Kemacetan di Jakarta

Beberapa hari yang lalu saya baca koran, ada cerita tentang seorang warga Jakarta yang tiap berangkat-pulang kerja harus menempuh jarak sejauh 28 km. Dia naek sepeda motor, karena dianggap lebih irit daripada naek bus. Waktu yang dia perlukan untuk menempuh jarak itu adalah 2 sampai 2,5 jam! Wah, lama banget. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena macet.

Wah, saya nggak bisa membayangkan kalo jadi dia. Sampe tempat kerja pasti udah cape banget karena harus mengendarai sepeda motor sejauh dan selama itu. Pas pulang pun pasti udah ngantuk berat, jadi nggak bisa bercengkerama dengan keluarga.

Dia nggak sendiri. Ada banyak warga Jakarta dan daerah pinggiran Jakarta yang mengalami nasib serupa.

Akhir-akhir ini kabar tentang kemacetan di Ibu Kota memang lagi gencar diberitakan. Belum lagi tentang konvoi kendaraan Presiden dan Paspampres dari istana negara ke Cikeas (PP) yang dianggap semakin menambah kacau kemacetan di sana.

Wajar jika kemacetan di Jakarta semakin parah. Mobil dan sepeda motor terus bertambah setiap hari, tidak sebanding dengan ruas jalan yang ada. Ada banyak usul dan masukan yang dialamatkan ke Pemerintah untuk mengatasi kemacetan itu. Misalnya, dengan membuat jalan layang. Tapi tampaknya usul yang paling efektif adalah dengan membatasi jumlah kendaraan pribadi. Caranya dengan memasang tarif parkir mobil setinggi langit, menaikkan pajak kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.

Tapi, pasti akan ada banyak yang protes kalau usul itu diwujudkan. Lah, transportasi massal aja nggak beres, masak untuk punya kendaraan pribadi malah dipersulit. Apalagi tampaknya kendaraan pribadi, khususnya mobil, adalah salah satu benda yang sangat diidam-idamkan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Sepengamatan saya, kepadatan kendaraan bermotor di jalan-jalan kota Jogja juga semakin parah. Mungkin ada hubungannya dengan tahun ajaran baru ini, di mana banyak perantau yang datang ke Jogja untuk sekolah atau kuliah, yang membawa serta mobil atau sepeda motor yang dibelikan oleh orangtua mereka.

11 Responses to “Kemacetan di Jakarta”


  1. 1 aqisthiaf July 22, 2010 at 11:26 pm

    susah banget mau mbikin semuanya jadi yang dipengenin, semua jalan yang diambil kan ada baik buruknya, demo juga pasti gencar banget kalo itu ga pas buat rakyat. lagian kalo di jakarta mau mbuat jalan layang pasti malah mbikin macet soalnya ga ada banyak jalan alternatifnya. haha. jogja oh jogjaaaa, sepertinya bakal macet sebentar lagi๐Ÿ˜ฆ

  2. 2 ditter July 23, 2010 at 8:11 am

    Waaaah…. Jogja jangan sampe menyusul Jakartaaa… Semoga… hehe….

  3. 3 mylitleusagi July 23, 2010 at 10:56 am

    he…he…he..he
    jakarta..macetnya emang bikin gila…
    bayangin aja…
    bekasi-jakarta bisa dua jam…
    kalau weekend..3 jam..bahkan pernah ampe 4 jam…
    parah..parah..parah..

  4. 4 Asop July 23, 2010 at 3:35 pm

    Iya ya, saya kasihan lo ama orang2 Jabodetabek…๐Ÿ˜ฆ Gimana ya hidup komuter di sana, domisili di Tangerang, kerja di Jakarta… Kayaknya, hidup mereka tuh sebagian besar dihabiskan di jalan…๐Ÿ˜ฅ

    Seperti kata orang, “tua di jalan”…๐Ÿ˜ฆ

    Saya jadi berpikir dua kali untuk menetap di sana…๐Ÿ˜

    • 5 ditter July 23, 2010 at 5:38 pm

      @Mylittleusagi: Mmmm…. itu pengalaman Mbak, ya? hehe…. Parah banget kalo macetnya sampe 4 jam gitu… ckckckck…. Sabar ya, Mbak.. hehe….๐Ÿ™‚

      @Asop: Iyaa… sebenarnya aku juga ada keinginan hijrah ke sana.. Tapi akhirnya jadi berpikir dua kali.. eh bahkan sampe berkali-kali, hehe…๐Ÿ™‚

  5. 6 don lusa July 24, 2010 at 9:06 pm

    Solusi mengurangi kemacetan :
    1). 4 moda transportasi yang pernah direncanakan harus diakselerasi. Jangan lagi berpikir dana, karena kerugian finansial rakyat perhari berapa besar ?
    2). Polisi lalu lintas harus profesional, jangan lagi ada kendaraan lain masuk dijalur busway.
    3). Kenakan tarif mahal untuk menggunakan jalan di Jakarta, selanjutnya dana tsb digunakan rakyat yang menggunakan kendaraan umum, dilarang untuk dikorupsi.
    4). Kerjasama dengan tetangga Bogor, tangerang, Bekasi.
    5). Jika dalam setahun bang Foke tidak mampu mengatasi kemacetan dan banjir, wajib turun panggung politik kekuasaan dan kembalikan baju gubernur kepada ahlinya.

  6. 7 Wiro Sableng July 24, 2010 at 10:48 pm

    Mampir pas Blogwalking gan… Maaf kalo OOT (Out Of Topic) sekedar info, klo butuh info terminal di jakarta dan rute angkutannya, silahkan mampir ke Terminal Blok M

    • 8 ditter July 26, 2010 at 12:19 pm

      @Don lusa: Wew…. Ide yang bagus, Gan! Semoga dibaca oleh pihak-pihak yang terkait, hehe…. Terima kasih banyak karena sudah mau mampir ke sini๐Ÿ™‚

      @Wiro Sableng: Terima kasih banyak karena sudah mampir ke sini, Gan! Kapan-kapan mampir lagi, ya… hehe….๐Ÿ™‚

  7. 9 rudi August 7, 2010 at 11:01 am

    Makanya bangsa indonesia penduduknya harus KB biar tidak terjadi peledakan penduduk


  1. 1 Motor Pemadam Kebakaran « Ditter's Blog Trackback on July 29, 2010 at 6:32 pm
  2. 2 Kerja di Rumah atau di Kantor? « Home Trackback on December 23, 2012 at 5:39 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: