Kebutuhan Hidup

Kalau nggak salah beberapa hari yang lalu di ibu kota ada demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah, ya? Saya sempat dengar beritanya. Jumlah kenaikan upah yang dituntut buruh katanya lumayan besar.

Munculnya gejolak sosial itu saya rasa tidak terlepas dari meningkatnya harga kebutuhan pokok.

Akhir-akhir ini saya mulai sadar bahwa banyak bahan makanan yang naik harganya. Beberapa warung makan langganan saya pun sudah menaikkan harga. Kalau biasanya saya hanya menghabiskan sekian rupiah untuk makan dalam sehari, maka kini sudah bertambah.

Padahal, kebutuhan saya nggak cuma makan aja. Ada banyak lagi kebutuhan lain yang mau nggak mau perlu dipenuhi. Misalnya uang bensin, parkir, sabun, pulsa, dan sebagainya.

Sepertinya sih itu cuma kebutuhan kecil. Tapi jangan salah, kalau dihitung-hitung, ternyata besar juga. Parkir misalnya. Di sini cuma mampir ke ATM lima menit aja bayar parkir seribu rupiah. Mampir ke warung makan juga. Sayangnya, sebagian besar merupakan parkir liar. Pastinya uang parkir itu nggak masuk ke pemerintah. Paling-paling masuk ke kantong para preman.

Memang sih kita masih tetap bisa hidup meskipun kebutuhan kecil itu nggak terpenuhi. Tapi entah kenapa kita nggak sampai hati kalau sampai nggak berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.

Ditambah lagi tuntutan gaya hidup zaman sekarang rasanya semakin menambah banyak jenis kebutuhan. Misalnya, acara kumpul-kumpul bersama teman-teman.

Dalam sebulan, pasti ada beberapa teman saya yang mengajak makan atau main-main ke tempat hiburan. Kalau nggak ikut, rasanya gimana gitu. Kalau ikut, isi kantong lumayan terkuras. Tapi biasanya sih saya memilih untuk tetap ikut, hehe….

Soalnya bagaimanapun saya butuh hiburan juga, kumpul sama teman-teman. Hanya memang frekuensinya saya batasi supaya nggak terlalu sering. Jangan sampai terlalu membebani pendapatan bulanan saya.

Untuk mengimbangi kebutuhan yang banyak itu, sepertinya saya harus berusaha lebih kreatif lagi untuk meningkatkan pendapatan. Tentunya dengan cara yang halal, ya. Misalnya meningkatkan skill.

Semoga kita semua diberi kelancaran rezeki dan kemudahan dalam bekerja. Amin….🙂

4 Responses to “Kebutuhan Hidup”


  1. 1 pursuingmydreams September 10, 2013 at 12:51 am

    Katanya sih UMR Jakarta maunya 3 juta sekian, enak banget klo benar dijalanankan, karena kebutuhan hidup semakin gila naiknya.

  2. 2 arip September 10, 2013 at 6:36 am

    Huuh ni yg paling nguras tuh ikut-ikutan kongkow sama temen. Klo makan kudu di resto terus, dan parahnya saya biasanya suka pesen yg aneh-aneh, padahal itu menu yg mahal.

  3. 3 nuel September 10, 2013 at 11:34 am

    Semangat!!! And good luck…

    ^^

  4. 4 Kang Ucup October 15, 2013 at 11:12 pm

    mumpung masih muda mas, nggak pa-pa boros dikit😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: