Majalah & Buku Bekas

Di kota tempat tinggal saya, banyak pedagang majalah dan buku-buku bekas. Kabarnya dahulu jumlah para pedagang itu lebih banyak lagi, namun sekarang jauh berkurang karena kalah bersaing dengan toko-toko buku besar. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang kini mampu bertahan, karena memang peminat majalah dan buku-buku bekas di kota ini cukup banyak.

Kota tempat tinggal saya ini penuh dengan pelajar dan mahasiswa yang sebagian datang dari berbagai daerah. Mereka rata-rata memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap bahan bacaan. Namun, dana yang mereka miliki terkadang sangat terbatas, karena harus dialokasikan untuk kebutuhan lainnya yang lebih penting.

Karena itulah majalah dan buku-buku bekas menjadi pilihan yang paling bijak di tengah semakin mahalnya kebutuhan hidup, termasuk kebutuhan akan bahan bacaan. Meski bekas, toh pengetahuan yang terbeberkan di majalah atau buku bekas itu masih belum lekang di makan waktu. Informasi-informasi yang ada di dalamnya masih bisa dinikmati, dan bahkan masih bisa dijadikan referensi untuk menggarap tugas-tugas sekolah/kuliah.

Keistimewaan lapak-lapak yang menjual majalah atau buku bekas adalah cukup banyak buku-buku bagus terbitan lama yang dijual di sana. Buku-buku tersebut biasanya tidak bisa ditemukan di toko buku reguler karena sudah tidak diproduksi lagi. Bahkan kadang ada juga buku langka terbitan luar negeri.

Biasanya para pedagang majalah dan buku bekas tidak memiliki katalog, dan sebagian besar di antara mereka tidak terlalu hafal dengan buku-buku yang mereka jual. Jadi, lumayan sulit mencari buku yang kita inginkan di sana, karena harus “mengacak-acak” tumpukan majalah atau buku yang dijual di sana. Inilah salah satu kelemahan bila kita ingin membeli (mencari) buku di lapak yang menjual majalah & buku bekas.

Oh iya, bila beruntung dan bisa menawar dengan baik, kita bisa mendapatkan harga yang sangat miring atas majalah atau buku tersebut, sebab memang para pedagang itu sangat luwes dalam memasang harga. Bahkan mungkin nggak perlu untung, yang penting di hari itu ada buku yang bisa terjual, agar kantong bisa terisi sehingga dapur bisa terus mengepul.

Saya pribadi lebih sering membeli majalah bekas daripada buku bekas. Meski berita yang tersaji di dalam majalah bekas sudah terbilang basi, namun masih lumayan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, juga untuk hiburan.

Apakah teman-teman sering membeli majalah atau buku bekas? Sharing, yuk!

7 Responses to “Majalah & Buku Bekas”


  1. 1 Asop August 24, 2011 at 4:42 pm

    Saya suka buku bekas berbahasa inggris. Biasanya novel.😀

  2. 2 [L]ain August 24, 2011 at 7:14 pm

    Sering banget. Kebanyakan beli Animonster. Harganya bisa sampe setengahnya walau tahun terbitnya pun udah 1-3 taun lalu. Tapi kondisinya masih mulus dengan segel dan bonus lengkap. Mana bisa nolak😀

  3. 3 ageng August 25, 2011 at 10:17 pm

    Saya sih lebih cenderung membeli buku baru. Selalu ada kepuasan tersendiri saat membuka bungkus plastiknya.

    Tapi saya juga sering kok membeli dari pedagang buku bekas. Paling suka komik2 petruk, cuma goceng. Hehehe Meskipun seperti yang dikatakan tadi, membutuhkan tenaga ekstra untuk mencarinya diantara tumpukan buku lain :p

  4. 4 Dhenok August 26, 2011 at 7:25 am

    di tempat saya sudah mulai berkurang mas para penjual buku/majalah bekas, ada juga paling bukunya udah jaduuuuuuuuuuuuuuuuuLL banget. makanya saya jarang beli buku bekas, paling kalo mo beli buku yang tidak terlalu update, carinya di toko buku biasa aja bukan gramed, biar dapet diskon.. hehe😀

  5. 5 pelancongnekad August 27, 2011 at 9:42 pm

    tempat buku dan majalah bekas tuh penting gan!
    saya aja beberapa kali nyari buku ke tukang loak depan UI and Stasiun Bogor,
    soalnya buku2 itu ga ada di toko buku gede..

  6. 6 Kimino Akina September 6, 2011 at 9:42 am

    aku beli majalah animonster, keadaannya masih bagus….
    story juga, tapi mau ku jual…..
    kira-kira dimana ya ada orang yang mw beli majalah bekas…????

  7. 7 Rahma Fadhila June 16, 2013 at 5:34 am

    Kalau disini gak ada. Padahal pengen banget ngoleksi majalah2 lama. Soalnya majalah kalau ngebahas artikel gak mudah basi walau udah lama.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: