh asal dengan menggunakan kondom jadi tidak tertular hiv..

    sudah jaminankah dg menggunakan kondom hiv bisa dibasmi?
    mau menyelamatkan tapi salah kaprah😦

  9. 17 Pypy December 10, 2013 at 3:33 pm

    Setuju sama kalimatnya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: