Janji (2)

urlDulu saya pernah bikin postingan tentang janji di sini. Nah, kali ini saya akan membicarakannya lagi.

Saya punya seorang teman baik yang pintar dan suka bekerja keras. Teman saya ini suka bikin janji. Pada saat membuat janji, ia menjelaskan dengan menggebu-gebu bahwa ia pasti akan menepati janjinya.

Ia juga menerangkan langkah-langkah apa yang akan ia lakukan supaya janjinya terlunasi. Cara menjelaskannya sangat meyakinkan, karena dia memang pandai berbicara.

Tapi sayang, pada kenyataannya dia jarang menepati janjinya. Saya cukup heran kenapa bisa begitu. Padahal selama bersahabat dengannya, saya bisa menilai bahwa ia adalah orang yang baik dan jujur.

Merasa penasaran, saya pun bertanya langsung kepadanya. Ia bercerita bahwa ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menepati janji, tapi sering gagal karena kondisi sulit sering menghampirinya. Ia pun curhat bahwa sebenarnya ia sangat tertekan karena nggak bisa melunasi janji-janjinya. Tapi mau bagaimana lagi, keadaan memaksanya demikian.

Saya akui bahwa sepertinya keberuntungan memang kurang berpihak kepadanya. Ia sering dibelit kondisi-kondisi yang sulit. Tapi terlepas dari itu semua, saya menilai bahwa ia terlalu banyak membuat janji kepada banyak orang, dan hal ini sangat menyulitkannya, entah ia sadari atau nggak.

Sebagian besar janji itu pada akhirnya saling bentrok, dan dia harus mengalahkan beberapa janji. Namun berhubung dia adalah orang yang baik, maka dia berupaya supaya janji yang bentrok itu terlunasi semuanya. Sayang, yang terjadi justru sebaliknya. Janji-janji tersebut malah nggak ada yang terlunasi. Akhirnya teman-teman dan relasinya pun menilai bahwa dia bukan orang yang bisa dipercaya.

Saya mengambil pelajaran besar dari teman saya, bahwa sebaiknya kita jangan sembarangan membuat janji. Janji adalah utang, jadi harus kita harus berhati-hati dengannya supaya nggak terkena masalah. Kalau kira-kira kesulitan memenuhinya, lebih baik nggak usah berjanji.

Semoga teman saya itu juga bisa mengambil pelajaran dari masalahnya, dan semoga Allah memberikan kelancaran kepadanya, amin….

Gambar diambil dari sini.

25 Responses to “Janji (2)”


  1. 1 chickenGrin September 27, 2013 at 6:41 am

    iya betul2…. harus ada yang di prioritaskan…

  2. 2 Nakusan Bali September 27, 2013 at 7:30 am

    kasihan ya temannya. ini buat pembelajaran untuk kita agar tidak gampang membuat janji.

  3. 3 nuel September 27, 2013 at 10:14 am

    Kalau aku sih, jarang banget bikin janji seenaknya…. Selalu bilang, “Tar yah, kalau memungkinkan, gue dateng” tiap ada yang minta ketemuan… Kesannya kayak sombong, tapi seenggaknya lebih baik, kan?

  4. 4 kakaakin September 27, 2013 at 12:46 pm

    Memang gak gampang berurusan dengan janji. Rasa percaya orang lain terhadap kita yang menjadi taruhannya…

  5. 5 fannywa September 27, 2013 at 1:18 pm

    Kata orang, kalo’ lagi marah jangan menjawab apapun, dan kalo’ lagi hepi jangan bikin janji apapun🙂

    • 6 ditter September 28, 2013 at 6:28 pm

      @ChickenGrin: Sip!

      @Nakusan Bali: Iya mas🙂

      @Nuel: Iya, itu memang lebih aman mas, hehe….

      @Kakaakin: Iya, karena itulah kita harus berhati-hati, ya….

      @Fannywa: Wah, bener juga tuh mbak😀

  6. 7 araaminoe September 27, 2013 at 1:27 pm

    Iya, klo gak bisa menepati mbok ya jangan janji, asmie termasuk yang sering dikibulin..😦

  7. 9 alasaya September 27, 2013 at 5:45 pm

    kayak politisi aja ya pandai berjanji jarang terbukti

  8. 10 Yulita Widya Ningsih September 27, 2013 at 5:48 pm

    janji yg telah dibuat duluan seharusnya yg di prioritaskan. semoga temannya ga bikin janji-janji terus ya.. kasian nti klo ada yg ngomong,janjimu palsu!hehe..

  9. 11 Indra September 28, 2013 at 8:35 am

    Bisa menjadi pelajaran, jangan gampang berjanji bila tidak yakin bisa menepati…

  10. 12 uswah syauqie September 28, 2013 at 9:24 am

    wajah pemimpin indonesia, kebanyakan janji jarang ditepati.. ini namanya sesumbar

  11. 13 Rawins September 28, 2013 at 11:10 am

    janji bentrok itu wajar kok
    yang penting engga janjian buat bentrokan

  12. 14 Aul Howler September 28, 2013 at 3:46 pm

    Yep, janji adalah hutang.

    kalo blm bisa menjamin, mestinya bilang “insya Allah” aja.
    jadi kalo nanti nggak bs ditepati karena berbagai faktor kita nggak ngerasa berhutang

    • 15 ditter September 28, 2013 at 6:34 pm

      @Araaminoe: Waduh, pasti jengkel banget ya, Mbak….

      @Fahri’s Articles: Betull…

      @Alasaya: Hahaha… bener juga ya, Mbak…😀

      @Yulita Widya Ningsih: Tadinya aku mau ngomong gitu mbak, tapi nggak tega, haha….

      @Uswah Syauqie: Semoga pemimpin kita juga segera berbenah😀

      @Rawins: Waduh, gawat itu mas, haha….

      @Aul Howler: Kalau belum bisa menjamin sih sebaiknya malah jangan menjanjikan apa-apa, hehe….

  13. 16 Pendar Bintang September 28, 2013 at 8:24 pm

    Bener, jangan sembarangan membuat janji…dosa lho kalau gak bisa nepatin di samping bikin sebel yang dijanjiin😀

  14. 17 rizkythoriqzone September 28, 2013 at 9:28 pm

    kalau saya nggak berani mas, janji dengan memberi kepastian, soalnya kan saya belum tahu kedepannya gimana, siapa tahu pas bentrok juga sama yang lain yang mungkin lebih penting

  15. 18 TONGKONANKU September 29, 2013 at 3:04 am

    Janji itu kalau gak ditepati, bisa jadi bumerang bagi diri sendiri. Karena sekali kita ingkar janji, makan selamanya orang gak akan percaya lagi.

  16. 19 Nurul Imam September 29, 2013 at 5:42 am

    Saya ga berani bikin janji klo ragu buat nepatinnya mas

  17. 20 Erit07 September 29, 2013 at 9:24 am

    Kalau sulit menepati,lebih baik jangan banyak membuat janji…

  18. 21 giewahyudi September 29, 2013 at 2:02 pm

    Lebih baik tidak berjanji, tindakan nyata saja langsung..

    • 22 ditter October 5, 2013 at 4:10 pm

      @Pendar Bintang: Iya, bener tuh, Mbak….

      @Rizkythoriqzone: Toss!

      @Tongkonanku: Wah, bener banget itu, Mas….

      @Nurul Imam: Sama, Mas😀

      @Erit07: Setuju!

      @Giewahyudi: Sepakat!


  1. 1 Kesiangan | Catatan gado-gado Trackback on November 24, 2013 at 1:34 pm
  2. 2 Biarkan Mereka Menjadi Gila | Catatan gado-gado Trackback on March 20, 2014 at 12:00 pm
  3. 3 Menggampangkan Janji | Catatan gado-gado Trackback on November 6, 2014 at 2:27 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: