Bulatan Hitam Ujian Nasional

Saya ingat betul, saat ujian kelulusan SMA dulu (ujian nasional/UN), saya begitu takut mengisi lembar jawaban karena khawatir bulatan hitam yang saya buat keluar dari area yang sudah ditentukan. Ketakutan tersebut tidak lain muncul karena “pesan” berulang-ulang dari para guru yang mengatakan bahwa bulatan hitam yang keluar dari garis bisa gugur sehingga tidak dihitung sebagai jawaban, sebab komputer tidak bisa memeriksanya.

Pesan tersebut lumayan “mengancam” saya dan menjadi beban pikiran tersendiri. Bagaimanapun, setiap poin jawaban merupakan hal yang sangat berharga. Jelas saya tidak mau jawaban yang bisa saja benar dan menambah nilai, harus gugur hanya karena goresan pensil yang keluar dari garis.

Oh ya, beban pikiran tersebut ternyata tidak hanya saya rasakan sendiri. Teman-teman lain pun mengalaminya.

Saya baru kepikiran sekarang, setelah bertahun-tahun melewati masa ujian nasional (UN). Kenapa murid-murid peserta ujian nasional harus direpotkan oleh adanya syarat untuk membuat bulatan hitam sempurna pada lembar jawaban?

Maksudnya, tanpa syarat tersebut, mungkin para murid bisa mengerjakan soal dengan tenang dan semangat sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya, hasil dari belajar yang sudah mereka lakukan.

Bila memang pemeriksaan lembar jawaban UN menggunakan komputer, maka syaratnya seharusnya bisa lebih longgar. Goresan pensil keluar sedikit dari bulatan masih nggak apa-apalah. Teknologi kan diciptakan untuk memudahkan, jadi seharusnya juga bisa meringankan beban peserta UN, bukan malah menyulitkan. Masak yang dimudahkan cuma para petugas pemeriksanya saja, hehe….

Kalau syaratnya bisa lebih longgar, para guru jadi tidak perlu memberi pesan bernada mengancam kepada para murid. Cukup sewajarnya saja sehingga tidak terlalu membebani para murid.

Ini menurut saya lho, ya. Boleh kok berbeda pendapat. Yuk isi di kolom komentar, hehe….🙂

7 Responses to “Bulatan Hitam Ujian Nasional”


  1. 1 Falzart Plain April 25, 2012 at 7:27 am

    saya sama sekali tidak pernah ragu dengan hal ini (tangan terlatih)😆
    pake pensil mekanik saja kalau takut keluar batas…🙂

  2. 2 misstitisari April 25, 2012 at 8:14 am

    dulu juga waktu pertama kali ngisi ujian buletanbuletan hitam itu (jaman SMP) saya ketakutan banget, sepertinya dulu teknologinya belum terlalu ok, selidik punya selidik ternyata lembar jawabannya diperiksanya masih belum pakai mesin scanner khusus, tapi masih pakai plastik transparan yang sudah ada titiktitik hitam kunci jawabannya, sejak itu saya jadi bodo amat kalau ngisi lembaran ujian, mau keluar buletan kek mau ngga kek, santai aja😀
    tapi mungkin sekarang sudah beneran pakai mesin pemeriksa yah, jadi agak setres juga tuh yang ngisi ujian, kenapa ngga disilangsilangin aja sikh, kan lebih gampang

  3. 3 bensdoing April 25, 2012 at 10:27 am

    mmg mesti ada uji kelayakan lagi sptnya buat “bulatan hitam” agar tidak menimbulkan efek psikologis buat siswa…

  4. 4 puchsukahujan April 25, 2012 at 1:14 pm

    untung saya gak pernah takut sama ancaman guru #eh

    betul mas ditter, seringkali hal tersebut malah membebani mereka yang mau UN sehingga ragu-ragu untuk menjawab dan akhirnya kehabisan waktu

  5. 5 Red April 30, 2012 at 9:00 pm

    waktu gue dulu SMU memang guru2nya ada kekuatiran kalo murid2 mereka hasilnya gak optimal gara2 buletannya kurang item atau kurang penuh

    • 6 Ditter May 3, 2012 at 6:31 am

      @Falzart Plain: Wiih, mantaaap…. Yah, tangan calon dokter memang harus terlatih, kalo nggak nanti bisa berbahaya kalo pas harus melakukan operasi, hehe….

      @Misstitisari: Iya, kalo silang enak banget, tinggal corat-coret sana-sini. Tapi tampaknya cara seperti itu nggak sesuai dengan teknologi yg digunakan sekarang….

      @Bensdoing: Betulll… lumayan banget tuh efek piskologisnya… menambah beban….

      @Puchsukahujan: Iya, banyak siswa yg memandang berat UN sehingga masalah bulatan hitam bisa menjadi beban tersendiri….

      @Red: Iya, di SMA saya juga🙂


  1. 1 Status FB | Catatan gado-gado Trackback on July 31, 2014 at 9:22 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: