Kecerdasan Emosional

Konon IQ tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan anak. Jadi, anak-anak yang bodoh di sekolah belum tentu suram masa depannya. Sebaliknya, mereka bahkan bisa jauh lebih sukses dan kaya dibanding anak yang menjadi juara kelas. Inilah gagasan yang sedang populer saat ini. Salah satu tokoh yang sering dijadikan contoh di dalam buku-buku motivasi adalah Bill Gates.

Saya pernah membaca buku, salah satu isinya mengajak pembaca untuk membuktikan sendiri pendapat di atas. Caranya dengan mencari tahu informasi tentang pencapaian yang sudah diraih oleh teman kita dulu yang menjadi juara kelas. Adakah yang saat ini menjadi jutawan, pengusaha besar, atau tokoh terkenal?

Saya coba lakukan. Kebetulan beberapa waktu lalu saya sempat kontak-kontakan dengan teman SMP yang langganan juara kelas. Kini ia (laki-laki) menjadi pegawai honorer di instansi pemerintah. Ia sedang berjuang untuk diangkat menjadi PNS.

Nah, lain halnya dengan tetangga saya yang juga teman sekelas saya pas SMP (perempuan). Dulu dia kerap dimarahi guru-guru karena sering mendapat nilai jelek. Tapi, kini dia menjadi seorang supplier buah dan sayur yang sukses.

Produk-produknya mengisi berbagai pasar tradisional dan modern di berbagai kota di pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan. Beberapa hari yang lalu, saya denger dia sedang menjajaki bisnis di Brunei Darussalam. Mantap.

Meski prestasinya di sekolah jelek, tapi tetangga saya itu sangat berani, cuek, supel, dan pergaulannya luas. Mungkin itulah yang membuatnya meraih sukses. Sepertinya itu yang disebut dengan kecerdasan emosional.

Oh iya, saudara-saudara saya yang langganan juara kelas sekarang banyak kok yang sukses. Kalau saya perhatikan sih mereka tidak hanya cemerlang otaknya, tapi juga pandai menempatkan diri, pintar berkomunikasi, dan percaya diri. Mungkin itu yang membedakan mereka dengan teman SMP saya yang langganan juara kelas.

Bagaimana dengan saya sendiri? Prestasi sekolah saya dulu lumayan bagus, sering dapat 3 besar. Sayangnya, saya tumbuh menjadi orang yang minder. Tapi, saya masih bersyukur karena saya sadar akan hal itu. Jadi, saya bisa memperbaikinya pelan-pelan. Mengasah kecerdasan emosional untuk meraih kesuksesan. Tentu diiringi dengan upaya untuk mengasah kecerdasan otak jugašŸ™‚

3 Responses to “Kecerdasan Emosional”


  1. 1 pelancongnekad November 2, 2012 at 8:49 pm

    wah, saya malah jarang banget dapat renking dulu. bahkan dimasukkan dalam kategori anak bodoh. tapi pas kuliah, temen2 saya pada puji saya karena katanya saya pintar. Awalnya sih saya heran juga, saya selalu merasa diri bodoh, karena selalu dipandang bodoh. tapi saat diberi pujian itu, saya jadi yakin bahwa kepintaran seseorang itu hanya menunggu waktu. hehe

  2. 2 Eva November 6, 2012 at 11:02 am

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasiā€¦.thk u

  3. 3 heri April 3, 2013 at 11:10 pm

    Trimakasih atas infonya tapi saya masih bingung harus dari mana memulai usahanya, thx,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: