Perihal Utang

Pernahkah teman-teman didatangi oleh salah seorang sahabat yang hendak meminjam uang? Saat itu tampangnya begitu memelas, memohon kepada kita untuk dipinjami uang. Bahkan dia sampai menangis karena kondisinya betul-betul kepepet.

Karena tidak tega dan dia adalah sahabat lama yang kita percaya, kita pun berusaha menolongnya, yakni dengan meminjamkan uang simpanan terakhir. Rencananya uang tersebut akan kita gunakan untuk keadaan darurat. Tapi, kita tidak khawatir karena sahabat itu berjanji untuk mengembalikannya bulan depan.

Saat jatuh tempo tiba, sang sahabat tidak kunjung datang untuk mengembalikan pinjaman. Kita pun berusaha mengingatkan dengan mengirimnya sms, demi kebaikan dia juga. Tapi, dia tidak membalasnya. Telepon pun tidak diangkat. Ya sudah, mungkin dia sedang sibuk.

Sebulan sesudah jatuh tempo, sang sahabat seolah menghilang. Ia sama sekali tidak menghubungi kita. Hingga suatu waktu kita menemui kondisi buntu. Kita sedang sangat membutuhkan uang untuk membayar biaya berobat orang yang kita sayang.

Karena sangat terdesak, kita pun mendatangi sang sahabat untuk meminta hak kita. Kita mendatanginya dengan sangat memelas, dan bahkan hampir menangis mengingat kondisi keuangan yang begitu menekan. Tapi, sang sahabat bilang sedang tidak punya uang. Sayangnya, dia tampak tidak berusaha mencarinya, seperti kita yang sudah berusaha untuk menolongnya dulu.

Sepertinya sang sahabat tidak punya itikad baik untuk mengembalikan utang. Akhirnya, kita pun pergi. Kita terpaksa menahan malu dengan meminjam uang ke sanak saudara yang sekiranya mampu.

Saya kira sahabat seperti itu tidak perlu kita tolong lagi. Bila dia memang beritikad baik, maka dia pasti akan menghubungi kita bila jatuh tempo tiba sementara dia belum bisa mengembalikan utang. Dia akan bertanya, kita sedang membutuhkan uang atau tidak. Kalau sedang butuh, dia akan berusaha mencari pinjaman lain untuk mengembalikan utangnya ke kita. Istilahnya, gali lubang tutup lubang. Yang penting tidak menyulitkan orang yang tidak sudah memberi pertolongan.

Sayangnya, selama ini saya jarang sekali menemukan orang yang punya itikad baik seperti itu dalam berutang….

Bagaimana dengan teman-teman?

18 Responses to “Perihal Utang”


  1. 1 Kimi February 22, 2012 at 7:05 am

    Kalau yang seperti itu sudah biasa saya temui. Mau minjam uang, tapi pas ditagih susahnya minta ampun. Jarang banget saya nemuin orang yang emang gak usah ditagih pun, dengan kesadarannya sendiri, langsung mendatangi kita dan membayar utangnya.

    Saya punya pengalaman buruk dengan utang. Jadi, sekarang saya gak mau lagi minjemin uang ke orang lain. Kalau ada yang minjem, bilang aja gak ada duit.

  2. 2 Nandini February 22, 2012 at 8:18 am

    Kalau dipinjami uang, saya lihat2 dulu orangnya.. kalau dia membutuhkan untuk hal-hal yang darurat dan kemungkinan mengembalikan kecil, selama saya ada ya saya kasih begitu aja.. artinya saya membatasi untuk tidak berharap akan dikembalikan. Tapi kalau dia membutuhkan dalam jumlah lumayan, untuk kebutuhan konsumtif dan lagi dia orang berpenghasilan, ya pasti saya tanyakan..😀

  3. 3 sakura suri February 24, 2012 at 9:12 am

    wah bikin keki banget tuh temen kayak gitu.
    kalo dia emang sahabat kita, berati kan kita tau orangnya sifatnya kayak gimana.
    kalo emang orangnya susah nepatin janji, lebih baik bilang kalo kita nggak percaya sama dia, apalagi hal uang kaya gini kan sensitif.. hehe
    emang menyakitkan sih mungkin bagi dia, tapi kan biar dia instropeksi diri juga,
    semoga orang2 seperti dia diberikan kesadaran akan pentingnya menjaga kepercayaan yg diberikan temen.. hehe😀

  4. 4 puchsukahujan February 24, 2012 at 12:17 pm

    kalau saya sih, liat2 dulu nih orang bisa dipercaya gak sih klo dipinjemin uang
    pinjem yang lain boleh, tapi kalau soal uang…. (hmm, pikir2 dulu)
    bukannya pelit loh, cuma berhati-hati😀

  5. 5 partnerinvain February 24, 2012 at 2:50 pm

    begitulah kalo orang mau ngutang itu kepalanya nunduk-nunduk ke kita pas ditagih, nangkap bayangan kepalanya aja susah… :p

    • 6 Ditter February 27, 2012 at 9:08 pm

      @Kimi: Iya, saya sendiri kadang agak berat untuk utang, karena biasanya jadi malas mengembalikan, walaupun sebenarnya sudah ada uang😀

      @Nandini: Kalau untuk konsumtif, biasanya saya langsung menolak memberikan pinjaman, hehe….

      @Sakura suri: Kalau saya mungkin ga tega kalau langsung “to the point” ke orang yg mau berutang ke saya, hehe…

      @Puchsukahujan: Hhaha…. iya, kadang orang suka salah sangka, nggak memedulikan perbedaan antara pelit dan hati-hati, hehehe…

      @Partnerinvain: Betul, Mbak! Kiasan yg sangat bagus🙂

  6. 7 susu segar February 24, 2012 at 2:58 pm

    wah kacian. . . . iklasin aja. . jadikan sebuah pengalaman. . .

  7. 8 bensdoing February 24, 2012 at 8:23 pm

    smoga ada gantinya yg lebih baik sob…

  8. 9 zilko February 24, 2012 at 10:19 pm

    Uang memang bisa membahayakan hubungan pertemanan. Oleh karenanya aku juga sangat berusaha menghindari pinjam-meminjam uang dengan teman (apalagi teman dekat). Kadang memang supaya praktis ketika pergi kemana gitu satu orang membayari dulu (nalangin maksudnya); tapi ini tidak pernah dibiarkan terlalu lama karena hari itu langsung deh di-break si A utang berapa, B berapa, dan langsung dibayar, hehehe🙂

  9. 10 chachu February 25, 2012 at 4:32 pm

    teman saya malah ada yang pernah pinjam uang karena kepepet, ternyata dia bilang begitu ke banyak orang. setelah dapet banyak, orangnya kabur dan sampai sekarang tidak tau kemana rimbanya. utang itu masalah yang sensitif banget jadinya, kalau menurut saya sih..

  10. 11 Ipras February 25, 2012 at 10:21 pm

    Kalau kita sendiri saja gak tegas pada saat nagihnya, biasanya memang seperti itu hehe…🙂

    • 12 Ditter February 27, 2012 at 9:12 pm

      @Susu segar: Maksudnya gimana, Sob…. Itu bukan pengalaman saya, kok. Hehe….

      @Bensdoing: Amin….

      @Zilko: Wah, iya tuh. Talang menalang memang biasa di antara teman. Tapi sebaiknya harus segera dibayar, jangan dibiarkan terlalu lama, untuk menghindari pandangan atau pikiran buruk yg bisa muncul, hehe….

      @Chachu: Ya ampun. Parah banget tuh temennya…. Gimana mau hidup bahagia dia….

      @Ipras: Meskipun tega, kalau si pengutang memang tidak berniat mengembalikan utangnya, tetap saja sulit untuk menagihnya, hehe….

  11. 13 rizalean February 28, 2012 at 7:37 am

    pengalaman di lingkungan kerja nih, sering juga kejadian. mulai dari security, teman sekantor, teman selevel, ada aja yg minjem uang. susah2 gampang ya. bukannya nggak mau nolong. biasanya malah udah ada cap-nya siapa2 aja yg demen ngutang. akibatnya jelas, males dong kita ngutangin, karena high risk. bakalannya nggak balik deh. kalo security, mending ngasih aja, bukan ngutangin, meski nggak sebesar yang diminta untuk utang.

    sebenernya urusan utang ini serem banget. dalam kepercayaan muslim, urusan utang ini nggak selesai di dunia dengan kematian. di pengadilan akhir nanti, urusan utang piutang ini dibuka kembali dan diselesaikan dengan tukar-menukar amal-dosa sebagai alat bayar.

  12. 14 the-netwerk February 28, 2012 at 3:04 pm

    nice🙂
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

  13. 15 Ely Meyer February 29, 2012 at 7:58 pm

    dulu aku sering didatangi orang untuk pinjam uang, dr tetangga, teman dsb
    rata rata semuanya kutolak, krn aku tahu pasti akan sulit ditagih, dan akan berakhir dgn pertengkaran

  14. 16 Falzart Plain February 29, 2012 at 9:23 pm

    Ketika hal itu terjadi, saya tidak akan menyinggung masalah hutang itu ke sahabat yang meminjam, saya lebih suka pakai singgungan halus. Jadi, kalau dia cuek, artinya dia minta disedekahi, diikhlaskan saja…😀

    • 17 Ditter March 6, 2012 at 5:33 pm

      @Rizalean: Iya, kalau tidak berhati-hati dengan utang, justru yg rugi kita sendiri, karena nggak bisa selesai walaupun sudah meninggal….

      @the-netwerk: Terima kasih🙂

      @Ely Meyer: Iya, Mbak. Daripada akhirnya jadi bertengkar, sekarang saya jadi hati-hati bila hendak memberi utang kepada teman….

      @Falzart Plain: Iya, Sob. Memang lebih baik kita mengikhlaskannya…. Kalau pas lagi butuh uang, sebaiknya kita tidak mengharapkan piutang itu, sebab nanti jadi jengkel sendiri….

  15. 18 manganteki June 12, 2012 at 8:15 pm

    pengalaman sendiri, kebanyakan orang pinjem duit gak berniat balikin. dari yang janjinya minggu depan, bulan depan, kenyataannya bertahun2 gak balikin. daripada sakit hati mendingan aku anggap hilang aja, toh nanti juga diganti sama Tuhan🙂 btw sekarang aku jadi gak percaya lagi sama siapapun juga. kalau iseng dihitung2 (belum ikhlas juga nih :D) andai semua yang pinjem ke aku mau balikin…. wah bisa kaya mendadak nih…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: