Ramadhan

Wah, nggak kerasa bulan Ramadhan telah berakhir. Kalau sudah selesai begini, baru deh kerasa betapa berharganya Ramadhan. Agak sedih karena kemarin tidak memanfaatkannya dengan melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Memang sih puasa saya nggak bolong. Tapi beberapa kali saya telah meninggalkan sholat lima waktu😦

Wah, entah kenapa di daerah saya bulan puasa di tahun 1431 Hijriyah ini kurang bernuansa Ramadhan dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Shalat tarawih berjamaah di masjid sering sepi. Pas awal sih memang lumayan ramai. Tapi begitu masuk hari ke 3 dan seterusnya, jumlah jamaah yang ada menyusut drastis.

Nah, biasanya sih di hari-hari terakhir akan kembali ramai. Tapi, saya agak bingung, shalat tarawih terakhir kemarin sepi sekali, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Nah, pas malam takbiran, baru deh ramai. Pada bakar petasan dan kembang api. Kadang suara petasan dan kembang api itu mengalahkan suara takbir yang berkumandang😦

Oh iya, setelah buka-buka arsip blog dan membaca postingan saya yang ini, ternyata Ramadhan tahun lalu juga seperti itu, tarawih terakhir sepi.

Di hari raya Idul Fitri beberapa hari yang lalu, seperti biasa, saya dan keluarga melaksanakan shalat Ied di lapangan dekat rumah. Alhamdulillah ketika itu tidak hujan, bahkan sangat cerah. Sepulang shalat, langsung maaf-maafan dengan kedua orangtua dan kakak-kakak. Abis itu menyiapkan sajian ketupat, opor, dan sambal daging untuk saudara-saudara yang akan datang. Kebetulan sebagian besar saudara di Jogja ini tidak merayakan lebaran, jadi keluarga sayalah yang mereka kunjungi. Sebaliknya, ketika natal, keluarga saya yang akan mengunjungi mereka.

Setelah selesai ramai-ramai menyantap ketupat, acara dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah kakek nenek yang merayakan lebaran. Di sana kami sungkem dan memohon maaf bila punya salah, baik sikap maupun perbuatan. Abis itu lanjut ziarah ke kakek-nenek yang sudah meninggal, yaitu kedua orangtua Ibu saya.

Hari kedua lebaran tidak ada kegiatan yang berarti, cuma jalan-jalan dan kumpul-kumpul aja sama saudara sepupu. Hari ketiga juga begitu. Hari keempat, tepatnya hari ini, saya tidak terlalu sibuk. Akhirnya saya manfaatkan buat update blog ini deh, hehe….

Melalui postingan ini, saya ingin mengucapkan, “Selamat hari raya Idul Fitri 1431 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin.”🙂

Kalau ada postingan atau komentar dari saya yang sekiranya menyinggung perasaan teman-teman sekalian, mohon dimaafkan, yaaa….🙂

****

3 Responses to “Ramadhan”


  1. 1 ais ariani September 14, 2010 at 10:50 am

    sama – sama adit..
    maaf lahir bathin juga yah
    maaf jarang mampir juga
    (hehehehehehehe)

    selamat idul fitri 1431 H.🙂

  2. 2 Sriyono Suke September 15, 2010 at 6:27 am

    Ditempat ane juga sama,
    eniwei,
    Minal aidin walfaidzin
    Mohon maaf lahir dan bathin

  3. 3 Denuzz BURUNG HANTU September 16, 2010 at 9:58 am

    ehm … ketinggalan sholat 5 waktu? ckckck😦

    denuzz dan keluarga juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin ya …
    semoga kita semua bisa bertemu dengan ramdhan taun depan …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: