Selamat Jalan Mbah Marijan!

Kemarin malam (26/10), ketika saya sedang asyik membaca koran di kos, mami saya sms, bilang kalau Merapi sudah meletus. Di sekitar rumah tercium bau belerang dan sudah mulai turun hujan abu. Ya, kebetulan rumah kami sekeluarga memang cukup dekat dengan Merapi (ya nggak dekat banget, sih). Jadi, efek samping meletusnya Merapi, seperti bau belerang dan hujan abu, bisa sampai di tempat tinggal kami. Ya saya sih cuma bisa berdoa semoga keluarga di rumah senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah swt.

Dari kos, sayup-sayup terdengar sirine meraung-raung. Saat itu saya khawatir kalau Merapi memakan korban jiwa. Bagaimanapun, saya tidak ingin hal itu terjadi. Tapi karena di kos nggak ada televisi, saya jadi nggak bisa mengikuti perkembangan seputar meletusnya Merapi. Jadi ya sudah, saya pun melanjutkan membaca koran, dan untuk sementara Merapi tidak terpikirkan lagi di dalam benak saya.

Siang-siang di keesokan harinya, saya mengakses Facebook dari komputer kantor. Saya kaget luar biasa ketika membaca status seorang kawan di Facebook yang berbicara tentang wafatnya Mbah Marijan, sang juru kunci Gunung Merapi. Hah, Mbah Marijan meninggal??

Spontan saya bertanya kepada teman-teman di kantor. Dan mereka bilang iya, Mbah Marijan ditemukan sudah meninggal di rumahnya, sepertinya karena terkena hawa panas dari asap panas Merapi yang biasa disebut dengan wedhus gembel. Karena penasaran, saya pun mencari berita yang lebih lengkap di internet. Wah, saya jadi tahu, ternyata Mbah Marijan meninggal dalam keadaan sujud.

Oh iya, sebenarnya saya agak kecewa dengan kualitas warta yang termuat di berbagai portal berita di internet. Banyak warta yang tampaknya ditulis dengan tergesa-gesa tanpa berusaha mencari fakta yang lengkap. Misalkan begini, ada warta yang mengabarkan kalau Mbah Marijan meninggal dalam keadaan sujud, mengenakan sarung dan baju batik, dan ketika maut menjemput, diduga ia sedang shalat. Informasi yang terakhir itu apakah perlu ditulis? Karena warta lain menyebutkan bahwa Mbah Marijan ditemukan di kamar mandi. Lah, masak shalat di kamar mandi? Warta yang benar yang mana?

Yah, apa pun itu, yang jelas kini Mbah Marijan sudah tiada. Masyakarat Yogyakarta, khususnya kalangan Kraton, tentunya sangat berduka cita. Begitu pula saya.

Di Facebook, orang-orang ramai memasang status tentang wafatnya Mbah Marijan. Ada yang bilang kalau musibah yang menimpa beliau disebabkan karena terlalu percaya pada hal-hal yang bersifat spiritual dibanding logika. Ada pula yang bilang musibah itu terjadi karena Mbah Marijan melawan alam dan mengabaikan peringatan pemerintah. Saya sendiri juga bingung, sebenarnya apa alasan Simbah tetap bertahan di rumahnya di Kinahrejo? Padahal dia sendiri pun tahu kalau daerah tempat tinggalnya itu berpotensi terkena wedhus gembel Merapi.

Tapi saya percaya, Simbah tidak bermaksud mengabaikan anjuran pemerintah, apalagi melawan alam. Saya yakin beliau punya pertimbangan dan alasan tersendiri. Mungkin itu ada hubungannya dengan tugasnya dan kesetiaan beliau terhadap tuannya, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Selamat jalan Mbah Marijan. Semoga engkau mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya. Dan semoga segala amal kebaikan yang pernah kau lakukan semasa hidup, mendapatkan balasan yang setimpal dari-Nya. Amin.

 

Gambar diambil dari sini.

10 Responses to “Selamat Jalan Mbah Marijan!”


  1. 2 Asop October 28, 2010 at 9:03 pm

    Tetap aja, saya menyayangkan keputusan yang diambil Mbah Marijan waktu beliau memutuskan untuk tetap tinggal ketika detik2 awan panas datang..😦😦😦

  2. 3 Fir'aun NgebLoG October 28, 2010 at 11:09 pm

    DICARI: Orang yang bersedia mengisi jabatan kosong yang ditinggalkan mbah marijan😀 siapa yang mau?…

    semoga mbah marijan diterima di sisi_Nya, Amin..

  3. 4 edda October 29, 2010 at 12:12 pm

    amiiin
    moga arwah beliau di terima di sisiNya

    • 5 Ditter October 29, 2010 at 5:20 pm

      @Intan: Terima kasih….🙂

      @Asop: Iya…. tapi saya yakin beliau punya alasan tersendiri, Sob…. Alasan yang mungkin sulit untuk kita mengerti….

      @Fir’aun: Kamu nggak daftar aja, Sob? hahaha…

      @Edda: Aminnnn….

  4. 6 ibnu October 29, 2010 at 10:00 pm

    katanya sudah ada calon pengganti mbah Marijan tapi saya lupa namanya

  5. 7 Fir'aun NgebLoG October 30, 2010 at 2:58 am

    kunjungan malam sob…
    giliran ronda nich😀 hehehe….

  6. 9 ciwir October 31, 2010 at 1:20 pm

    ngugemi janji prasetya njaga gunung merapi

    • 10 Ditter November 1, 2010 at 4:55 pm

      @Ibnu: Iya, sudah ada. Kalau nggak salah Ponimin, dan satu lagi anaknya. Saya lupa namanya🙂

      @Fir’aun: Terima kasih banyak atas kunjungannya, Sob!🙂

      @Dina: Hmmm….. Nggak ada hal yg menunjukkan kalau dia takabur. Kalau masalah jadi bintang iklan, itu kan karena dia terus-terusan diminta oleh perusahaan yg memintanya jadi bintang iklan….

      @Ciwir: Ya, mungkin seperti itu, hehe….🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: