Uang Parkir

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke ATM untuk mengecek saldo. Saat itu saya mengendarai sepeda dan memarkirnya di sekitar ATM. Setelah urusan cek saldo selesai, saya kaget sekali karena di dekat situ ada tukang parkir yang meminta uang parkir ke saya.

Saya menolak membayarnya karena saya hanya memarkirkan sepeda, bukan sepeda motor. Selama ini sih yang saya tahu sepeda biasa (nonmesin) nggak dipungut uang parkir.

Yah, saat itu tukang parkirnya sempat ngeyel, tapi akhirnya membolehkan saya pergi karena saya beralasan nggak bawa uang. Di ATM pun saya hanya cek saldo, bukan mengambil uang.

Tadi malam, saat beli makan di warung tenda langganan, saya kaget setengah mati karena tukang parkir meminta uang atas sepeda yang saya parkir di sana! Padahal, saya sudah berkali-kali naik sepeda ke tempat itu, dan baru kali ini si tukang parkir meminta uang parkir ke saya. Lagi pula saya cuma parkir sebentar, menunggu pesanan saya selesai dibungkus. Ya, saya nggak makan di sana, tapi saya bungkus untuk dimakan di kos.

Berhubung saya merasa bahwa uang parkir hanya diperuntukkan bagi sepeda motor, saya menolak membayarnya. Tapi, tukang parkir ini ternyata ngeyel. Dia tetap bersikeras meminta uang parkir ke saya. Kami sempat adu mulut sebentar.

Daripada ribut berkepanjangan, akhirnya saya mengalah. Saya bilang akan membayarnya kalau datang ke tempat itu lagi. Baru deh dia membolehkan saya pergi.

Jujur, saya merasa berat membayar uang parkir itu bukan karena jumlahnya, sebab hanya 500 rupiah. Rezeki Allah ada di mana-mana, dan saya yakin tidak akan menjadi “susah” hanya dengan membayar uang segitu.

Saya hanya nggak suka aja, masak cuma naik sepeda ditarik uang parkir. Mending kalau parkir tersebut resmi dari pemerintah. Lah, ini jelas-jelas ilegal karena sama sekali nggak ada kartu/karcis parkirnya. Rompi oranye yang mereka pakai tidak menunjukkan bahwa mereka merupakan petugas parkir resmi. Rompi seperti itu bisa dibikin dengan mudah di tukang jahit.

Saya sempat berpikir, mungkin setoran ke preman naik sehingga para tukang parkir juga memungut uang atas sepeda yang diparkir.

Apakah teman-teman pernah punya pengalaman serupa?

32 Responses to “Uang Parkir”


  1. 1 misstitisari January 28, 2012 at 7:35 am

    hahh??? sepeda kena pungutan parkir?
    keterlaluan! >,<

    saya sih berhubung ngga pernah bawa kendaraan kemanamana jadi ya ngga punya pengalaman yg nga mengenakkan yah sama tukang parkir🙂

  2. 2 jarwadi January 28, 2012 at 8:23 am

    memang suka bikin sebel mas, para tukang parkir illegal macam gitu, saya dulu waktu masih sepedaan juga sering ditarik parkir😦

    sebel seperti saya ogah ngasih ke tiap pengamen ketika saya sedang makan atau di angkutan umum🙂

  3. 3 nique January 28, 2012 at 9:53 am

    asisten yang klo ke pasar naik sepeda, pasti dipungut bayaran. karena emang disediakan khusus parkiran buat sepeda. yg menyebalkan, tarifnya kadang2 berubah, kadang gopek kadang seribu, ada juga yang berani minta 2rb. jadilah klo ke pasar seringnya eyel2an. meyebalkan, karena itu merusak hari bukan?!

    entahlah itu setoran ke preman ato apa
    tp yg jelas, lahan parkir di ddepan ruko ini pun pernah diminta ‘orang’ mau dia kelola, tapi kami tidak kasih, karena pasti akan memberatkan klien yg mau ngenet, ujung2nya bisa aja orang ga mau ke sini lagi krn ogah bayar parkir kan.

    capek ya lama2 idup di Indonesia, serba eyel2an hehehe

  4. 4 yourha January 28, 2012 at 11:18 am

    alhamdulillah belum pernah bermasalah t sama tukang parkir.
    tapi, nyebelin juga sepeda minta duit parkir..
    ntr lama berdiri dkat tkang parkir, bisa2 dipungut biaya parkir pula..hehe

  5. 5 honeylizious January 28, 2012 at 12:36 pm

    lama-lama berdiri di lokasi parkir pun akan dipungut biaya nih begini ceritanya -____-

    • 6 Ditter February 2, 2012 at 6:41 am

      @Misstitisari: Iya tuh…. Padahal itu parkirnya nggak resmi😦

      @Jarwadi: Betul, Mas! Pengamen juga nyebelin tuh, karena kadang sangat mengganggu….

      @Nique: Wah, kalau tarifnya berubah-ubah gitu, paling-paling bukan parkir yg resmi ya, Mbak….

      @Yourha: Betul… betul…. Hahaha….

      @Honeylizious: Hahaha… bisa jadi, tuh. Eh, tapi semoga nggak….😀

  6. 7 Alice van Java January 28, 2012 at 2:39 pm

    belum pernah ada pengalaman sih tapi keterlaluan banget ya tukang parkirnya… teganya…teganya… ^^

  7. 8 Vicky Laurentina January 28, 2012 at 4:46 pm

    Suatu hari nanti saya akan duduk ndeprok di trotoar Jogja dan mereka akan menagihi saya parkir juga😀

  8. 9 Ely Meyer January 28, 2012 at 9:46 pm

    kalau aku bayar parkir harus ada bonnya , kalau nggak ada ya no way, gontok gontokkan juga oke saja, soalnya nggak rela kalau harus ndukung yg illegal model gini, bukan krn nilai uangnya

  9. 10 Ipras January 28, 2012 at 9:50 pm

    Kayaknya itu bukan lagi uang parkiran namanya, sudah menjerumus ke arah pemalakan kayaknya… tapi yang penting sabar aja Mas🙂

  10. 11 giewahyudi January 28, 2012 at 11:04 pm

    Kalau di mall-mall di sini, parkir sepeda juga dipungut Mas. Tapi itu parkir resmi sih..

    • 12 Ditter February 2, 2012 at 6:49 am

      @Alice: Kok Alice malah jadi nyanyi nih, hahaha….

      @Mbak Vicky: Wahaha!

      @Ely Meyer: Wah, di sini banyak banget, Mbak, parkir yg nggak bon/notanya…. Saya juga sering minta notanya, alasannya untuk klaim ke perusahaan, hehe….

      @Ipras: Betul, Mas! Yah, memang pilihan terbaik adalah sabar, hehe….

      @Giewahyudi: Weh…. Terakhir saya ke Gramedia yg kayak mal di kota saya, parkir sepedanya gratis… Enaknya parkir resmi, kalau ada apa-apa, kita bisa klaim, hehe….

  11. 13 puchsukahujan January 29, 2012 at 1:03 am

    hmm…selama ini sih klo saya naik sepeda gak pernah ditarik uang parkir
    apa ada kebijakan baru tentang perparkiran ya?😀

  12. 14 onesetia82 January 29, 2012 at 1:56 am

    tukang parkir yg beretika meski di-tabok mas ….🙂
    bercanda ….

  13. 15 zilko January 29, 2012 at 4:28 am

    Setahuku sepeda ditarik uang parkir kalau di tempat perbelanjaan kayak mall gitu, nggak tahu deh kalau di luar itu juga harus bayar atau tidak, hmmm.

  14. 16 hidupiniseperti January 29, 2012 at 7:33 am

    Saya juga paling kesal dengan ulah-ulah tukang parkir liar or gak resmi macam mereka. yang paling sering saya alami adalah seperti ini. ketika saya memarkir mobil or motor saya di sebuah tempat makan bilangan bekasi. TAK SATUPUN TUKANG PARKIR membantu saya memarkir, alias saya parkir sendiri. liat depan, liat belakang sendiri. mengukur jarak pakai feeling sendiri. ketika saya sudah selesai makan dan ingin segera pergi. tiba-tiba saja tukang parkir udah nongol minta uang parkirnya. GGGGrrrrrrrr….

  15. 17 Gandi R. Fauzi January 29, 2012 at 9:31 am

    Problem yang sama mas bro, ga jelas uang parkir larinya kemana, kemanaa, dimanaa…??

    • 18 Ditter February 2, 2012 at 7:42 pm

      @Puchsukahujan: Coba deh parkir di depan ATM (BNI) Pertanian UGM. Ada tukang parkir di situ yg narikin uang parkir ke pesepeda. Saya pernah soalnya, hehe….

      @Onesetia82: Nggak becanda juga nggak apa2 kok, Mas. Hehe….

      @Zilko: Kalo di Gramedia, nggak ditarik parkir. Padahal ada kartu/karcis parkirnya tuh. Jadi resmi….

      @Hidupiniseperti: Wah, saya juga sering ngalamin kyk gitu, Mas!

      @Gandi R. Fauzi: Ke mana, ya….

  16. 19 Dhenok Habibie January 29, 2012 at 11:33 am

    cuma 500 dit?? di Palembang mah 1000.. dan iya sih, kadang sebel juga dengan tukang parkiri, kita yang kadang cuma numpang parkir bentar gk sampe 1 menit, eee masih diminta uang parkir juga..

  17. 20 Falzart Plain January 29, 2012 at 2:15 pm

    Sama dong. Tapi saya pasti nolak bayar biarpun pakai motor, kecuali saya sudah siapkan uang sebelumnya untuk kepentingan itu…🙂

  18. 21 tuaffi January 29, 2012 at 4:08 pm

    kebetulan saya juga jarang bahkanhampir tidak pernah bepergian dengan sepeda, jadi tidak punya pengalaman serupa.. Tapi, ya sudahlah Mas, di ikhlasin aja.. Rejekinya Pak Parkir..🙂

  19. 22 Sriyono Semarang January 29, 2012 at 7:12 pm

    negeri ini memang negeri sejuta julukan, salah satunya juga negeri parkir, paling gemes waktu itu diminta ongkos parkir di depan 2ribu lagi (what? motor 2ribu, tanpa tiket parkir), di depan mol di mt haryono, begitu mo pulang, ada lagi yang minta uang parkir, 2ribu lagi… “KHAN TADI SUDAH!!!, TUKANG PARKIRNYA DAH GANTI SHIFT BOSSSS… gemessss…. jadinya parkir motor di tepi jalan dicharge 4ribu, ini mah mang dah mafia apa ya…. tobattttt……

  20. 23 Akbar PU January 30, 2012 at 1:53 pm

    di jogja ya mas ? di daerah mana si’ ….. ntar kalo ada masalah ngomong nama ku bento … bento … bento …. ntar khan urusannya beres ….🙂

    • 24 Ditter February 2, 2012 at 7:51 pm

      @Dhenok: Udah bukan sebel lagi, tuh. Tapi bener-bener minta ditabok, hehe…

      @Falzart Pain: Kemarin ane juga nolak, Bro. Tapi ditahan sama tukang parkirnya. Ane nggak bisa kabur, soalnya cuma bawa sepeda. Gampang dikejar, hehe….

      @Tuaffi: Itu mah bukan rezekinya pak tukang parkir…. Paling2 masuk ke kantong preman, buat minum-minum atau judi….

      @Sriyono Semarang: Wah, parah banget itu, Bro. Ke mana uang parkir itu. Bener-bener nggak jelas….

      @Akbar PU: Yupz, di Jogja, Bro. Di sebelah timur Polda DIY🙂

  21. 25 ibnu ch January 30, 2012 at 4:48 pm

    asalm.waduh sepeda di tarikin uang parkir????ck ck. . . kalo say ada tukang parkir yang kalo di lihat dari penamplan kayak gadungan di lewatin saja…..

  22. 26 sulunglahitani January 30, 2012 at 9:57 pm

    sekarang semuanya mesti bayar😦
    duduk2 di pantai aja diminta uang!😦

  23. 27 susu segar January 31, 2012 at 6:49 pm

    sebenernya ak papa si ditarik uang parkir. . . itung2 sedekah. . . coba klo gak ada tukang parkir. . . kan sepedanya gak da yang ngejagain. . .

    • 28 Ditter February 2, 2012 at 8:04 pm

      @Ibnu CH: Susah bro ngelewatinnya. Tukang parkirnya maksa….

      @Sulunglahitani: Betul! Mending kalau uangnya jelas larinya ke mana….

      @Susu segar: Menurut ane, nggak dijaga pun harusnya sepeda itu aman-aman aja, Bro…. Tanggung jawab negara utk menjaga keamanan. Bagaimanapun, kita udah bayar pajak yg jumlahnya lumayan besar….

  24. 31 Rizky Pratama April 12, 2014 at 5:22 am

    Iya mas saya jg sebel,,saya pernah lebih parah lg sama tukang parkir.
    2 hari yg lalu saya ada lat dance dirumah bareng tmn” sm guru nah ibu saya nyuruh beli makanan di pasar saya naik sepeda,waktu antri saya lihat orng mencurigakan.
    abis slsai orng itu minta uang parkir 1k saya ga punya uang dia minta sumpah saya terima.
    trus dia minta jaminan dia nyuruh sya bayar.
    kan keterlaluan
    lebih parah lg MC hp saya diambil dia.


  1. 1 Dedikasi | Catatan sehari-hari Trackback on February 3, 2015 at 2:12 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: