[Bincang-Bincang] Nico Rosady –Editor Novel Unfriend You

Sejauh ini saya sudah buat 5 postingan di blog saya pada event Gagas Debut Virtual Book Tour. Nah, kali ini saya akan memuat tulisan terakhir saya dalam event keren tersebut, yakni postingan keenam.

Selain mewawancarai penulis novel Unfriend You, saya juga dapat kesempatan untuk mewawancarai editor novel tersebut, yakni Nico Rosady. Lumayan nih buat nambah-nambah informasi dan pengetahuan tentang dunia kepenulisan.

Yuk, kita simak hasil wawancaranya berikut ini!

——————————————-

Apa kesan Mas Nico saat pertama kali membaca draft novel Unfriend You?

Salah satu yang sangat menarik bagi saya adalah bagian prolog. Selama membaca naskah, saya jadi menebak-nebak mengapa pada akhirnya tokoh Katrissa bisa menjadi korban? Bagaimana perlawanan yang dilakukannya? Bullying bukan saja dilakukan oleh anak-anak populer terhadap anak-anak tak populer, atau yang kuat terhadap yang lemah, tapi bisa terjadi terhadap siapa pun dan dilakukan oleh siapa pun.

——————————————-

Apakah ada pengalaman menarik saat mengedit novel ini?

Sepertinya yang membuatnya menarik dan istimewa adalah novel Unfriend You merupakan novel pertama yang saya sunting dari GagasMedia.

——————————————-

Apakah sempat terjadi perdebatan yang “panas” dengan penulis saat mengedit novel ini?

Saya tidak berhubungan langsung dengan Dyah Rinni sebagai penulisnya. Namun, ada beberapa hal yang saya perdebatkan dengan Jia Effendie selaku proofreader novel ini. Selain itu, pada saat menyunting novel ini, saya belum menjadi editor yang kritis dan teliti—seperti sekarang. Biasanya, sih, penulis akan mendapatkan surat cinta dari saya sepanjang berlembar-lembar sebagai catatan untuk revisi.

——————————————-

Bullying yang diceritakan di novel Unfriend You kan terjadi dalam dunia cewek. Apakah hal ini enggak menjadi kesulitan bagi Mas Nico dalam menyunting novel ini?

Tidak menyulitkan. Ketika membaca sebuah novel, saya selalu dapat tenggelam menjadi tokoh dalam cerita. Begitu pun ketika menyunting, saya akan menjadi tokoh dalam cerita pula. Lagi pula, saya lebih sering menemukan bullying dengan pelaku cewek di kehidupan nyata atau di dunia fiksi, sehingga cukup bisa dijadikan referensi dalam menyunting novel ini.

——————————————-

Apakah Mas Nico sempat mempelajari literatur tentang bullying saat menyunting novel ini?

Saat menyunting, saya tidak mempelajari literatur tertentu tentang bullying. Hanya saja saya menggunakan pengetahuan saya tentang itu—yang sudah akrab dengan bullying sejak lama—dari berbagai cerita yang pernah saya baca atau saya tonton dan dari kejadian bullying yang terjadi di sekitar saya.

——————————————-

Minta pendapat Mas Nico tentang Bullying dong!

Disadari atau tidak, bullying selalu ada di sekitar kita, di kehidupan sehari-hari kita. Di masa sekolah sejak sekolah dasar hingga menengah, tanpa saya ketahui ketika itu sebenarnya saya adalah salah satu korban bullying juga. Saya mencoba melawan mereka meski percuma saja saat itu.

Nah, para anak-anak dan remaja kebanyakan tidak merasa apa yang mereka lakukan itu salah, karena menurut mereka, hal itu bukanlah bullying melainkan hanya main-main saja. Atau pemikiran “korban pantas diperlakukan seperti itu” telah tertanam dalam kepala mereka dan harus segera kita singkirkan.

Bullying dapat dihentikan —bahkan tidak perlu terjadi— jika ada peran serta semua orang—korban, pelaku, dan orang-orang di sekitar mereka yang mengetahui hal itu. Korban sebaiknya tidak diam saja, tetapi melawan dalam bentuk apa pun—pasti akan ada hasilnya meski pada awalnya sulit dilakukan. Hargai dan hormati diri sendiri dengan tidak membiarkan orang lain menindas kita.

Orang-orang di sekitar yang mengetahui ada bullying pun harus segera menyelamatkan korban dan mengingatkan pelaku bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Jangan pula takut untuk melapor kepada yang berwenang jika memang diperlukan.

Saat ini, bullying marak dilakukan di dunia maya, dan secara massal. Hal ini lebih mengerikan meski hanya secara verbal melalui teks atau gambar. Parahnya lagi, para pelaku tidak sadar kalau mereka sedang melakukan bullying. Menakutkan, bukan?

Maka, hargai dan hormati pula orang lain agar kita tidak menjadi pelaku bullying nantinya.

——————————————-

Apakah editor turut berperan serta dalam menentukan gambaran umum desain sampul dari buku yang disuntingnya?

Editor pun mempunyai peran untuk menentukan gambaran umum desain sampul, yang menyampaikan kepada desainernya. Karena editor sudah pasti lebih mengerti bagaimana keseluruhan isi naskah dan berusaha agar desain sampulnya cocok atau bahkan mendukung, selain agar terlihat menarik dan dapat menimbulkan minat orang untuk membacanya. Pada novel ini, Jia Effendie selaku editor dari GagasMedia yang bertanggung jawab terhadap novel inilah yang turut berperan.

——————————————-

Bagaimana sih kisahnya sampai bisa bekerja sebagai editor di GagasMedia? Ceritakan, dong!

Saya sebenarnya bekerja sebagai editor lepas. Kemudian saya mendapatkan tawaran dari Jia Effendie yang memang editor GagasMedia untuk menyunting salah satu naskah yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai pembaca novel-novel GagasMedia sejak dulu, dan selalu berandai-andai suatu saat dapat menyunting naskah di penerbit ini, maka saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

****

Nah, begitulah hasil wawancara saya dengan Mas Nico. Kalau ada yang ingin mengenal dia lebih jauh, monggo simak kicauannya di @tuannico .

Dengan selesainya postingan ini, maka selesai pula tugas saya dalam event Gagas Debut Virtual Book Tour. Nah, sekarang saatnya bersantai-santai dengan membaca 15 novel terbaru hadiah dari Gagas Media. Ihiiy!😀

22 Responses to “[Bincang-Bincang] Nico Rosady –Editor Novel Unfriend You”


  1. 1 arip November 16, 2013 at 2:50 pm

    Asyik nih ngewawancara terus.

  2. 3 Pemuncak November 16, 2013 at 4:36 pm

    uhuy… keren2… akhirnya kelar juga ya…. selamat bersantai membaca novel2nya..😀

  3. 5 M A Vip November 16, 2013 at 5:05 pm

    goood… wawancarain aku dong🙂

  4. 7 Ilham November 16, 2013 at 8:04 pm

    keren mas adit bisa mewawancari penulis dan editornya. mangstab.🙂

  5. 9 nuel November 16, 2013 at 9:16 pm

    Badanku langsung merinding, saat membaca saat membaca bagian perdebatan panas dengan penulis. Jadi beneran nggak sabat nih nunggu novelku beneran terbit…. Mesti rajin2 buka email nih…

  6. 11 Index Apk November 17, 2013 at 2:15 am

    mantap banget dah mas,,,

  7. 13 Playfroze November 17, 2013 at 5:30 am

    wah hebat ya… bisa mewawancarai penulis dan juga penyuntingnya… selamat ya… ^_^

  8. 15 Dhenok Habibie November 17, 2013 at 6:32 am

    mau novelnya diiiiiiittt… ditunggu warisannya yaaa, hahahaha..😀

  9. 17 Ririn November 17, 2013 at 5:01 pm

    Wah banyak sekali nich acara wawancara eksklusif nya. Jadi banyak belajar dech sama kesuksesasan para master tersebut🙂
    soalnya saya mas newbie alias pemula getu😀

  10. 19 Intan Sudibjo November 17, 2013 at 7:46 pm

    dari kemarin saya susah banget komen di sini, kenapa ya?

  11. 21 yayack faqih November 17, 2013 at 8:49 pm

    beruntung bsa mewawancarai penulis novel keren, eh tapi dink sya belum baca itu novel heheee


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: