Resensi Buku: Jurus Sakti Berdagang dengan Feng Shui Jawa

Secara sederhana, feng shui yang merupakan peninggalan kebudayaan Cina Kuno bisa kita pahami sebagai sebuah hitung-hitungan cermat seputar energi yang ada di alam semesta. Hasil hitung-hitungan tersebut kemudian dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari demi menghindari berbagai kondisi buruk.

Berangkat dari pemahaman tersebut, dalam batas-batas tertentu ternyata feng shui memiliki kesamaan dengan hitung-hitungan dalam tradisi Jawa yang biasa disebut dengan petungan. Aplikasinya pun serupa, salah satunya digunakan untuk melancarkan aktivitas dagang. Petungan dipercaya menjadi salah satu kunci keberhasilan masyarakat Jawa dalam berdagang.

Buku ini mencoba mengungkapkan trik atau “jurus” para pedagang Jawa dalam meraih kesuksesan berbisnis terkait dengan petungan yang mereka gunakan. Sang penulis sedari awal telah memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan orang Jawa sehingga kecil kemungkinan pembaca mengalami kebingungan dalam menginterpretasikan subjek yang dibicarakan.

Layaknya feng shui, petungan pada masyarakat Jawa juga diwariskan secara turun temurun dari para luluhur. Petungan tersebut didasarkan pada sasmita gaib, suara hati, siklus alam, keyakinan, dan sebagainya. Kekuatan utama feng shui ala Jawa ini adalah dapat menggambarkan baik buruknya suatu keadaan melalui lambang watak suatu hari, penanggalan, bulan, tahun, pranata mangsa (penentuan waktu), wuku, dan seterusnya.

Terlepas dari nuansa mistis yang menyertai petungan, penerapannya dalam usaha perdagangan ternyata dapat menambah rasa percaya diri para pedagang Jawa dalam meraih kesuksesan. Kepercayaan diri tersebut secara psikologis bisa membuat pedagang lebih mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sulit di tengah persaingan dagang yang demikian ketat (hal 76).

Salah satu nilai tambah buku ini adalah adanya kisah perjalanan hidup para pedagang Jawa yang telah sukses. Sayangnya, cerita tersebut tidak mengaitkan kesuksesan yang berhasil diraih para pedagang itu dengan konsep feng shui Jawa yang telah di bahas pada bab-bab sebelumnya. Mungkin memang tujuan disertakannya cerita itu bukan untuk menguatkan pendapat yang disampaikan penulis, melainkan sekadar sebuah upaya untuk menginspirasi para pembaca.

Walaupun mengambil tema besar tentang masyarakat Jawa, buku ini tidak hanya layak dibaca oleh orang-orang (pembaca) Jawa semata, tetapi juga siapa pun yang ingin menimba ilmu tentang bagaimana metode dagang yang efektif milik masyarakat Jawa.

Judul           :  Jurus Sakti Berdagang dengan Feng Shui Jawa

Penulis        :  Handri Raharjo

Penerbit      :  Citra Media, Yogyakarta

Cetakan      :  I, November 2010

Tebal           :  xii + 164 halaman

Ukuran        :  13,75 x 20,5 cm

1 Response to “Resensi Buku: Jurus Sakti Berdagang dengan Feng Shui Jawa”


  1. 1 Sriyono Semarang May 6, 2011 at 3:21 pm

    yukkkk kita mulai dagang, masak ngantor terus😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: