Resensi Buku: Malas Tapi Sukses

Saat itu saya lagi di kamar kos seorang teman. Dia memiliki koleksi buku yang lumayan banyak. Semuanya terpajang rapi di rak yang menempel di dinding kamar. Iseng saya melihat-lihat koleksi bukunya itu. Kebanyakan buku-buku tentang filsafat, karena memang ia menekuni bidang itu di kampusnya. Lalu ada satu buku yang menarik perhatian saya. Tampilan covernya biasa-biasa aja. Tapi judulnya unik, “Malas Tapi Sukses”.

Karena lagi nggak ada tanggungan buku yang harus dibaca, akhirnya saya pinjam buku tersebut. Kebetulan sahabat saya itu cukup baik hati untuk meminjamkan bukunya. Lagipula dia sudah percaya saya. Sebelumnya saya pernah meminjam bukunya juga, tapi sudah saya kembalikan.

Buku “Malas Tapi Sukses” ditulis oleh Fred Gratzon, seseorang yang menobatkan dirinya sebagai orang paling malas se-Amerika Utara. Oke, kita percaya saja kalau dia itu orang malas. Tapi, jangan dikira dia orang susah yang mengalami kesulitan finansial karena kemalasannya itu. Malah sebaliknya, dia adalah orang yang sangat kaya raya. Bahkan dia mengaku kemalasannya itulah yang membuat kekayaannya (semakin) melimpah.

Setahu saya (dan mungkin juga Anda), hal yang bisa membuat seseorang sukses dan kaya adalah kerja keras. Semakin keras usaha yang dilakukan seseorang, maka semakin kayalah dia. Tapi, si penulis menjungkirbalikkan pemahaman yang menurutnya kuno itu. Baginya, kerja keras justru membuat orang semakin susah dan menderita. Menurutnya pula, para pemalas lebih dekat dengan kesuksesan dibandingkan para pekerja keras. Lebih ekstrem lagi, dia menyatakan bahwa kesuksesan berbanding terbalik dengan kerja keras (halaman 15). Edan dan sungguh tidak masuk di akal!

Tapi, setelah membaca keseluruhan buku, saya merasa kalau ternyata pendapatnya itu benar juga. Fred Gratzon berhasil menyampaikan ide-idenya dengan begitu jelas dan tuntas. Lebih jauh lagi, ia berhasil meyakinkan pembaca bukunya (saya) bahwa argumennya yang sungguh bertolak belakang dengan pemahaman umum itu merupakan hal yang “benar” dan bahkan sangat sejalan dengan hukum alam.

Sebenarnya cara berpikirnya bagaimana sih, kok bisa Fred Gratzon begitu menjunjung tinggi kemalasan dan sangat merendahkan kerja keras? Jadi intinya begini. Rasa malas mendorong kreativitas. Dari situ, seseorang bisa menghasilkan sesuatu yang lebih banyak daripada orang yang bekerja keras. Misalnya, orang yang memasangkan bajak di pundak sapi adalah orang yang tidak ingin memeras keringat dengan mencangkul. Siapapun yang menggiling gabah dengan memanfaatkan air terjun adalah dia yang benci harus menumbuk padi dengan alu (halaman 59). Mereka semua adalah para pemalas. Tapi, kemalasan itu nyatanya berefek positif, mampu membawa perubahan besar bagi peradaban manusia. Itu sekadar contoh teknologi sederhana, belum yang lainnya.

Para pemalas hanya melakukan apa yang mereka sukai dan senangi. Jadi, motivasi mereka adalah panggilan hidup. Dalam mengerjakan pekerjaan masing-masing, mereka sangat gembira dan seperti hanya bermain-main saja. Pikiran dan tubuh senantiasa segar bugar. Kreativitas terus meningkat. Inilah salah satu kunci kesuksesan.

Sebaliknya, para pekerja keras bekerja dengan membabi-buta. Hal yang mereka dapatkan tentu saja kelelahan fisik dan mental. Motivasinya biasanya uang. Kreativitas terbelenggu dan bawaannya hanya mengeluh. Hal itu —menurut Gratzon— adalah sebuah penyiksaan diri yang sangat menyedihkan.

Salah satu hal yang sangat menarik dari buku ini adalah berbagai bukti empiris yang dihadirkan oleh sang penulis untuk mendukung argumennya, mulai dari bukti dari segi sejarah hingga fisika sederhana. Bila tetap tidak sepakat dengan ide yang diungkapkan dalam buku ini, paling tidak wawasan kita akan bertambah terkait dengan bukti-bukti itu.

****

 

Judul: Malas Tapi Sukses

Penulis: Fred Gratzon

Penerbit: Gemilang (kelompok Pustaka Alvabet)

Cetakan: Kedua, April 2010

Tebal: 328 halaman

12 Responses to “Resensi Buku: Malas Tapi Sukses”


  1. 1 Nancy October 23, 2010 at 9:57 pm

    Penasan pingin ikut juga baca buku itu….

  2. 2 edda October 23, 2010 at 10:55 pm

    wew,, jd pgn beli bukunya😀
    lam kenal yaa

  3. 3 Dina Aprilia October 24, 2010 at 9:17 am

    hmm…boleh juga tuh…
    tp tetep musti ati2…ntar takutnya yg ada malah malas tp ga berbuah apa2…

  4. 4 masyhury October 24, 2010 at 9:39 am

    Keren tuh, tapi kayaknya gak usah di tiru deh..
    maklom anak indonesia gk sama yg di Amrik sana..🙂
    salam kenal..

  5. 5 Nur'Amilah October 25, 2010 at 12:59 am

    menarik sekali resensinya! jadi tertarik pengen beli bukunya tuch.. sayangnya, ni kan tanggal tua! *ga da hubungannya😀

    • 6 Ditter October 25, 2010 at 7:41 am

      @Nancy: Maaf ya sudah bikin penasaran, hehe….

      @Edda: Salam kenal juga! Terima kasih banyak sudah berkunjung ke blog ini🙂

      @Dina: Betullll…. Memang harus hati2 banget, jangan sampai kita larut dalam rasa malas yg sama sekali tidak produktif dan tidak mendatangkan kreativitas….

      @Masyhury: Hehe… kita tiru yg bagian positifnya aja🙂

      @Nur’Amilah: Haha… berarti harus menyisihkan uang tuh, biar bisa beli, hehe….

  6. 7 Denuzz BURUNG HANTU October 25, 2010 at 10:27 am

    kalo Denuzz coba tebak sih, kemalasan beliau berujung pada kreativitas yang luar biasa … ya gak?

    Semoga persahabatan kita tiada lekang oleh waktu dan tiada terbatas oleh ruang

  7. 8 alex November 2, 2010 at 11:14 am

    mantab ya bukunya.. mungkin maksudnya malas kerja boleh, tapi nggak boleh males mikir..😀

  8. 10 WayanBagus September 28, 2013 at 6:12 pm

    Good… mantap….
    Lanjutkan….
    Malas = hukum alam

  9. 11 WayanBagus September 28, 2013 at 6:13 pm

    Good… mantap….
    Saya seTuJu…. Lanjutkan…..

  10. 12 WayanBagus September 28, 2013 at 6:14 pm

    Good…….
    Saya seTuJu….
    Ayo kita menyesuaikan diri dgn hukum aLam…
    ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: