Belanja Pakaian Menjelang Lebaran

“Dit, wis belonjo durung? (Dit, sudah belanja belum?)”

Demikian pesan singkat di layar ponsel saya yang dikirimkan oleh seorang kawan, sebut saja Agus. Saya paham sekali konteks pertanyaan sahabat karib saya itu. Beberapa hari lagi lebaran, dan lebaran kan identik dengan pakaian baru. Walaupun banyak yang nggak mengakuinya, toh pada kenyataannya mal dan toko pakaian selalu ramai dikunjungi orang menjelang lebaran.

Dulu pas masih SMA saya juga begitu. Uang saku selama puasa ditabung buat beli pakaian. Kalau puasa kan nggak jajan, jadi uang saku masih utuh, seluruhnya langsung ditabung. Di akhir bulan Ramadan, uang tabungan itu terkumpul banyak deh. Saya dan teman-teman pun berburu pakaian di mal, termasuk si Agus. Tradisi belanja menjelang lebaran itu bertahan hingga dua tahun setelah lulus SMA. Setelah itu, kita jarang ketemu lagi.

Mungkin Agus masih ingat dengan tradisi itu, makanya dia mengirimkan sms tersebut, mungkin hendak mengajak pergi berburu lagi. Tapi, kebetulan dua tahun ini saya berhenti dari tradisi itu. Entah kenapa saya kehilangan gairah untuk belanja pakaian menjelang lebaran. Kini bagi saya pakai pakaian yang lama aja udah cukup.

Eh ternyata si Agus juga nggak belanja. Lagi bokek katanya🙂🙂

Sebenarnya saya kurang ngerti kenapa kok lebaran bisa identik dengan pakaian baru. Hubungannya apa, ya…. Saya sih khawatirnya kalau keidentikan itu berubah menjadi kebiasaan yang wajib dijalankan. Takutnya bila sedang dalam kondisi susah pun, orang-orang memaksakan diri untuk melakukan kebiasaan itu. Mending kalo bentuk pemaksaan diri itu nggak merugikan orang lain. Lah, kalo dia ngebet pengen beli pakaian baru dan kemudian mencuri atau menodong karena nggak punya uang, gimana? Kan merepotkan banget tuh….

Hmmm… mungkin ada hubungannya dengan alasan kenapa tingkat kriminalitas menjelang lebaran semakin tinggi….

Kalau teman-teman gimana, sudah belanja pakaian baru?🙂

11 Responses to “Belanja Pakaian Menjelang Lebaran”


  1. 1 Gabriela Intani September 4, 2010 at 9:39 am

    Stauku, baju baru itu ya dalam rangka jiwa baru, lebih bersih stlh puasa. lebih ke merepresentatifkan aja.
    Tapi baju kan cm kemasan aja, dalem hati siapa tau. Percuma baju baru kalo ga ada perbaikan slama puasa.
    Sukses blognya, naek trus trafficnya.

  2. 2 Denuzz BURUNG HANTU September 5, 2010 at 2:34 pm

    nanti aja ah …

    salah satu alasan kenapa orang mau belanja baju baru kala lebaran karena banyak diskon!!!!! …
    hehehe

    salam akrab dari burung hantu …

  3. 5 farus September 6, 2010 at 8:05 pm

    wehhh seneng banget bisa beli baju baru…

  4. 6 Sriyono Suke September 7, 2010 at 4:30 am

    klo kita beli bajunya ya klo emang agi perlu baju baru sih, bukan karena lebaran, lebaran biasamya malah jarang belanja baju baru, antrinya panjanggg…🙂

  5. 7 devieriana September 7, 2010 at 8:30 am

    saya ndak beli baju lebaran, ditabung buat beli.. mobil (halah, jauh amat perbandingannya yak..) :lol

  6. 8 krupukcair September 7, 2010 at 10:21 am

    wah, kalo dulu sih suka baju baru kalo lebaran, tapi sekarang dah tidak. 😀

  7. 9 Yoyon Ugang sayu September 16, 2010 at 1:02 pm

    link udah aku pasang dengan nama ditter link balik ya,,blogku

    http://yoyon12.wordpress.com

  8. 10 Nandini September 21, 2010 at 9:39 am

    saya hanya belanja beju ketika perlu, bukan karena sale, trend ataupun event penting macam lebaran. hehe..😀


  1. 1 Mari bertukar link « Yoyon12's Blog Trackback on September 16, 2010 at 1:04 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: