Warung Bakmi dan Sebuah Kepuasan

Di dekat rumah saya ada warung bakmi yang cukup terkenal. Warungnya relatif kecil dan bersahaja. Menunya pun sederhana saja, yakni bakmi goreng, bakmi rebus, bakmi campur (magelangan), bakwan, dan beberapa jenis minuman.

Warung bakmi ini selalu ramai. Ia sudah punya pelanggan tetap. Tidak hanya dari daerah sekitar, tapi juga dari tempat yang jauh (luar kota). Setiap kali saya lewat sana, biasanya tempat parkiran penuh dengan mobil dengan plat nomor non-Jogja.

Rasa masakan di warung itu menurut saya memang enak. Masaknya satu per satu di atas (tungku) arang. Jadi walaupun ada yang pesan dua makanan berjenis sama, masaknya tetap satu-satu.

Mungkin keunikan inilah yang membuat warung bakmi tersebut selalu ramai dikunjungi, khususnya oleh kelas menengah ke atas dari luar kota. Biasanya kan kalangan itu sudah jenuh dengan makanan cepat saji, jadi pengennya makanan yang dimasak secara spesial.

Di warung bakmi yang sedang saya ceritakan ini, pesanan para pelanggan biasanya jadinya lama, karena masaknya satu-satu. Kalau pas warung rame, antrenya bisa lebih dari satu jam. Meski sudah dibilang antre puluhan pesanan, tapi para pelanggan yang baru datang tetap rela menunggu. Benar-benar pelanggan setia. Tentu juga demi kepuasan pribadi.

Tiap orang beda-beda, ya. Kalau saya sih, antre terlalu lama bisa mengurangi kenikmatan makanan. Jadi daripada harus mengantre hingga satu jam, saya lebih memilih cari makanan lain.

Mungkin bagi mereka, mengantre termasuk salah satu perjuangan untuk mendapatkan sebuah kenikmatan rasa. Nah, perjuangan itu bisa jadi justru semakin menambah kenikmatan tersebut. Seperti kita tahu, kepuasan yang kita rasakan biasanya terasa lebih nikmat bila kita meraihnya dengan susah payah.

Kalau teman-teman bagaimana, relakah antre makanan favorit hingga lebih dari satu jam?

3 Responses to “Warung Bakmi dan Sebuah Kepuasan”


  1. 1 jtxtop January 21, 2013 at 12:04 am

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  2. 2 Kimi January 21, 2013 at 7:15 pm

    Kalau saya lagi kelaparan sih, jelas saya ogah buat nunggu 1 jam meski yg ditunggu adl makanan favorit.😛

  3. 3 pulsa February 9, 2013 at 9:31 pm

    ya klo sebanding dgn rasanya sih, why not?😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: