Pedagang Kaki Lima

Beberapa waktu yang lalu saya sempat nonton berita di televisi tentang penertiban pedagang kaki lima. Kenapa mereka harus ditertibkan? Rupanya karena berjualan di daerah yang tidak semestinya, misalnya di trotoar.

Di kota tempat tinggal saya ada banyak juga pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Hampir semuanya menyebabkan kemacetan. Parkiran untuk para pembeli memakan hampir setengah badan jalan.

Yang kasihan jadinya pejalan kaki, sebab mereka nggak bisa berjalan dengan nyaman. Mereka terpaksa harus ekstra hati-hati. Kalau nggak, bisa-bisa nanti terserempet kendaraan yang lewat.

Saya sepakat bahwa pedagang kaki lima seperti itu memang perlu ditertibkan. Bagi yang sepakat juga, tentu kita perlu melakukan tindakan nyata. Kira-kira bagaimana, ya? Mungkin kita bisa coba dengan berusaha menghindari beli sesuatu di pedagang kaki lima yang melanggar aturan tempat.

Salah satu yang membuat pedagang kaki lima betah berjualan di pinggir jalan adalah karena ada pembelinya. Kalau pembeli sedikit, saya yakin otomatis mereka akan mencari tempat lain. Syukur-syukur kalau pemerintah bisa menyediakan tempat yang layak, jadi para pedagang itu nggak perlu kebingungan.

Saya perhatikan, banyak kok warung makan atau toko yang menjual makanan atau barang dengan harga yang murah. Padahal mereka bertempat di bangunan yang “resmi”, yang bayar sewanya sering kali harus berutang ke bank.

Jadi, kalau ingin cari yang murah (dan enak), menurut saya nggak harus ke pedagang kaki lima.

Malah kalau dari segi kesehatan, makanan yang dijual di pinggir jalan kurang higienis, sebab terpapar polusi asap kendaraan bermotor. Orang-orang yang sangat memperhatikan kesehatan biasanya nggak mau beli makanan di pinggir jalan.

Teman-teman sudah pernah berjalan kaki di trotoar yang digunakan oleh pedagang kaki lima?

6 Responses to “Pedagang Kaki Lima”


  1. 1 pursuingmydreams August 20, 2013 at 9:15 pm

    Semoga trotoar di fungsikan kembali bagi pejalan kaki, bukan sbg tempat berjualan😦 . Ga bisa jalan di trotoar klo sdh penuh tenda birunya, jalan di jalanan malah di senggol mobil, nah minta ganti rugi ke siapa nih?😀 .

  2. 2 Fauzi August 20, 2013 at 9:21 pm

    Artinya, yang sebetulnya nggak bener adalah pembelinya. #eh

  3. 3 lazione budy August 21, 2013 at 2:47 am

    Setuju, PKL yg jualan di badan jalan atau trotoar itu mengganggu.
    Kalau hanya kita-kita yg sepakat utk tidak membeli pada PKL berat, karena mayoritas masyarakat kita masih cari yg praktis.

    Kita butuh Jokowi untuk presiden 2014.

  4. 4 Danni Moring August 21, 2013 at 7:25 am

    mungkin biar lebih adil, PKL tetap ditertib di tempat2 yg memang ga boleh,tetapi dilain sisi dialihkan ke suatu tempat dimana dia masih bisa mencari nafkah kali ya…jadi ga asal digusur..

  5. 5 duniaely August 21, 2013 at 12:31 pm

    krn nggak ada penertiban juga kali ya ?🙂

  6. 6 Aul Howler August 21, 2013 at 6:08 pm

    setuju banget.

    bukan berarti juga semua PKL itu dagangannya murah.

    banyak kok, yang belagu. dagangannya lebih mahal dari yang di toko -___-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: