Lereng Merapi Mencekam

Kamis malam (4/11), sekitar pukul 22:30, kamar kos saya dan daerah sekitarnya mati lampu. Saat itu saya sedang mengerjakan sesuatu di laptop. Kebetulan batere laptop masih ada, jadi saya masih sempat menyelesaikan pekerjaan yang memang sudah hampir selesai itu.

Setelah laptop mati, baru deh saya bingung mau ngapain. Paling enak sih baca buku. Tapi nggak bisa karena lagi mati lampu. Daripada bengong nggak karuan, akhirnya saya putuskan untuk langsung tidur aja. Lagian saat itu  saya memang lagi cape banget. Setelah kunci pintu, langsung melemparkan diri ke kasur, lalu tidur.

Pas bangun keesokan paginya, saya kaget karena ternyata ada banyak sms yang masuk ke inbox ponsel saya. Pas tengah malam dimana saya lagi tidur pulas, Mami sms untuk ngabarin kalau suasana di rumah sangat mencekam. Selain gelap karena mati lampu, juga ada suara gemuruh, gempa, dan hujan abu. Sepertinya Merapi lagi bergejolak. Karena dirasa membahayakan, saat itu juga, Mami, Papi, kakak perempuan, dan dua ponakan saya yang masih kecil, ngungsi ke rumah saudara di daerah Beran, ibu kota Sleman. Mereka semua ngungsi naik sepeda motor, menembus derasnya hujan abu. Ya ampun.

Habis baca sms-sms yang masuk, saya segera shalat shubuh, lalu berangkat menuju Beran, tempat keluarga saya mengungsi. Wew, jalanan pagi itu diselimuti abu vulkanik yang sangat pekat. Saya harus ekstra hati-hati karena abu yang beterbangan membuat jarak pandang menjadi sangat pendek, hanya sekitar sepuluh meter. Oh iya, saya juga sempat melewati rombongan kru TV One yang sedang meliput suasana di perempatan ring road jalan Kaliurang.

Sampai di Beran, saya nggak ngeliat Papi. Ternyata pas ngungsi tengah malam itu, dia balik lagi, jaga rumah, sekalian jaga kampung barengan dengan beberapa warga yang lain. Ya, saat itu kampung kami memang sudah sepi, dan yang tersisa hanya beberapa aja, berjaga-jaga untuk menghindari adanya tindakan kriminal.

Saya dapat cerita dari Mami. Tidak lama setelah ngungsi tengah malam itu, getaran dari Merapi terasa keras, dan ternyata gunung api teraktif di dunia itu erupsi lagi (5/11), memuntahkan lahar dan awan panas. Pihak berwenang meluaskan daerah bahaya menjadi 20 km dari puncak Merapi. Acara berita di televisi mengabarkan kalau erupsi kali itu memakan korban jiwa yang cukup banyak.

Astaga…. Ternyata ketika saya sedang terlelap, telah terjadi hal yang sangat gawat. Bahkan keluarga saya sendiri turut merasakan ketegangan itu… Saya jadi malu dengan diri sendiri. Tidak ada di samping mereka ketika menghadapi suasana yang mencekam itu….

14 Responses to “Lereng Merapi Mencekam”


  1. 1 partnerinvain November 6, 2010 at 7:42 pm

    aku turut prihatin dan ikut berduka yg dalam atas adanya korban jiwa dan harta setelah erupsi malam Jum’at itu terjadi, dari televisi aku dapat merasakan kekalutan dan ketegangan penduduk yang tinggal di lereng Merapi.

  2. 2 suryowidiyanto November 6, 2010 at 8:11 pm

    turut berduka atas bencana merapi, moga2 diberi keselamatan dan kesehatan….

  3. 3 gigina November 6, 2010 at 9:22 pm

    semoga selalu dalam lindungan-Nya ya mas..
    amiin

  4. 4 Vicky Laurentina November 7, 2010 at 7:09 pm

    Adooh..kamu nggak sensi banget sama berita sih? Kalo Tante Lusy n Om Win teriak-teriak nelfon kamu buat cari bala bantuan nyawa dan kamunya malah nggak alert gimana?

  5. 5 Gaby November 7, 2010 at 10:42 pm

    aku ndak disebutin T_____T

  6. 6 Fir'aun NgebLoG November 8, 2010 at 9:24 am

    semoga banyak korban yang masih bisa diselamatkan, Amin.

  7. 7 joanna November 8, 2010 at 11:45 am

    turut prihatin dng bencana alam di negara kita ini..semoga semua dapat ditangani dengan baik..dan tidak memakan korban jiwa yang banyak lagi..let’s pray for our country !

    • 8 ditter November 8, 2010 at 12:21 pm

      @Partnerinvain: Iya…. sama… kabarnya ketegangan saat itu luar biasa….

      @Suryowidiyanto: Amin….

      @Gigina: Amin…. Tengkyu, Ji🙂

      @Mbak Vicky: Ho’o we, Mbak…. Menyesal ni…. Soalnya aku juga nggak ngikutin berita…. Di kos nggak ada tivi, hp juga nggak bisa buat ngenet.

      @Gaby: Tadinya pengen nyebutin, tapi takut kamu marah kyk kemarin2….

      @Fir’aun: Aminnn….

      @Joanna: Amin….. Yuk kita berdoa🙂

  8. 9 kartunmania November 8, 2010 at 1:48 pm

    semoga saudara-saudara kita yg sedang ditimpa musibah baik akibat dari Gunung Merapi, tsunami di Mentawai dan lainnya, selalu bersabar dan tawakal dalam menghadapinya…
    Amin…

  9. 10 Awal Mula November 8, 2010 at 3:15 pm

    Ane melihat berita merapi selalu merinding, miris sekali melihat banyak korban merapi. semoga saja bencana ini segera berlalu.

  10. 11 Lucky dc November 9, 2010 at 8:17 am

    Semoga gunung merapi ini cepat tenang kembali, padahal desember saya mau ada rencana backpakeran ke yogya nih🙂. Klo merapi erupsi terus bisa jadi darurat deh semuanya.. Hope everything get well soon🙂

  11. 12 Sriyono Semarang November 9, 2010 at 9:19 am

    Merinding… semoga semua cepat berlalu, dan bisa memulai kehidupannya masing masing kembali, semoga semua yang ditimpa musibah diberkan kekuatan

  12. 13 edda November 9, 2010 at 12:17 pm

    ya alhamdulillah kluarganya gpp kan?
    yg pntg smua masih baik2 aja

  13. 14 Asop November 9, 2010 at 4:48 pm

    Saya gak bisa membayangkan betapa mencekamnya lingkungan sekitar yang tertutupi abu merapi…😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: