Penjual

Dalam sebuah kesempatan di tengah tugas kantor beberapa bulan lalu, saya bertemu dengan salah seorang relasi yang berhasil meraih kesuksesan secara finansial dalam waktu yang terbilang cepat. Padahal, latar belakang pendidikannya tidak terlalu tinggi.

Bermula dari orang susah yang tidak punya apa-apa, dalam jangka waktu dua tahun ia telah menjelma menjadi sosok yang lumayan kaya, tinggal di rumah yang cukup mewah, dan mengendarai mobil pulang pergi kerja. Ketika teman-temannya yang tingkat pendidikannya setara dengan dia “cukup” bekerja menjadi pelayan toko dengan penghasilan pas-pasan, dia bekerja sebagai supervisor penjualan yang membawahi beberapa orang. Ya, dia adalah seorang penjual.

Rasanya jarang sekali ada profesi yang bisa dimasuki oleh seseorang yang hanya memiliki latar belakang pendidikan pas-pasan, namun bisa mendatangkan penghasilan yang cukup lumayan. Salah satu dari yang sedikit itu adalah profesi penjual, kadang disebut dengan sales. Meski demikian, profesi ini tampaknya cenderung dihindari. Banyak yang lebih memilih menjadi pelayan atau penjaga toko ketimbang menjadi penjual. Bahkan mungkin ada yang lebih parah, lebih memilih menganggur dan menggantungkan hidup kepada orang lain daripada mengisi lowongan penjual yang banyak tersedia di surat kabar.

Kalau saya pikir, meski bukan sebagai profesi, aktvitas menjual bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan dibanding pekerjaan sambilan yang ringan, misalnya jaga warnet. Memang sih, kegiatan menjual tidak bisa selalu menghasilkan. Yah, namanya aja jualan, kadang laku, kadang juga nggak. Tapi sebagai aktivitas yang sifatnya fleksibel dan (dalam batas-batas tertentu) bisa dijalankan tanpa perlu keahlian khusus, kegiatan menjual bisa menjadi pilihan menarik.

Kebetulan bidang yang saya tekuni saat ini bukan bidang penjualan. Meski demikian, saya tertarik untuk sedikit menjalankan usaha penjualan demi menambah penghasilan, supaya bisa hidup lebih nyaman. Ya, berhubung saya tidak memiliki banyak waktu luang untuk berbisnis karena memiliki pekerjaan utama yang sifatnya kurang fleksibel, maka pekerjaan sampingan yang memungkinkan untuk saya jalankan ya menjual. Tapi cuma jualan kecil-kecilan aja, kok🙂

Sudah sebulan ini saya memulai aktivitas itu. Hasilnya memang belum terlalu besar, sih. Tapi lumayan lah, daripada lumanyun😀 . Bila dilihat dari waktu yang saya habiskan untuk menjalankan aktivitas itu, hasilnya cukup setimpal, sebab memang tidak terlalu menyita waktu. Saya masih bisa menjalankan pekerjaan utama dengan baik, Insya Allah🙂

5 Responses to “Penjual”


  1. 1 Asop July 22, 2011 at 2:18 pm

    Asiiiik! Update juga!😀

    Tapi lumayan lah, daripada lumanyun

    Hahaha lucu nih…😆

  2. 3 giewahyudi July 24, 2011 at 11:46 am

    Semoga bisa jualan di blog ya..🙂

  3. 4 Suke Semarang July 25, 2011 at 12:47 pm

    Klo jualannya sudah lumayan migrate ke self hosted wp lah… Klo rame ntar khan bisa jualan slot iklan…🙂

    • 5 Ditter July 26, 2011 at 12:16 am

      @Giewahyudi: Aminn… Terima kasih banyak, Mas🙂

      @Suke Semarang: Kalo jualan di blog malah baru mulai, tapi bukan di sini…. Doakan aja semoga rencananya bisa segera terealisasi, hehe….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: