[Resensi Buku] The Way We Were

the-way-we-were

Bebaskan hatimu. Karena air mata, tak pernah membuatmu lucu. Kemarilah dan genggam tanganku. Untuk segala rasa dan cinta yang ingin berlabuh.

Novel tulisan Sky Nakayama ini bercerita tentang seorang gadis mungil berumur 18 tahun, namanya Laut Senja. Ia merantau ke Bandung dari Jakarta untuk kuliah.

Bab pertama dimulai dengan cerita perjalanan Laut ke Bandung pada awal kepindahannya ke kota kembang itu. Di dalam bus, ia bertemu dengan seorang cowok bernama Oka. Momen pertemuan tersebut sangat berkesan bagi Oka, dan selanjutnya Oka selalu mengingatnya.

Laut dan Oka pada akhirnya berkenalan dan menjalin pertemanan. Dari awal Oka sudah suka sama Laut, dan lama-kelamaan rasa suka itu semakin kuat.

Sayang, Laut tidak sadar bahwa Oka menyukainya. Ini karena Laut jarang sekali memikirkan masalah cinta. Pikirannya sudah dipenuhi oleh masalah keluarga yang membuatnya sangat terguncang.

Masalah keluarga Laut mengambil porsi cukup besar dalam novel ini.

Selain dua tokoh di atas, ada lagi tokoh lainnya yang membuat cerita semakin menarik, yakni Kei dan Alin. Kei adalah sahabat baik Oka, sementara Alin adalah sahabat karib Laut.

Persahabatan antara Oka dan Kei sangat dekat, dan karena itu Oka tidak ragu-ragu bercerita kepada Kei bahwa dirinya menyukai Laut. Namun, pada perjalanannya, Laut justru lebih banyak menghabiskan waktu bersama Kei dibanding Oka.

Sementara itu, Alin menyukai Kei, dan Laut tahu hal ini, sebab Alin pernah menceritakannya. Namun, Laut tidak terlalu ingat, sebab lagi-lagi pikirannya dipenuhi oleh masalah keluarga yang menimpanya.

Keempat tokoh ini selanjutnya terlibat dalam sebuah konflik asmara yang seharusnya rumit, namun penulis membawakannya (dan menyelesaikannya) dengan sederhana.

Jalan cerita novel setebal 257 halaman ini menarik untuk diikuti. Gaya bertutur dan pilihan katanya juga bagus. Sangat pas dibaca saat lagi santai.

Karakter Laut dalam novel ini kuat, begitu pula dengan karakter lainnya. Jujur, karakter Laut ini tipe saya banget, hahaha…. Pengen rasanya masuk ke dalam novel, lalu memeluk Laut seerat-eratnya, hahaha….

****

Judul: The Way We Were

Penulis: Sky Nakayama

Tebal: vii + 257 halaman

Tahun: 2013

Penerbit: Gagas Media

13 Responses to “[Resensi Buku] The Way We Were”


  1. 1 lazione budy November 8, 2013 at 12:19 am

    Orang Jakarta kuliah di Bandung. Saya kurang suka novel cinta.

  2. 3 Intan Sudibjo November 8, 2013 at 7:56 am

    novel cinta memang selalu menjadi inspirasi tersendiri bagi pembacanya, trims buat berbaginya sob🙂

  3. 5 Angga Kusuma Nugraha November 8, 2013 at 5:13 pm

    klo indonesia novel biasanya drama klo gak komedi yak
    makanya jujur saya jarang banget baca novel indonesia
    kecuali yang bener2 aneh macem laskar pelangi
    hehe..

  4. 7 Sabda Awal November 8, 2013 at 7:19 pm

    kira kira mirip kayak perahu kertas ngga ya perjalanan cintanya?

  5. 9 deltayordani November 10, 2013 at 5:47 pm

    Ini sepertinya, cerita cinta segi empat yak? =))

    seperti biasa, covernya gagas cantik😀

  6. 11 rebelmouse.com September 19, 2014 at 12:07 pm

    I pay a visit day-to-day some sites and sites to read content,
    however this webpage gives feature based writing.


  1. 1 [Bincang-Bincang] Sky Nakayama – Penulis The Way We Were | Catatan gado-gado Trackback on November 9, 2013 at 12:06 am
  2. 2 Mudah Jatuh Cinta | Catatan gado-gado Trackback on November 14, 2013 at 12:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: