Menuliskan Daftar Pekerjaan

Waaaaaaaaaahhh… sudah lama banget saya nggak ngeblog. Sudah sebulan lebih lamanya. Ada banyak banget sarang laba-laba di sini karena jarang saya kunjungi. Kalau diingat-ingat, baru pertama kali ini saya menelantarkan blog tersayang hingga begitu lama. Yah, beberapa minggu terakhir ini saya memang lagi kehilangan orientasi, dan itu berpengaruh pada mood saya dalam mengelola blog. Tapi, kemarin saya mulai tergerak untuk menuliskan sesuatu di sini🙂

Sebenarnya saya masih agak canggung. Maklum, sudah lama banget nggak bikin postingan. Sempet bingung juga mau nulis apa. Tapi, akhirnya saya dapat topik juga, hehe….😀

Beberapa minggu terakhir ini saya punya banyak kerjaan, baik di kantor maupun tugas pribadi. Saya cukup dipusingkan dengan hal itu, karena semuanya harus selesai dalam waktu yang hampir bersamaan. Saya bingung harus mulai dari mana. Saya panik, dan itu membuat saya kacau. Tapi, saya punya cara tersendiri untuk mengatasi masalah itu, yakni dengan membuat daftar pekerjaan yang harus saya selesaikan, berdasarkan urutan prioritas.

Jadi, saya mencari terlebih dahulu kerjaan mana yang paling “tepat” untuk dikerjakan pertama kali. Pekerjaan pertama yang saya tulis di dalam daftar adalah pekerjaan yang kira-kira paling mudah. Selanjutnya adalah pekerjaan yang relatif lebih sulit atau lebih lama untuk diselesaikan. Tapi, cara yang saya lakukan juga tidak selalu demikian. Terkadang saya juga memulainya dari tugas yang paling sulit.

Cara itu membuat saya lebih fokus pada satu pekerjaan tertentu sehingga lebih cepat selesai dan hasilnya pun cukup maksimal karena tidak terlalu terburu-buru. Ketika memutuskan untuk menggarap kerjaan pertama yang ada dalam daftar, perhatian saya hanya tercurah pada kerjaan itu dan tidak terganggu oleh beban kerjaan yang lain. Setelah kerjaan tersebut selesai, baru deh lanjut ke kerjaan selanjutnya, dan fokus saya pindah ke kerjaan baru itu. Begitu seterusnya hingga semua pekerjaan selesai.

Setelah satu kerjaan selesai, biasanya saya beri tanda centang pada nama kerjaan itu yang tertulis pada daftar. Nah, efeknya positif. Saya mendapatkan rasa puas tersendiri ketika melihat daftar itu. Dunia menjadi cerah. Saya jadi tambah optimis dan semangat untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya🙂

Saya pernah mencoba tidak membuat daftar kerja semacam itu. Hasilnya, saya jadi tidak fokus. Ketika mengerjakan tugas yang satu, perhatian saya terganggu oleh beban tugas yang lain. Pikiran saya rasanya hanya dipenuhi oleh pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk. Padahal, jika diatur dengan baik, pekerjaan yang menumpuk itu sebenarnya tidak akan terlalu ruwet. Nah, bagi saya, salah satu cara mengaturnya adalah dengan menyusun daftar (prioritas) kerja seperti yang sebelumnya sudah saya ceritakan, hehe….🙂

3 Responses to “Menuliskan Daftar Pekerjaan”


  1. 1 joanna February 13, 2011 at 1:05 am

    betul banget,mas..to do list emang diperlukan dlm kegiatan kita..saya di kantor juga punya daftar semacam itu, jadi kita tau mana yg memiliki skala prioritas terbesar..itu yg kudu dikerjakan dulu🙂

  2. 2 Ditter February 15, 2011 at 1:11 pm

    Sippp…. Bagi saya, manfaat utamanya adalah saya jadi lebih fokus, hehe….

    Terima kasih atas kunjungannya, Sobat🙂


  1. 1 Melamar Kerja atau Berbisnis Sendiri? « Ditter's Blog Trackback on November 1, 2011 at 8:12 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: