Cara Mudah Mengembangkan Tulisan

Writer’s block sepertinya telah menjadi momok menakutkan bagi penulis, khususnya penulis pemula. Namun, rupanya ada cara yang cukup mudah untuk mengatasinya.

Dengan cara ini, kita bisa menghasilkan tulisan yang melimpah, namun tetap berisi dalam alur yang rapi. Cara ini saya sarikan dari obrolan-obrolan dengan para penulis produktif. Kebetulan saya pernah bertemu dan belajar dari mereka.

Oh iya, sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa posisi saya di sini bukanlah orang yang lebih jago menulis. Saya sekadar berbagi saja🙂

Mungkin writer’s block merupakan masalah umum yang kerap dijumpai penulis. Bentuknya adalah kita kesulitan mengembangkan tulisan sehingga paragraf yang ada nggak nambah-nambah. Saya pun sering mengalaminya. Pernah saya coba pakai “cara paksa”, tapi hasil tulisannya pun jadi terkesan “maksa” juga: nggak nyambung dan bertele-tele.

Namun, setelah menggunakan cara mudah berikut ini, keadaan menjadi lebih baik. Jadi saat berhenti pada satu paragraf dan kesulitan meneruskannya, kita bisa melakukan dua cara berikut ini.

Cara pertama, ambil kalimat kunci atau kalimat inti dalam paragraf terakhir. Kemudian, terangkan lebih lanjut kalimat (kunci) itu dalam paragraf berikutnya (paragraf baru). Jelaskan sedetail-detailnya dengan berdasarkan referensi yang tepercaya. Setelah paragraf ini jadi, pasti ada kalimat kuncinya juga. Ambil lagi, lalu lakukan proses yang sama dengan sebelumnya. Akhirnya kita pun akan mendapatkan berpuluh-puluh paragraf berisi tulisan yang menyatu dan bermutu.

Cara kedua, buatlah beberapa pertanyaan dari paragraf terakhir. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bahan yang sangat berguna untuk membuat paragraf-paragraf berikutnya. Pertanyaan itu pula yang bisa menjadi panduan kita dalam mencari referensi yang dibutuhkan. Proses selanjutnya sama dengan yang sudah dijelaskan pada cara pertama.

Kita bisa memilih, apakah mau memakai cara pertama, kedua, atau bahkan memadukannya. Tapi, saya selama ini lebih terbiasa pakai yang pertama.🙂

Teman-teman sudah pernah melakukan cara mudah ini?

15 Responses to “Cara Mudah Mengembangkan Tulisan”


  1. 1 Rohani Syawaliah (@honeylizious) July 3, 2013 at 8:17 pm

    kalo saya alhamdulillah nggak mengalami writer block sebab saya memcegahnya dengan membuat jadwal berapa banyak yang harus saya tulis setiap harinya

  2. 2 Said Rahman July 3, 2013 at 9:07 pm

    Keknya kalau saya lebih nyaman
    pakai cara kedua😀

  3. 3 lazione budy July 3, 2013 at 10:18 pm

    Iya bener banget tuh.
    Secara tak sadar saya sering melakukannya.
    Dari pengembangan paragraf nanti akan terus ketemu kalimat utama, kembangkan lagi.
    Begitu terus, lama-lama pasti jadi banyak.
    Cuma pesan saya, pas dikembangkan jangan keseringan mengedit / baca ulang.
    Biasanya kalau keseringan edit jadi membuat ragu dan tema terpecah, lalu ujung-ujungnya malas atau takut ga bagus isinya.

    Edit memang paling bagus di sentuhan akhir dan pas share sama teman. IMO ya.

  4. 4 pursuingmydreams July 4, 2013 at 4:23 am

    Saya baru tahu Writer’s block begini, kalau nulis ya nulis tidak memperhatikan kaitannya palagraf pertama dan terakhir, maklum penulis amatiran hehe.

    • 5 ditter July 4, 2013 at 9:33 pm

      @Mbak Hani: Wah, keren, Mbak! Pantesan Mbak Hani produktif banget…

      @@Said Rahman: Berarti kita beda, hehe….😀

      @Lazione budy: Betul banget itu mas, saya setuju🙂

      @Pursuingmydreams: Kadang pas mau nulis, idenya mandek, dan bingung mau nulis apa. Itu berarti kita lagi diserang writer’s block mbak, hehe….

  5. 6 Melissa Octoviani July 4, 2013 at 11:00 pm

    karena bukan penulis, jadi kayaknya ga pernah ngalamin writer’s block deh hehehe… nulis mah nulis aja, kadang juga ga mikirin inti paragrafnya atau alur kalimatnya, ya pokoknya nulis apa yg ada di otak… hehehehe…

  6. 7 giewahyudi July 5, 2013 at 8:43 am

    Saya ga pakai cara ini sih, kalau pakai teori malah pusing..🙂

  7. 8 Pendar Bintang July 5, 2013 at 10:21 am

    Bisa juga menulis apa saja yang ada di dalam pikiran meski awalnya tidak beraturan tetapo kalau sering latihan pasti akan mengalir dengan sendirinya…

  8. 9 abi_gilang July 5, 2013 at 7:15 pm

    Trik yang patut dicoba nih, maklum akang jg termasuk orang yg sering mengalami ide buntu saat nulis. Terima kasih postingannya Mas.

  9. 10 Indi July 5, 2013 at 7:23 pm

    bagus nih tips sederhananya🙂 kalau aku biasanya malah mentok gara2 waktu yang “kurang”, hehehe🙂

  10. 11 ryan July 6, 2013 at 12:37 am

    nice…
    saya sendiri lebih sering mengembangkan cara pertama dan kedua, digabungkan.🙂
    tapi kadang juga suka tetep mandeg dan akhirnya hanya jadi draft di memo bb.

    • 12 ditter July 6, 2013 at 9:05 pm

      @Mbak Melissa: Wah, asyik banget kalau bisa kayak gitu, Mbak. Jadi produktif🙂

      @Mas Gie: Bener juga sih mas, hehe….

      @Pendar Bintang: Iya bener, bisa karena biasa🙂

      @abi_gilang: Sama-sama, Akang🙂

      @Mbak Indi: Wah, sibuk banget sih soalnya ya, Mbak….

      @Ryan: Kalau bener-bener mandeg, mungkin perlu rehat sejenak, Mas. Habis itu lanjut lagi😀

  11. 14 TONGKONANKU July 7, 2013 at 12:12 am

    Saya baru tahu istilah Writer’s Block. Selama ini sih saya kalau nulis ngalir aja. Jadi saya gak tahu apa saya pake cara pertama atau kedua.🙂


  1. 1 Memancing Ide dengan Menulis | Catatan gado-gado Trackback on February 12, 2014 at 11:56 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: