[Bincang-Bincang] Michan –Editor The Way We Were

Setelah berbincang-bincang dengan Sky Nakayama -penulis novel The Way We Were-, kini saya berkesempatan untuk mewawancarai editornya, yakni Mita M. Supardi alias Michan. Lucky me!

Kesempatan ini saya dapat karena saya menjadi salah satu host dalam event Gagas Debut Virtual Book Tour. Jadwal lengkap event tersebut bisa dilihat di sini. Dalam event ini, ada banyak cerita menarik tentang novel-novel karya para penulis yang baru pertama kali menerbitkan novelnya di Gagas Media. Seru!

Nah, seperti apa sih hasil wawancara saya dengan Michan -editor di Gagas Media-? Ayo kita simak bersama!

—————————————

Apa sih kesan Kakak saat pertama kali membaca draft novel The Way We Were?

Pertama kali membacanya? Belum membaca saja saya sudah agak nahan napas karena naskah TWWW ini awalnya tebal sekali. Hehehe.

—————————————

Hahaha….

Kalau nggak salah, judul “The Way We Were” merupakan ide Kakak, ya. Bagian atau adegan mana dari isi novel yang membuat Kakak menemukan ide judul itu?

Iya, itu hasil keputusan redaksi. Karena melihat banyak hal yang ditautkan tokoh utama tentang dulu dan sekarang.

—————————————

Ooh, gitu…. *manggut-manggut.

Saat mengedit naskah novel ini, sempat terjadi perdebatan mengenai isi, plot, atau ending cerita nggak, Kak?

Sampai berdebat banget, sih, enggak. Tapi memang selalu intensif untuk komunikasi dengan penulisnya. Terlebih karena banyak adegan yang harus dipangkas dan ditambahkan oleh penulis.

So far, Sky itu asyik buat diajak diskusi, kok.

—————————————

Apakah ada kesulitan saat mengedit naskah ini?

Tidak.

—————————————

Hmmm… modal dasar apa yang diperlukan untuk mengedit novel romance seperti ini?

Selain harus tahu tentang plot yang baik, logika cerita juga jangan sampai kelewat.

—————————————

Ilustrasi yang ada di dalam buku merupakan rekomendasi dari Kakak atau ilustrator sendiri yang menentukan adegannya?

Rekomendasi dari redaksi dan penulis yang menentukan adegannya.

—————————————

Sudah berapa lama menjadi editor, Kak? Apakah khusus mengedit naskah-naskah romance saja?

Hampir setahun. Iya, saya khusus mengedit naskah fiksi, tapi tidak hanya romance saja, loh.🙂

—————————————

Menurut Kakak, novel romance seperti apa sih yang disukai pembaca?

Kebanyakan, sih, yang bikin pembaca merasa cerita dalam novel adalah ‘gue banget’ gitu. Hehehe.

—————————————

Ooh, gitu… bener juga sih, hehe….

Apakah Kakak selaku editor selalu melakukan riset untuk mengetahui tren dan kebutuhan pembaca? Atau apakah hal itu sudah ada bagian lain yang melakukannya, dan Kakak semata-mata tinggal mengedit naskah saja?

Di GagasMedia, memang semua editor diharuskan riset ini-itu, bahkan kami punya jadwal khusus untuk brainstorming ide.

—————————————

Wah, seru banget, ya! Btw, gimana sih rasanya kerja jadi editor di Gagas Media?

Bekerja sebagai editor di GagasMedia itu rasanya seperti mimpi menjadi nyata. Menyenangkan!

—————————————

Waah, asyiknyaaaa…. Oke deh, terima kasih banyak atas waktunya, ya, Kak. Terima kasih juga sudah berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, hehe…. Sukses!🙂

Sama-samaa. Terima kasih juga, yaa. Dengan senang hati menjawab semua pertanyaanmu. Salam kenal dan sukses juga yaa!

Keep writing!

****

Demikianlah hasil wawancara saya dengan Kak Michan. Semoga berguna bagi teman-teman -pengunjung blogditter.com-, khususnya bagi yang ingin menjadi editor, hehe….😀

Bila ingin mengetahui Kak Michan lebih jauh, kunjungi saja rumahnya di http://carimichan.tumblr.com atau ikuti kicauannya di @carimichan .

Kak Michan

Kak Michan

17 Responses to “[Bincang-Bincang] Michan –Editor The Way We Were”


  1. 1 Ririn November 10, 2013 at 7:19 am

    Luar biasa kak michan ini ya. Masih muda sudah menjadi editor novel. Salut saya🙂
    Kalau saya mah nggak bisa nulis hehe😀

  2. 3 Dhenok Habibie November 10, 2013 at 1:04 pm

    wuidiiiih, sekarang ceritanya lagi hobby ngewawancara to. sesama editor saling wawancara yaaa, hehe.. :p

  3. 5 Nurul Imam November 11, 2013 at 5:04 am

    Michan love you😀

  4. 7 Wewengkon Sumedang November 11, 2013 at 7:44 am

    kak michan ini memang bener-bener keren ya…
    semoga kita juga bisa kreatif seperti dia

  5. 9 Intan Sudibjo November 11, 2013 at 12:08 pm

    ujung namanya terdapat nama supardi, wow banget deh😀

  6. 11 BlogS oF Hariyanto November 11, 2013 at 12:53 pm

    harus tahu tentang plot yang baik, logika cerita juga jangan sampai kelewat…tips yang patut disimak dari hasil wawancara ..luarbiasa🙂

  7. 13 lazione budy November 12, 2013 at 5:12 am

    Wuih manteb. Blog-nya Tumbl. Ga punya akun di sana.
    😀

  8. 15 Pypy November 13, 2013 at 9:24 am

    Bagus tuh dr hasil wawancara byk yg bisa diambil pelajarannya.. Ditunggu wawancara dgn penulis dan editor lain😀


  1. 1 Adu Menulis: Michan VS Alex | Catatan gado-gado Trackback on May 12, 2014 at 7:08 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: