Layanan Pesan-Antar

Kemarin petang Kota Jogja diguyur hujan deras. Di sisi lain, saya sangat lapar, dan mau nggak mau harus keluar kos untuk beli makan. Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya saya bersama nyonya memutuskan pergi ke warung makan langganan. Ya, di tengah hujan deras. Memang sih tempatnya agak jauh. Tapi kita berdua udah cocok dengan menu khasnya, jadi walaupun jauh tetap disamperin, hehe….

Sebenarnya kalau warung makan langganan saya itu menyediakan layanan pesan-antar, pasti akan sangat membantu. Tinggal telepon, pesan, lalu makanan pun akan di antar ke tempat tinggal. Wah, enak banget tuh! Kita jadi nggak perlu keluar rumah atau kamar untuk beli makanan. Nggak perlu kehujanan atau kena debu serta polusi udara di jalanan. Tapi, yang menyediakan layanan semacam itu biasanya cuma restoran besar, bukan warung makan pinggir jalan seperti langganan saya itu🙂

Dengan mengenakan jas hujan, saya dan nyonya berboncengan naik sepeda motor menembus derasnya hujan di jalanan kota Jogja. Perjalanan berlangsung seru, karena beberapa kali melewati genangan air yang lumayan tinggi. Angin kencang dan kilatan petir yang kadang muncul semakin menambah sensasi petualangan saya bersama nyonya🙂

Jalanan sepi banget. Hanya ada satu-dua orang yang melajukan sepeda motornya, salah satunya seorang pegawai layanan pesan antar sebuah restoran masakan Jepang yang cukup terkenal di Indonesia. Selama beberapa menit, saya mengikutinya dari belakang sembari memperhatikannya. Kurang kerjaan banget, ya? Yah, saya memang sering begitu, hehe….

Sepeda motor yang dikendarai pegawai itu sudah agak butut. Ia Mengenakan jas hujan panjang dan sepatu bot. Wah, saya terkesan dengan perjuangannya. Melawan derasnya hujan untuk mengantarkan pesanan. Supaya si pemesan nggak terlalu lama menahan lapar. Dan tentunya supaya dapat bayaran dari si Bos🙂

Pasti si pegawai itu sudah sering mengantarkan makanan di kala hujan. Lah, soalnya kan kalau pas hujan deras, konsumen yang menggunakan jasa layanan pesan-antar semakin banyak, karena pada malas keluar rumah atau kamar kos untuk beli makanan. Kalau cuaca lagi cerah, mungkin pada lebih milih beli langsung di tempat, soalnya lebih murah, nggak kena biaya antar. Eh, tapi layanan pesan-antar makanan gitu ada ongkos kirimnya nggak, ya?

Nah, saya sendiri belum sekalipun menggunakan jasa itu. Nggak ada alasan khusus sih, memang belum pernah aja. Kalau teman-teman?

20 Responses to “Layanan Pesan-Antar”


  1. 1 penghuni60 September 25, 2010 at 8:59 am

    ya enak bgt kalo semua warung bersedia antar pesanan…
    tp sisi lain bikin kita jd lebih males sob, bnr gak???

    (BTW, ada prediksi Telur Berdiri, mampir ke blogku sob)

  2. 2 Asop September 25, 2010 at 9:17 am

    Tergantung restorannya sih. Ada yang mengenakan ongkos kirim, ada yang nggak. Monggo dicoba sekali-sekali.😀

  3. 3 partnerinvain September 25, 2010 at 4:21 pm

    Belum pernah nyoba juga paling kalo lagi ujan gitu paling buka kulkas, liat apa yang masih bisa dimakan buntut-buntutnya telor ceplok sama indomie soto…panas-panas plus teh hangat mantab!!

  4. 5 Sriyono Suke September 25, 2010 at 6:49 pm

    Ni ane kasih daftar restoran dan rumah makan di Semarang, mo pesan silakan telepon, mo datang silakan, ada petanya kok…🙂

    • 6 Ditter October 1, 2010 at 5:18 pm

      @Penghuni60: Iya sih, jadi males…. Itulah salah satu kelemahannya, hehe….

      @Asop: ooh… begitu, ya… Terima kasih atas informasinya, hehe….

      @Partnerinvain: Iya tuh, mi instan plus telor udah enak banget… Tapi di kos ku nggak ada kompor, jadi nggak bisa masak deh…..

      @Kang Ope: Sudah saya terima, Kang. Terima kasih banyak!

      @Sriyono: Sip.. sip…. Terima kasih banyak, Sri🙂

  5. 7 beni September 26, 2010 at 8:35 am

    wah enak ya naik motor ujan2’an
    paz slesai ujan2’an dpt duid lg🙂

  6. 8 wiangga0409 September 27, 2010 at 12:42 pm

    aku juga jarang kok.. malah ribet kalo menrutku.

    harus nyiapin uang pas.🙂

  7. 9 Denuzz BURUNG HANTU September 27, 2010 at 11:43 pm

    katanya sih gak ada ongkos kirim kok … paling harga makanannya aja yan dinaikin …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

  8. 10 Lucky dc September 28, 2010 at 7:34 am

    Ya, klo saya sih kasih uang buat yang nganterin berapapun itu, kasihan kan udah nganterin apalagi hujan besar pula😦

    • 11 yudi November 18, 2010 at 5:31 pm

      setuju…..itu namanya kita menghargai usaha orang lain untuk memenuhi kebutuhan/keinginan kita…..

      kl mnrt saya…kepuasan kita juga hrs memperhatikan kepuasan orang lain jg..terutama dlm hal simbiosis mutualisme..heheheh…

  9. 12 fitrimelinda September 28, 2010 at 7:51 pm

    iya yah mas.pasti seru kalo ada warung makan ada nyediain jasa pesan antar..jadi kalo lagi males kluar tggl pesan aj..🙂

    • 13 Ditter October 1, 2010 at 5:20 pm

      @Beni: Lho, kok dapat uang? Maksudnya?

      @Wiangga: Ooh.. harus nyiapin uang pas gitu, ya…? *manggut-manggut

      @Denuzz: Kalau harga makannya dinaikin sama aja ada ongkos kirimnya, dong… hehe….

      @Lucky: Iyaa… memang….

      @Fitrimelinda: Betullll…. Tapi kalau bisa sih layanannya gratis, hehehe….

    • 14 yudi November 18, 2010 at 5:34 pm

      yaudah..tar tunggu aja mgkn suatu saat ada pelayanan kyk gt

  10. 15 fitrimelinda September 28, 2010 at 7:52 pm

    yahh..ketangkap spam yah komenku??

  11. 16 Cheap Silver Jewlry September 28, 2010 at 11:08 pm

    It’s the very thing i want to catch. Thanks!

  12. 17 bhiberceloteh September 29, 2010 at 11:57 pm

    Beberapa kali pernah menggunakan layanan pesan antar, lumayan lah kebantu klo lagi ujan deres dan lagi boseeen makan indomie.. hehe!

    suka kasihan juga sama yang nganter, jd biasanya suka dilebihin dikit bayarnya walaupun udah ada ongkir..

    btw, kayanya cuek aja nih keujanan naik motor demi cari makan, asal sama si nyonya ya? hehehe😉

  13. 18 ais ariani September 30, 2010 at 4:14 pm

    adddiiiittt…. nyonya mu sapppaa?
    *gak konteks yah nanya nya😀

    • 19 Ditter October 1, 2010 at 5:23 pm

      @Cheap: Wew, jualan perhiasan, toh….

      @Bhi: Iya, kalau pas hujan gitu malah lebih romantis, hahahaha….

      @Mbak Ais: Hahaha… masih sama dengan satu setengah tahun yang lalu, Mbak.. hehe….🙂

  14. 20 nandini October 4, 2010 at 8:50 pm

    Sek, kok dah main nyonya2 neh… ihik.. kopdar yuk.. nanti diajak yaaa nyonyanyaaa…

    anyway, saya di rumah sih.. jadi yaa masak sendiri..😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: