Melamar Kerja atau Berbisnis Sendiri?

Saya punya seorang teman yang saat ini sedang sibuk mencari pekerjaan. Dia merasa tertekan karena sudah “menganggur” terlalu lama. Dia sudah menjadi sarjana sejak hampir setahun yang lalu, namun hingga saat ini masih belum mendapatkan “pekerjaan”. Serangkaian tes kerja yang ia lakukan masih belum menghasilkan apa-apa.

Sebenarnya sih dia sudah memiliki penghasilan sendiri, yakni berdagang (kayak di pasar), namun dilakukan secara online. Ia memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang produk-produk yang ia jual sehingga bisa menjelaskannya kepada konsumen dengan sangat gamblang. Bahkan ia sering dijadikan tempat bertanya. Menurut saya, ini adalah keunggulan dan kekuatan utamanya untuk menjalankan bisnis itu.

Setelah menyimak ceritanya, saya merasa bahwa bisnis yang ia jalankan sangat prospek dan bisa berkembang dengan sangat baik. Bila digarap dengan serius dan konsisten, saya yakin bisnisnya bisa menghasilkan pemasukan lebih banyak dari gaji PNS.

Dengan demikian, seharusnya ia tidak perlu mencari kerja lagi karena sudah memiliki lahan bisnis sendiri. Sudah jalan dan tinggal ditekuni serta diseriusi.

Namun, ternyata teman saya itu telah memutuskan bahwa ia tetap ingin bekerja terlebih dahulu di perusahaan tertentu. Salah satu alasannya adalah bahwa bisnis online masih sulit diterima oleh masyarakat umum. Kebetulan ia tinggal di desa.

Saudara besar dan tetangganya tahunya adalah bahwa orang yang bekerja itu, ya, yang berangkat pagi dan pulang sore, rutin dan hampir setiap hari. Sarjana yang terlihat hanya di rumah saja ngutak-ngatik komputer di mata mereka adalah pengangguran yang memalukan. Sekolah tinggi-tinggi kok nggak kerja di perusahaan.

Wuih, saya paham banget dengan alasan teman saya itu. Kalau masih menjalankan pekerjaan yang “nggak jelas”, kasian juga orangtuanya kalau ditanya oleh saudara atau tetangga, anaknya kerja di mana. Pasti bingung jawabnya. Apalagi pekerjaan yang katanya “nggak jelas” itu belum menghasilkan sesuatu yang besar.

Jadi, menurut saya memang nggak ada salahnya kalau teman tersebut kerja dulu di perusahaan, hitung-hitung untuk mengumpulkan modal dan merasakan atmosfer kerja di tempat orang. Toh bisnis online yang ia lakukan masih bisa dilakukan sebagai bisnis sampingan.

Kalau disuruh memilih, teman-teman lebih memilih cari kerja di perusahaan, atau menjalankan pekerjaan yang “nggak jelas” namun sudah menghasilkan walaupun baru sedikit?

Gambar diambil dari sini.

21 Responses to “Melamar Kerja atau Berbisnis Sendiri?”


  1. 1 nique November 1, 2011 at 8:40 am

    klo saya pasti pilih KERJA SENDIRI.
    ngapain jadi budak di perusahaan orang klo bisa jadi tuan di usaha sendiri😀
    klo dia masih penasaran ya bolehlah cari2 kerja terus
    tapi jangan mengabaikan usaha yg telah dirintis
    sayang aja kan🙂

  2. 2 irfan handi November 2, 2011 at 12:14 pm

    Pengalaman kerja itu penting juga mas.😎

  3. 3 Asop November 2, 2011 at 2:17 pm

    Eh, saya sih sebenernya pengen buka usaha sendiri… tapi apa ya…😐

  4. 4 Evi November 2, 2011 at 9:51 pm

    Segala sesuatu dimulai dari mindset. Jika mindsetnya adalah pegawai, biar bisnisnya prospek juga gak bakal dianggap.Tapi kalau mindsetnya adalah pengusaha, mereka malah akan malu kalau ngaku sebagai orang gajian. Sebaliknya dengan bangga memamerkan kartu nama dengan label dan logo usaha sendiri. Kalau ada tetangga yang nanya kerja apa, jawabnya dengan bangga, saya usaha sendiri..

  5. 5 ada-akbar.com November 3, 2011 at 4:53 pm

    Pura2 kerja ..boleh juga. .yang penting hati kita tenang, hitung2 belajar.Tapi bisnis utama tetap di fokusin

  6. 6 hajarabis November 4, 2011 at 3:10 pm

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik dan menambah pengetahuan .
    makasih infonya yya gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  7. 7 HALAMAN PUTIH November 4, 2011 at 9:31 pm

    Dua2 nya bisa ditekuni, asalkan tidak mengganggu jam kerja masing2. PNS juga banyak kok yang demikian

  8. 8 arip November 6, 2011 at 12:51 pm

    tergantung mindset masing2 sih, tapi menurut saya pasti setiap orang inginya berbisnis sendiri😀

  9. 9 Konten Bisnis Online Instan November 7, 2011 at 10:48 am

    Sebenarnya, bisnis online sangatlah prospektif dan menjanjikan. Tapi, bersifat jangka panjang. Artinya, kita tidak bisa mengharapkan penghasilan rutin dari sebuah bisnis online yang baru dirintis 2-3 bulan.

    Apakah Facebook langsung booming sesaat setelah dibuat oleh akang Mark Zuckenberg ? Atau Google langsung terkenal sehari setelah dibangun ? Tentu saja tidak. Bahkan, sang pemilik tidak menyangka bila hasil karyanya menjadi sangat profitable dan populer seperti saat ini.

    Nah, sambil menunggu perkembangan bisnis online, kita bisa memanfaatkan peluang lainnya yang bisa lebih cepat menghasilkan, contohnya bekerja atau berdagang secara offline.

    Tolong sampaikan dua hal kepada teman anda. Pertama, bahwa bekerja mencari pengalaman boleh-boleh saja, tapi jangan dijadikan sumber penghasilan yang abadi. Jika sudah terkumpul modal yang cukup, segeralah beralih membuka bisnis sendiri meskipun ia ditawari posisi sebagai direktur perusahaan.

    Kedua, bisnis onlinenya terus dijalankan dan jangan distop dengan alasan “sudah bekerja”. Suatu saat, bisnis online tersebut bisa menjadi sumber penghasilan utama baginya.

  10. 10 semprul November 10, 2011 at 8:32 am

    hidup itu adalah pilihan, maka siapa yg bisa memberi keputusan dari sebuah pilihan itulah pemenangnya>>>>>>> coz> hrs memilih bekerja di perusahaan/kantor atau membuka usaha sendiri,,,,dan menjadis bos dirinya sendiri,,,,,,,!!!

  11. 12 Kang Salman November 10, 2011 at 8:38 am

    Saya adalah orang yang merasakan manfaat dari berbisnis online, namun bisnis online yang saya jalani bukan bisnis online mimpi yang banyak di jual di internet, bisnis online yang saya jalani adalah menjual barang, dan produk nyata salah satunya adalah menjual template, menjual jasa desain iklan dll.

  12. 13 bayucorps November 10, 2011 at 8:43 am

    menurut saya, usaha sendiri lebih bagus, namun bekerja di perusahaan orang pun tidak salah, disana kita bisa mencarai pengalaman serta relasi, dan menurut saya kerja di perusahaan orang sebelum kita punya usaha sendiri itu sangat membentuk watak dan pola pikir kita lebih baik, sebelum usaha kita berkembang lebih maju lagi..

  13. 14 Lebih Bijak November 10, 2011 at 9:12 am

    Cari Pengalaman bekerja diorg lainjg perlu,supaya mengerti/lbh fasih lg trik berbisnis.
    Bekerja sambil sampingan Bisnis tetap jalan bareng.Nanti kalau sdh cukup Modal,Kuat br Risegn Buka Usaha Sendiri Fokus

  14. 15 adeline November 10, 2011 at 10:16 am

    Kembali ke masing2, pasti punya kelebihan kekurangannya di masing2 pihak, jika begitu, kenapa tidak digabung saja, seorang pekerja yang berwirausaha.. hehe

    kalu saya sih menganut sistem: “TIDAK ADA PEKERJA YANG KAYA”, pasti lebih kayaan bosnya.hehhe makanya saya ingin menjadi PEKERJA yang BERWIRAUSAHA.hehhe

  15. 16 jimmy63 November 10, 2011 at 11:46 am

    klo gw sih mending pilih dua2nya, jadi selain kita mendapatkan pemasukan dari bisnis kita sendiri, kita juga dapet pemasukan dari pekerjaan kita dikantor. tapi ya repotnya sih mengatur waktu antara ngurusin bisnis dan pekerjaan kantor, jadi harus pinter2 membagi2 waktu..

  16. 17 jamal November 10, 2011 at 4:03 pm

    kalo saya sih milih bewiraswasta, bukan ngak kuat mental ngehadepin dunia kerja,, tapi dunia kerja itu udah semakin bikin orang salah kaprah. Orang sukses kan gak dinilai dari berdasi, mke kemaja mahal, sama nenteng laptop tapi sama SKILL mereka… heheh

  17. 18 abi sandy November 10, 2011 at 9:51 pm

    Bekerja atau berbisnis adalah sebuah pilihan , siapa orang-orang yang disekitar kitalah yang sangat mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan , kalau kita belum memiliki visi dan misi yang kuat

  18. 19 Darin November 15, 2011 at 1:49 pm

    Paradigma masyarakat kita tentang pekerjaan memang masih sangat konvesional. Teman mas itu sebenarnya hanya butuh sedikit ketekunan lagi agar nanti hasilnya terlihat, plus kekuatan mental dalam menghadapi kritik dari luar. Toh, pekerjaan itu halal dan hasilnya keliatan kan?🙂

  19. 20 oma November 25, 2011 at 4:29 am

    Kalau menurut saya sih, sang teman bukan tidak mau berwiraswasta tapi dia terlalu takut dengan resiko karena pendapatannya itu ga pasti, sedangkan sebagian orang lebih suka jika punya pendapatan yang pasti, lebih jelas. Yah, lagian orang Indonesia itu menganggap punya usaha itu harus bermodal besar, bukan usaha kecil-kecilan

  20. 21 t-bob April 12, 2012 at 8:59 pm

    itu tergantung orangnya ,,,mental free jadi freeland ,,,mental pasif jadi pegawai ,,,mental badak jadi preman ,,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: