Teror Pembacokan di Jogja

Beberapa hari yang lalu saya pernah cerita di sini tentang ketakutan saya pulang di malam hari gara-gara ada beberapa kasus pembacokan di kota saya ini. Sebelumnyakabar kasus itu begitu simpang siur. Ada yang bilang kalau pelakunya adalah psikopat, tapi ada yang bilang juga kalo itu adalah pencurian dengan kekerasan. Intinya sama, menyerang para pengendara sepeda motor di malam hari. Tapi saya nggak tahu apakah itu sekadar isu atau memang fakta.

Kebetulan koran Kompas edisi Yogyakarta hari ini ada berita tentang itu. Polisi sudah bekerja untuk mengungkap teror pembacokan tersebut. Lelaki berinisial AG (25), sabtu lalu ditangkap karena diduga kuat terlibat dalam kasus pembacokan di kota Jogja. Yang mengerikan, AG tidak memiliki alasan jelas kenapa menyerang korban-korbannya.

Direktur Reserse Kriminal Polda DIY, Komisaris Besar Napoleon Bonaparte, mengatakan begini. “Motif AG tidak jelas. Melihat orang yang tidak dia suka, ia langsung marah dan bereaksi. Antara dia dan korban tak ada hubungan” (Kompas, 20/7).

Kalau memang AG adalah seorang psikopat yang melakukan kekerasan sebatas kepuasan, berarti isu yang beredar akhir-akhir ini lewat sms berantai betul, dong. Wah….

Sebelum menangkap AG, ternyata sepekan sebelumnya polisi sudah menangkap delapan tersangka lain yang juga melakukan pembacokan di beberapa lokasi. Sayangnya, tidak ada informasi apakah AG dan kedelapan tersangka itu merupakan komplotan atau bukan.

Saat ini total korban pembacokan malam hari tercatat sudah 12 orang, dengan satu orang korban meninggal. Dengan ditangkapnya kesembilan pelaku itu, tidak ada yang bisa menjamin teror pembacokan ini akan berhenti. Siapa tahu ada pelaku lain yang masih bersembunyi dan belum tertangkap. Yang penting, kita semua harus berhati-hati kalau pulang di malam hari melewati jalan yang sepi….

Gambar diambil dari sini.

6 Responses to “Teror Pembacokan di Jogja”


  1. 1 septian July 20, 2010 at 5:35 pm

    wah pedang nya keren, tapi jgn sampe ada pembacokan lah. . . nice info bro😉

  2. 3 gigina July 20, 2010 at 5:38 pm

    tau nggak.
    kmrn kan aku sama mbak jabal sama yudha pulang bareng karena takut ma ini nih tukang bacok.
    terus tiba-tiba…

    ” eh tukang bacok itu katanya pake vario putih ya? ”
    ” kenapa nggak pink aja ya? kan lucu, pinky boiii “

  3. 5 nahdhi July 20, 2010 at 6:13 pm

    sejauh ini pengembangan kasus di ditserse polda DIY kalau gak salah sampai pada pengerucutan pelaku adalah anggota geng motor. tapi belum jelas juga kalau misal ini dilakukan oleh geng motor, soalnya korban adalah random dalam artian tidak pandang jenis motor-nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: