Apa Motivasi Menjadi PNS?

Saya berulang kali mendengar pendapat yang mencibir PNS, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti Twitter. Penyebabnya apalagi kalau bukan penilaian negatif terhadap PNS, misalnya PNS itu sebagian besar malas, banyak menuntut, dan kinerjanya nggak maksimal.

Namun, saya juga tidak jarang mendengar pembelaan-pembelaan dari berbagai kalangan untuk para PNS. Pembelaan yang paling utama adalah bahwa tidak semua PNS (negatif) seperti itu. Menurut mereka, banyak kok PNS yang benar-benar mengabdi, hanya memang tidak begitu terlihat dan jarang disorot.

Saya kira, pendapat itu tidak perlu dibantah, karena memang demikianlah kenyataannya. Bayangkan, PNS itu kan jumlahnya jutaan, jadi nggak mungkin kalau semuanya negatif.

Saya sendiri kurang respek dengan beberapa pegawai kecamatan (PNS) di daerah tempat tinggal saya. Yah, ini sekadar pendapat pribadi, karena kebetulan dulu pernah berurusan dengan mereka, dan saya tidak puas. Tapi mungkin saja pegawai kecamatan di daerah tempat tinggal teman-teman tidak seperti itu. Jadi ini sifatnya nggak menyeluruh🙂

Saya pernah bertanya kepada beberapa orang tentang motivasi menjadi PNS. Sebagian besar menjawab, karena pekerjaan PNS sangat enak, nggak berat, nggak gampang dipecat, santai, tapi pendapatan lumayan, belum lagi tunjangannya.

Waduh, saya jadi miris. Kalau motivasinya seperti itu, jangan-jangan nanti jadinya bukan pengabdian, melainkan “melorotin” negara demi kepentingan pribadi.

Bila sebagian besar CPNS punya motivasi demikian, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan negara ini. Indonesia butuh aparatur negara yang loyal, berkualitas, dan penuh pengabdian. Teladan bagi masyarakat. Aparatur negara harus produktif sehingga tidak sekadar menjadi beban negara.

Terkait masalah itu, kita bisa bandingkan dengan perusahaan apa pun. Jika karyawannya nggak bekerja keras (dan nggak cerdas), pasti perusahaan itu sulit maju dan berkembang. Sebaliknya, perusahaan yang maju, maka biasanya SDM-nya berkualitas tinggi. Hal seperti ini menurut hemat saya berlaku juga di kalangan pemerintahan.

Kalau menurut teman-teman gimana?

33 Responses to “Apa Motivasi Menjadi PNS?”


  1. 1 Agung Rangga January 14, 2012 at 9:09 am

    miris banget bacanya~👿
    masa’ mau jadi cpns tujuan utamanya korup…😛 *uups~*

  2. 2 Asop January 14, 2012 at 1:15 pm

    Tetap harus ada yang orang yang mau jadi PNS. Kalo gak ada orang yang mau jadi PNS, siapa yang mau kerja di kantor pemerintahan? Siapa yang mau melayani kita2 penduduk biasa?😀

    • 3 Dhenok Habibie January 17, 2012 at 6:52 pm

      setuju sama asop.. meskipun banyak cibiran mengenai PNS, tapi harus tetep ada yang jadi PNS biar ada yang ngeladenin kita.. btw, di tempat dhe PNS itu peminatnya masih mbludak lho Dit, banyak orang yang rela nyogok puluhan juta demi dapat title PNS..

  3. 4 honeylizious January 14, 2012 at 1:46 pm

    saya belum pengen jadi PNS, udah ngerasa nyaman dengan kerjaan yang sekarang😀

  4. 6 Ipras January 14, 2012 at 2:47 pm

    Wah, dari artikel ini saya malah jadi penasaran dengan saudara saya yang mana memang ada yang jadi PNS, tentang seperti apakah motivasinya🙂

    • 7 ditter January 20, 2012 at 7:46 pm

      @Agung Rangga: Wah, jangan sampai kayak gitu, deh. Lama-lama bisa hancur negara ini….

      @Asop: Ya di mana-mana emang jelas begitu, Sob. Sama halnya kita butuh tukang parkir, office boy, pembantu rumah tangga, dsb. Memang harus ada yg mau jadi PNS, tapi harus yg niatnya baik, untuk pengabdian….

      @Dhenok Habibie: Wah, di kota saya juga membludak, Dhe. Hehe….

      @Honeylizious: Mantaaap…. Asalkan rasa nyaman itu jangan sampai menghambat perkembangan diri, hehe…. Lanjutkan!🙂

      @Ipras: Tanya aja, Pras, hehe….🙂

  5. 8 Vicky Laurentina January 14, 2012 at 7:24 pm

    Kunci dari kinerja yang keras adalah motivasi. Jika memang motivasi pekerja adalah cari aman seperti yang ditulis Adit di atas, maka kemelorotan kinerja hanya tinggal nunggu waktu. Tetapi kalau motivasi menjadi PNS adalah karena memang berhasrat kepingin mengubah negara menjadi lebih baik, maka kinerjanya bisa dijamin bagus.

    Sejauh ini, saya lihat rata-rata motivasi orang jadi PNS adalah karena nggak mau hidup susah, anti kompetisi, cuma memikirkan diri sendiri dan mau cari gampang saja😀

  6. 9 sulunglahitani January 14, 2012 at 9:33 pm

    kebnyakan sih krn hidupnya terjamin smpe tua😦

  7. 10 misstitisari January 15, 2012 at 11:53 am

    alhamdulillah temanteman saya yg menjadi PNS mentalnya bagus semua, tipe2 manusia yg emang ‘lurus’ bahkan seringkali mereka curhat mengeluh dan memaki beberapa rekannya yg menyalahgunakan status mereka yg sama2 PNS
    sebenarnya ngga semua PNS itu buruk, mungkin kalau benarbenar dibuat survey, jumlah PNS yang baik masih jauhhh lebih banyak drpd yang buruknya, tapi terkadang sesuatu yg buruk itu meskipun jumlahnya sedikit, sangat sedikit terkadang bisa merusak sesuatu yang sebenarnya sudah baik.

  8. 11 yourha January 15, 2012 at 8:37 pm

    sebagian orang jdi PNS tuk cari aman j.

    Saya kan sering tu pergi ke kantor pemerintahan sperti BAPPEDA , BPS, saya suka lihat pada santai.gag semua seh..
    waktu t jam kerja, ada yg tidur di mushalla, nongkrong dikantin..

  9. 12 kakaakin January 16, 2012 at 9:43 am

    Haha… salah banget kalo milih jadi PNS supaya bisa kaya. Salah banget.
    Kecuali bila memang niatan awalnya mau korupsi ya.
    Bila dibanding perusahaan swasta yang lumayan, apalah artinya gaji PNS. Awal2 kerja hanya menerima 80% dari gaji pokok. Kemudian tidak semua instansi sama besar tunjangannya. Bahkan ada yang tanpa tunjangan.
    Aku seorang perawat yang PNS. Penghasilanku kalah jauh dibanding beberapa teman perawat di rumah sakit swasta.🙂

    • 13 ditter January 20, 2012 at 7:52 pm

      @Mbak Vicky: Waduh, kalau benar seperti itu, negara ini bergerak menuju kehancuran, Mbak….

      @Sulunglahitani: Iya, dan nggak bakal dipecat oleh negara, kecuali kalau melakukan kesalahan yg sangat keterlaluan, hehe….

      @Misstitisari: Wah, bagus banget kalau begitu, Mbak. Semoga mereka bisa terus mempertahankan kinerja dengan baik. Amin….🙂

      @Yourha: Wah, sama dong dengan yg di sini….

      @Kakaakin: Wow, Mbak PNS, ya. Terima kasih sudah mau berbagi cerita di sini🙂

  10. 14 gadgetboi January 16, 2012 at 10:02 am

    motifasinya yah hidup nyantai dan (skur-sukur) dapat “sabetan”:mrgreen:

    YOu and me both man! … saya juga engga suka banget sama pegawai kecamatan … datang jam 9 lebih … jam 10 ngopi, jam sebelas udah siap makan siang, jam 2 pulang :tepok jidat: saya yang mau bikin KTP aja jadinya sampai 4 bulan! … saya liat ngapain aja banyak pegawai … enggak tahunya banyakan ngobrol dan maen hape …

  11. 16 Lilih Prilian Ari Pranowo January 16, 2012 at 12:33 pm

    pernah ketemu sama seorang CPNS di kereta pulang ke jogja. dia cerita kalau untuk jadi PNS emang pake duit dulu. Jadi, istilah “melorotin” negara demi kepentingan pribadi, yang dipake dalam postingan ini saya kita bener adanya (fakta). hanya saja, tidak semuanya harus dijudge seperti itu. saya sepakat. saya juga sependapat sama mas asop.

  12. 17 raden ikhwan January 16, 2012 at 5:40 pm

    kalo motivasinya cuman nimbun duit yang ujung-ujungnya berbau KKN…. bener-bener penyalahgunaan jabatan…

  13. 18 Gandi R. Fauzi January 17, 2012 at 2:49 pm

    Bersihkan semua Kementrian dulu,😀

    • 19 ditter January 20, 2012 at 8:01 pm

      @Gadgetboi: Betul, Bro. Padahal mereka pelayan masyarakat. Makanya saya suka males kalau harus berhubungan dengan Kecamatan atau kantor pedesaan, krn urusan jadi nggak selesai-selesai…. Terima kasih atas award-nya, Bro!🙂

      @Mas Lilih: Kalau bayar dulu dgn harga yg tinggi, pasti mereka akan berusaha cari cara untuk balik modal, ya….

      @Raden Ikhwan: Betul!

      @Gandi R. Fauzi: Hmmm… menurut sampeyan Kementrian menjadi lembaga yg diisi oleh banyak pegawai yg pemalas ya, Bro? Kalau iya, memang bisa seperti itu, sih….

  14. 20 alice in wonderland January 17, 2012 at 7:35 pm

    emmm menurut pengalama, kebanyakan orang daftar PNS karena cari aman, dapet tunjangan macem2 termasuk tunjangan anak, ASKES juta ada uang pensiun. Jadi kita udah ayem gak perlu mikir gmana hari tua nanti. Tapi perlu diingat gaki PNS itu passs lho. Kerja emang enak tapi gaji juga pas, promosi jarang, jadi prestasi kerja juga stagnan. mungkin kebanyakan orang Indonesia belum banyak yg bisa dan berjiwa wiraswasta makanya cari yang pasti-pasti aja^^

  15. 21 arip January 18, 2012 at 9:00 am

    Stereotip masyarakat soal PNS emang kaya gitu, tapi tentu saja tidak semuanya begitu. Itu hanya segelintir orang, hanya oknum…. cuman oknumnya lebih banyak ketimbang yg benernya😯

  16. 22 tank top January 18, 2012 at 10:58 am

    PNS tu lahan basah…tp juga terkenal dengan reputasi karyawannya yang parah malasnya…kurang disiplinlah tepatnya…

  17. 23 Falzart Plain January 18, 2012 at 2:10 pm

    Saran dari alam bawah sadar saya: Evaluasi kinerja PNS. Tapi, kayaknya susah juga karena aparat yang mengevaluasi kinerja PNS juga meragukan…

  18. 24 loewyi January 19, 2012 at 2:27 pm

    jujur…. aku sampe sekarang masih bingung mas untuk masalah PNS ini…. hohohoho…..😀

    • 25 ditter January 20, 2012 at 8:05 pm

      @Alice: Iya, betul. Gaji PNS sebenarnya kecil dan kesempatan untuk berkembang lebih susah dibandingkan dgn pekerja swasta tertentu, apalagi pengusaha, hehe….

      @Arip: Hahaha…. Bisa jadi tuh, Sob!🙂

      @Tank Top: Iya, memang reputasinya kebanyakan seperti itu….

      @Falzart Plain: Waaah, bener juga, ya, Bro….

      @Loewyi: Bingung gimana nih maksudnya, hehe….

  19. 26 Gandi R. Fauzi January 20, 2012 at 9:12 pm

    Makin Abu2, yang Jujur tertutup sama yang Dzalim,😦

  20. 27 rumah kOpi February 7, 2012 at 3:38 pm

    PNS is……….

    kerja nyantai dan dapat uang pensiun

    😀

  21. 28 mustrud February 13, 2012 at 11:17 am

    hidup PNS…tiap tahun gaji naik….hore……

  22. 29 nuri March 3, 2012 at 7:43 am

    saya mau share pengalaman 5 tahun jd PNS di kementerian ya..dari kuliah memang niat saya mau jd buruh negara tuk memperbaiki negara ini ke arah lebih baik karena itu saya belajar dgn giat..biar IPK-nya bagus..soalnya untuk lolos PNS selain dilihat hasil dari tes masuk juga dilihat IPK, lalu coba2 daftar di kementerian yg sekiranya pas dgn keilmuan saya..Alhamdulillah lulus (tanpa relasi n uang masuk sepeser pun) bekalnya niat yg kuat dan do’a selalu mhn yg terbaik (kuatir juga pas dah masuk ikut arus..wkwk)..setelah 3 tahun kerja nyoba2 ikut s2..Alhamdulillah lulus..akhirnya saat ini saya sdg kuliah lg dgn biaya negara alias gratiss..(memang cita2 saya sih kuliah s2 gratis biar ga nyusahin ortu) mdh2an ilmu yg diperoleh kelak dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa ini..Mohon do’anya yaa.. Jadi PNS kerja santai itu yg terbayang dulu..tapi gubrak deh..yg ada saya hampir tiap malam pulang jam 10 malam..menyiapkan rapat dgn DPR, kedatangan tamu DPRD, rapat lintas instansi..yg undangannya sering mendadak.. xixixi..tanpa uang lembur pula..hanya bos saya baik banget..kadang dikasih ongkos buat naik taxi buat pulang ke bogor..ga tiap hari..bangkrut juga kali si bos..hehe..yg penting semua disyukuri..kerja giat..rejeki juga akan menyusul dgn sendirinya..

  23. 30 Iwan March 3, 2012 at 12:56 pm

    Biar dapat tunjangan pensiunan.

  24. 31 clrz June 2, 2012 at 8:58 am

    tapi emang enak banget loh jadi PNS , kalau buat wanita sih cocok aja🙂
    yang mikir negatif tentang PNS itu cuma ngiri aja kali.

  25. 32 Aidil June 21, 2012 at 11:08 pm

    Kalau saya sendiri motivasi jadi PNS ya untuk bekerja, untuk dapat gaji. Sekarang sudah menikah, punya anak sudah dua, tetapi masih ditanggung orangtua. Setelah mencoba 22 kali selama 3 tahun dari 2008 sampai 2010, akhirnya 1 April 2011 masuk. Pertemuan pertama langsung kecewa karena Kepala Kepegawaian diluar konteks bilang ‘Siapa disini yang Ahmadiyah? Keluar saja.’ Walaupun saya bukan Ahmadiyah, dalam hati saya pikir urusannya apa bawa-bawa masalah seperti ini, bukan tempatnya.
    Semua orang baik-baik, cuma atasan langsung (eselon IV) agak terintimidasi karena dia bilang dia pikir saya bakal jadi atasannya, akhirnya saya disuruh fotokopi non pekerjaan kantor. Dan satu lagi ada eselon IV yang seumuran saya saya panggil Pak, tetapi memanggil saya pakai nama saja, padahal eselon III pun memanggil saya dan staf lain yang sudah menikah dan punya anak dengan Pak atau Ibu.
    Ternyata setelah empat minggu, pekerjaan habis atau sangat sedikit. Jadi walaupun ada penerimaan CPNS tahun itu, kata seorang PNS yang sudah dua tahun disana sebenarnya dari 15 orang diruangan itu, semua pekerjaan bisa dilakukan oleh 5 orang saja. Dan benar juga. Karena saking sedikitnya pekerjaan dari eselon IV sampai staf pada nonton film Korea di komputer masing-masing. Downloadnya di kantor dishare bareng-bareng, yang nonton mulai dari bapak-bapak jenggotan sampai ibu jilbaban, lintas agama, lintas ras (Jawa, Sunda, Batak, Minang), termasuk saya sendiri akhirnya, habis mati gaya juga.
    Tapi nggak sampai dua bulan saya memilih mundur. Benar-benar saya keluar. Ada orang sana yang bilang ke saya dengan nada kesal ‘Jangan jadi PNS kalau cuma keluar.’ Ingin saya tonjok juga, cuma saya mencoba beradab. Orang ini menghakimi saya tanpa tahu situasi yang saya hadapi, walaupun secara kemungkinan saya yakin orang ini juga menghadapi situasi yang sama seperti saya: terlalu sedikit kerjaan, dan tetap terima gaji tiap bulan.
    Satu orang lagi bilang saya mengambil uang haram, uang sekitar 400 ribu yang merupakan bagian dari gaji terakhir saya, setelah secara terbuka mengatakan ia masuk karena bapaknya kerja disitu. Kalau saya mengambil uang haram, betapa banyak uang haram yang ia sudah ambil selama entah berapa tahun kerja disana. Maling teriak maling. Mengesalkan.
    Lepas dari CPNS saya mencoba masuk beasiswa S2 universitas yang didirikan pihak militer. Ternyata pihak universitas mengkatrol nilai Tes Potensi Akademik agar yang masuk memenuhi kuota. Akibatnya diskusi kelas jadi nggak jelas. Yang bodoh jadi tampak pintar, yang pintar jadi tampak bodoh. Dosen pun akhirnya mengkatrol nilai agar banyak yang lulus. Saya memilih keluar lagi.
    Lepas dari S2 militer saya coba jadi guru bahasa Inggris di lembaga bahasa Inggris yang paling tua di Indonesia. Ternyata banyak teman satu training saya yang bahasa Inggrisnya tidak fasih dan tidak lancar, dan banyak guru yang mengajar kami dan yang mengajar dikelas yang kami observasi bahasa Inggrisnya parah. Saya memilih keluar lagi.
    Maaf agak trolling sedikit diakhir. Motivasi menjadi PNS tidak terlalu relevan bagi masyarakat, tetapi kualitas PNS yang baik itu yang dibutuhkan semua orang. Malas banget dari menikah sampai punya anak sampai buat SKCK dan Surat Cari Kerja semua musti pake duit. Disatu sisi salah saya dan masyarakat juga karena segan menolak, tapi jelas yang bersalah adalah mereka -oknum PNS- yang meminta uang administrasi fiktif.

  26. 33 opinshare September 22, 2014 at 11:55 am

    Ada PNS yang bener2 memberikan pengabdian. Ada PNS yang netral2 aja gak terlalu alay bertingkah, Ada sedikit orang yang menyesali dan meratapi nasibnya harus membusuk di PNS. Mayoritas, cari AMAN tanpa kerja keras. Banyak pejabat PNS yg lebih fokus pada bisnisnya sendiri. kemudian melalui hasil bisnisnya itu ia berpolitik untuk mendapat jawbatan. di daerah urban, dekil, kumuh, terbelakang, PNS dipertuhankan, patokkan utama sebuah kemapanan. Camer lebih memilih menantu yang PNS dibanding eksportir jagung. Kl dipikir, jadi PNS yang bener (belum tentu dapat jabatan), mau sampai kapan itu rumah lunas? mau sampai kapan bisa beli mobil walaupun sekedar apansa atau inopa? mau sampai kapan giliran anak bayar sekolah musti nyekolahin sepeda motor dulu? PNS yang uangnya berlimpah dipastikan itu hasil bisnis sendiri (yg berarti tidak fokus mengabdi) atau hasil mencuri. PNS adalah fokus orang2 urban,orang2 susah, orang2 yang terlalu mengkawatirkan masa depan, orang2 yg jauh langit bumi dari kata yg disebut kompetensi. Pengen bukti? Bandingkan saja kompetensi,skill, attitude, knowledge antara Kasekda gubernuran dengan Public service Divison Headnya telkom PLN indosat atau apa kek…. yg selain PNS


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: