Bayi dan Seorang Nenek

Beberapa hari yang lalu, seperti biasanya saya berangkat kerja naik sepeda. Saat melewati sebuah perumahan, ada seorang ibu-ibu yang mendorong kereta dorong berisi bayi yang lucu. Ibu itu tampak ceria, sementara bayi di dalam kereta juga tampak riang. Saat itu pagi memang cukup sejuk, sangat cocok digunakan untuk berjalan-jalan.

Tidak jauh di belakang ibu tadi, ada ibu-ibu lagi yang juga mendorong kereta dorong. Namun, bedanya kereta itu bukan diisi oleh bayi, melainkan oleh seorang nenek yang tampak sudah sangat tua. Nenek itu tampak sudah begitu lemah. Mungkin beliau ingin berjalan-jalan menikmati sejuknya udara pagi, namun harus menaiki kereta dorong. Sepertinya kakinya sudah tidak terlalu kuat untuk menopang tubuhnya.

Sambil mengayuh sepeda, saya merenung. Bayi dan nenek tadi mengingatkan saya akan ungkapan bahwa kehidupan pada usia senja layaknya masa-masa balita. Fisik semakin melemah, puncaknya tidak bisa lagi mengurus diri sendiri. Pikiran juga semakin tak berdaya. Banyak orang sepuh yang mudah marah. Kondisi yang serba terbatas dan tidak seperti dulu lagi membuat segala sesuatunya menjadi menyebalkan.

Renungan tersebut menasihati saya untuk lebih memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Jangan terlena oleh kemudahan. Gunakan waktu seefektif mungkin untuk mengembangkan diri dan mengejar impian-impian. Sebab kelak saya tidak akan memiliki kesempatan seperti itu lagi….

7 Responses to “Bayi dan Seorang Nenek”


  1. 1 niqué November 15, 2012 at 10:15 am

    Ekstrimnya saya berdoa😀 Kalau Tuhan mau kasih panjang umur, maunya dikasih SEHAT biar jangan sampai didorong2 kek gitu hehehe…. tapi yaaa apa yang akan terjadi kelak, gak tau juga sih. Seperti katamu, manfaatkan waktu sebaik2nya saja sekarang, terutama menjaga kesehatan semaksimal mungkin, agar pas tua tetap kuat dan sehat😀

    • 2 niee November 15, 2012 at 11:45 am

      iya mbak, aku juga berdoa kalau punya menyakit yang jangan sampe merepotkan orang seperti struk atau apa yang sampe gak bisa ngapa2in. Maunya meninggal dalam keadaan ‘sehat’ aja

  2. 3 niee November 15, 2012 at 11:46 am

    iya, seperti mereka yang sudah tua jadi banyak nanya juga dan sering lupa. >.<

  3. 4 oborooodagiri November 15, 2012 at 12:05 pm

    kalau kata pak ustadz

    “ingat lima perkara sebelum lima perkara”

    lapang sebelum sempit, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, dan yang terakhir hidup sebelum mati.

    kok jadi kayak ceramah gini ya.. heheheheee *maaf maaf*

    salam kenal!!

  4. 5 putra_andian@rocketmail.com November 18, 2012 at 8:33 pm

    Apalagiii
    Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

  5. 6 zilko November 20, 2012 at 3:00 pm

    Aku juga beberapa kali merenungkan hal ini juga🙂 Artinya juga, mumpung masih muda, kita juga harus menjaga kesehatan kita sebaik-baiknya🙂 . Di Belanda ini contohnya, banyak sekali orang tua yang masih bugar lho. Umur 80/90an kemana-mana masih bersepeda, berjalan-kaki, dll🙂

    • 7 ditter November 20, 2012 at 10:00 pm

      @Niqué: Iya nih, penting banget menjaga kesehatan selagi muda. Supaya pas udah tua tetap segar bugar, hehe….

      @Niee: Iya, saya juga pengennya pas tua nggak ngerepotin siapa-siapa, hehe….

      @Oborooodagiri: Nah, “ingat lima perkara sebelum lima perkara” jadi salah satu motto saya, hehe….

      @Zilko: Waaaaah…. mereka kok bisa sehat gitu, ya…. Pasti karena makanannya sehat dan bergizi, serta rajin olahraga….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: