Sinetron Ooh Sinetron

Saya teringat, beberapa hari yang lalu habis membaca keluhan seorang ibu rumah tangga yang dimuat di rubrik Suara Pembaca sebuah koran nasional. Si Ibu mengeluhkan kondisi sinetron di negara kita yang sangat tidak edukatif, dan bahkan bisa berdampak buruk terhadap perkembangan anak-anak.

Seperti yang kita ketahui bersama, kebanyakan sinetron yang tayang di stasiun televisi kita memang sarat dengan adegan kekerasan, konflik rumah tangga, caci-maki, kelicikan, iri, dengki, dan lain sebagainya. Semua itu kurang baik bila ditonton oleh anak-anak, sebab dikhawatirkan si kecil akan meniru hal-hal buruk yang terjadi di sinetron.

Alur cerita sinetron biasanya gitu-gitu aja. Tokoh baik ditindas habis-habisan oleh tokoh jahat. Tokoh yang jahat ini dengkinya nggak ketulungan. Malah cenderung biadab. Sebaliknya, tokoh yang baik biasanya sabarnya minta ampun. Mudah memaafkan walaupun sudah dijahatin kayak apa pun. Wah, emang ada apa ya orang-orang seperti mereka….

Ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas sinetron Indonesia, yaitu suka memamerkan kemewahan. Ada aja tokoh yang kaya raya, gaya hidup seperti raja, ke mana-mana pake mobil mewah, punya ponsel mahal keluaran terbaru, rumahnya juga gede banget kayak istana. Banyak juga adegan dimana anak-anak SMP pun sudah pada nyetir mobil yang cukup mewah. Wah, hebat sekali. Tapi gimana, ya. Sepertinya hal-hal seperti itu kurang baik, karena bisa “menginspirasi” atau memengaruhi masyarakat −khususnya anak-anak− untuk bergaya hidup konsumtif berlebihan.

Keluhan masyarakat tentang sinetron sudah beberapa kali saya baca di berbagai surat kabar. Tampaknya cukup banyak juga masyarakat yang terganggu dengan keberadaan sinetron. Tapi, benarkah demikian?

Sependek pengetahuan saya, keberlangsungan acara di televisi itu kan tergantung rating atau minat pemirsa terhadap acara itu sendiri. Jadi, salah satu sebab kenapa sinetron masih saja menjamur tentu karena peminatnya cukup banyak. So, tampaknya masyarakat yang terganggu dengan keberadaan sinetron cuma segelintir saja. Sinetron tetap dicintai. Setiap konflik dan tragedi yang dihadirkan selalu dinanti. Menonton gaya hidup mewah yang diperankan para pemeran yang ganteng dan cantik-cantik itu pun telah menjadi hiburan tersendiri yang cukup mengasyikkan.

Tapi, saya pribadi jarang banget nonton sinetron. Kalau teman-teman gimana?🙂

12 Responses to “Sinetron Ooh Sinetron”


  1. 1 nahdhi August 13, 2010 at 4:49 pm

    “sudah kuracuni minuman itu, sebentar lagi dunia ini akan menjadi milikku.” Kalimat itu (atau yang sejenis) sudah menjadi barang murah di sinetron mas. Sok geli-geli nek ada orang mengucapkan itu…. Hahaha…

  2. 2 Rahad August 13, 2010 at 4:52 pm

    lah..tokoh yg baik malah terlalu baik sampe yg dilakuinnya itu kebodohan..
    lagi,kayaknya modal untuk perfilman indonesia di embat aja sama pejabat ya..
    adegan kecelakaan terjadinya di perumahan..perumahan sepi gak ada mobil,tiba2 aja mobil yg dikendarai nabrak pohon…gak masuk akal banget dah…

    mau tukeran link sob?

  3. 3 FiyaFiya August 13, 2010 at 10:43 pm

    saya gak suka dan gk pernah suka nonton sinetronn
    huhu

  4. 4 partnerinvain August 14, 2010 at 4:06 am

    kapan terakhir nonton sinetron udah lupa…suka serem liat pemeran antagonis melotot….diulang-ulang…apalagi dari awal sinetron sampai akhir ngga capek nangis teruuuuus…yang liat aja capek. Heran yaa kalo sinetron korea kenapa bisa bikin aku nangis yaa….padahal pemainnya ngga nangis…

    • 5 ditter August 14, 2010 at 7:59 am

      @Nahdhi: Hahahaha…. kalau dibayangin kalimat itu diucapkan dalam kehidupan nyata, rasanya lucu banget, ya… haha…

      @Rahad: Nah itu, masak perumahan yg tenang-tenang aja yg jalannya ga terlalu besar bisa terjadi kecelakaan tunggal… waah… ada-ada ajalah pokoknya….
      Ayo tukeran link, Sob!

      @FiyaFiya: Hehe…. saya maklum dan sangat paham🙂

      @Partnerinvain: Iya tu…. liat Ibu2 ato mbak2 melotot serem banget…. Kalo sinetron Korea emang pinter banget ngaduk2 perasaan para penontonnya. Mungkin karena alur cerita dan kualitas akting para pemerannya bagus🙂

  5. 6 Tary Sonora August 14, 2010 at 12:44 pm

    dalam sinetron indonesia banyak trik-trik untuk jadi penjahat. saya nggak suka sinetron indonesia yg ceritanya nggak mutu. saya pernah membandingkan serial drama korea dan sinetron indonesia, perbedaannya jauh banget. dari segi cerita, penokohan dll nya. dlm sinetron kita nggak pernah ada pesan moral yg disampaikan. trus yg benci banget kalo di sinetron kita akting marahnya sampe mata mau mbrojol dan benci banget backsound nya.

  6. 7 Indonesia Blogger Teens August 14, 2010 at 12:58 pm

    Sinetron Indonesia harus di permak!

  7. 8 Rahad August 14, 2010 at 1:06 pm

    link udah di pasang sob..
    trims..

    • 9 ditter August 16, 2010 at 1:13 pm

      @Tary: Haha… pendapat kita hampir sama! Memang kalo pas ada adegan nyonya marah, ngeri banget, bola matanya sampe mau keluar, hiiiiii… Terima kasih banyak karena sudah mau urun rembug di sini, Kawan!!🙂

      @Indonesia Blogger Teens: sabar.. sabar.. hehe….

      @Rahad: Oke, Sob. Terima kasih banyak!!

  8. 10 nandini August 17, 2010 at 12:55 pm

    saya memilih film India dan Barat, itupun super selektif. Kalo ‘terpaksa’ disajikan sinetron, *misal antre bank dsb* saya memilih ber’opera mini’ atau membaca buku yang selalu saya selipkan di tas.😀

    soalnya saya berprinsip memilih tontonan yang mengandung tuntunan,.. jadi maaf saja kalau hanya pintar mengacak-acak emosi, lebih baik saya tidur.

    • 11 ditter August 18, 2010 at 11:57 am

      Hahaha… betul tuh… Tapi sinetron kan juga mengandung tuntunan.. Tuntunan untuk gampang marah2 ke orang lain sampe mata melotot dan hampir brojol, haha…

  9. 12 Mr Jack December 28, 2010 at 7:52 pm

    Hmmm, sinetron Indonesia??’ nggak ada yg bisa jadi pembelajaran utk kebaikan..kaciannn deh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: