Penjaja Tahu Sumedang

Kadang-kadang saya merasa betapa sulitnya mencari uang demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Mau beli ini-itu nggak kesampaian. Iri melihat kaum kelas menengah atas yang bisa menikmati nyamannya udara sejuk di dalam mobil di tengah cuaca yang panas. Tapi, sesungguhnya saya nggak pantas untuk mengeluh….

Beberapa hari yang lalu saat sedang berada di seputaran masjid UGM, saya duduk di sebelah seorang penjual tahu Sumedang. Ia tampak sedang memijat-mijat kakinya. Saya pun mencoba membuka obrolan dengannya. Ternyata ia cukup ramah dan terbuka.

Katanya ia merasa pegal-pegal, sebab habis berjalan jauh menjajakan tahu Sumedang dagangannya. Saya lihat ke keranjang yang ia bawa, tahu Sumedangnya masih banyak alias belum pada laku. Padahal, saat itu sudah lewat tengah hari.

Ia bercerita bahwa dalam sehari ia bisa memperoleh keuntungan maksimal 30 ribu. Tapi itu kalau seluruh dagangannya habis. Bila masih sisa, maka ia harus tombok. Juragannya memberlakukan sistem beli putus. Laku nggak laku, setorannya tetap sama.

Bayangkan, bila dagangannya tidak habis, paling-paling ia hanya mendapatkan keuntungan sebesar 20 ribu. Tapi, itu masih harus dipotong untuk menombok (mengganti) tahu yang nggak laku.

Bisa-bisa dalam sehari ia hanya bisa membawa uang 10 ribu rupiah. Uang sejumlah demikian untuk makan dua kali saja langsung habis. Itu pun dengan menu yang sangat sederhana.

Setelah pertemuan tersebut, saya merasa malu karena sering mengeluh atas kondisi saya saat ini. Bila ingin mendapatkan “lebih”, seharusnya saya bekerja keras, bukannya malah berkeluh-kesah.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi saya supaya ke depan bisa lebih baik lagi. Dan semoga bapak penjual tahu Sumedang itu diberi kelancaran rezeki, amin….

23 Responses to “Penjaja Tahu Sumedang”


  1. 1 Tebak Ini Siapa October 9, 2013 at 10:20 am

    Pukpuk…
    Kalau mau ngeluh emang kadang harus ngeliat orang yang lebih gak beruntung ya…

  2. 3 n1ngtyas October 9, 2013 at 10:25 am

    aduh jadi sedih bacanya.. kontras sekali dengan kisah pengemis yang dalam 2 hari mengemis di Jakarta bisa mengumpulkan 3.5 juta rupiah. si bapak penjual tahu ini sehari hanya 10ribu😦

  3. 5 Rohis Facebook October 9, 2013 at 12:29 pm

    dlm urusan dunia lihatlah ke bawah.., dlm urusn ibadah lihatlah ke atas….🙂

  4. 7 pursuingmydreams October 9, 2013 at 2:13 pm

    Kita haruslah beli dagangan pedagang kecil spt penjual tahu tsb, walau ga punya alasan misal ga suka tahu, demi membantu kan ga apa-apa ya sesekali membeli dagangan mereka🙂 .

  5. 9 giewahyudi October 9, 2013 at 4:58 pm

    Iya, kalau ingin bersyukur ya liat ke bawah, masih banyak orang belum seberuntung kita..

  6. 11 uul October 10, 2013 at 7:41 am

    selalu bersyukur dengan keadaan kita. Kayak pepatah apa ya ..
    untuk urusan akhirat, lihat lha orang diatasmu,
    sedangkan untuk urusan duniawi..lihat lha orang2 dibawahmu😀

  7. 13 sabda awal October 10, 2013 at 9:43 am

    miris membacanya. Keseringan kita memang kurang bersyukur. Entahlah, kadang kita ngga menghargai hidup ini..

  8. 15 Yulita Widya Ningsih October 10, 2013 at 10:20 am

    hmmm,,,masih banyak orang yg bekerja keras tapi hasilnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. semoga diberi kesabaran dan semangat untuk bekerja lebih giat lagi si tukang tahu sumedang tersebut.
    aku suka tuh tahu sumedang buat bikin tahu gejrot,hehehe

  9. 17 eksak October 10, 2013 at 8:40 pm

    Kalo wong Jowo bilangnya Sawang sinawang, Mas! Makanya liat tuh ke bawah aja, jgn ke tengah apalagi ke atas! Hehe

  10. 19 sobat pasir October 11, 2013 at 6:55 am

    hidup ini harus selalu bersyukur gan, bener banget tindakan yang dilakukan agan, urusan dunia kita harus melihat kebawah gan (melihat orang yang susah dari kita gan) agar kita menjadi insan yang lebih bersyukur.

  11. 21 turiscantik October 13, 2013 at 7:51 pm

    aminnnnn😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: