Pergi ke Jember (Part I)

Waah, udah lama banget ga update blog ini. Sebenarnya sih bukan karena ga sempat, tapi lebih karena malas aja, huhu…. Tapi, hari Jum’at sampe Minggu kemarin, saya emang beneran ga sempet posting blog, soale pergi ke Jember untuk mengunjungi nenek saya  yang udah lama banget ga bersua….

Saya dan kedua orangtua berangkat dari Jogja jam setengah 8 pagi, naek kendaraan favorit murah meriah, kereta ekonomi. Gila, murahnya beneran cuy, tanpa syarat dan ketentuan berlaku. Bayangin aja, dengan harga tiket hanya 29ribu per orang, kami semua udah bisa sampe Jember!! Wuaah…. Mungkin harga segitu setara dengan makan siang temen-temen kali ya, hehe….Padahal jarak Jogja-Jember jauuuuuh banget.

Nah, dibalik harga yang murah itu, tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung. Wah, gerbongnya penuh penumpag. Penuh banget. Apalagi kemarin itu hari libur panjang, jadi banyak orang yang memanfaatkannya untuk pulang kampung, termasuk ke daerah Jawa Timur. Duduknya juga harus rebutan, karena di tiketnya ga ada pembagian nomor tempat duduk. Siapa cepat dia dapat. Wah, pokoknya rentan banget terjadi konflik. Banyak orang yang pengen enaknya aja dan ga mau berbagi. Gebleg banget tu orang-orang yang kyk gitu. Kalo mo tempat duduk yang luas, ya, sana naek kereta kelas bisnis ato eksekutif aja. Pengen enak kok ga mau keluar uang banyak. Atau kalo ga punya duit, ya, jangan macem2 pengen ngerasa enak dan nyaman, sampe harus makan hak orang laen gitu. Woh, malah jadi emosi gini, hehehe….

Saat itu kereta yang saya naikin penuh banget, jadi para penumpang harus bersempit-sempit ria di dalam gerbong. Untungnya saya dan mamah papah dapet tempat duduk. Tapi tetep aja sempit banget, dan kami semua ga bisa leluasa bergerak. Mana tempat duduknya keras banget, bikin pantat tepos, akhirnya jadi ga seksi lagi deh, haha…. Oh iya, perjalanan makan waktu hampir 14 jam. Bagi saya, 14 jam di dalam kereta yang penuh itu terasa lama banget. Seharian, dari pagi sampe malem. Dan selama itu pula kami harus bersempit-sempit di dalam gerbong. Sampe ga kerasa lagi kaki dan pantat masih ada di tempatnya ato nggak.

Oh iya, menurut saya “siksaan” yang paling berat adalah gerah. Gerbong kaleng yang saya naikin itu bener-bener kayak oven. Matahari begitu terik, memanggang para penumpang yang ada di dalam kereta. Panas! Dan penumpang yang sumpel-sumpelan di dalam gerbong bikin suasana semakin sumpek dan gerah. Oksigen yang beredar sangat terbatas. Apalagi kereta itu juga sering berhenti lama banget di stasiun. Wah, mantap jaya! Jadinya ga ada angin lewat. Peluh sebesar butiran jagung pun dengan rajin membasahi sekujur tubuh saya. Tapi, saya sengaja untuk menikmati “siksaan” itu, hehe…. Daripada ngeluh. Namanya juga tiket murah gila. Kalo mo enak dan nyaman ya nabung dan beli tiket yang lebih mahal.

Jam 9 malem kami (saya dan kedua orangtua) sampe di depan rumah nenek. Aaahh…. Saat itu, rindu telah terpuaskan dan nenek juga tampak senang karena mendadak mendapatkan kunjungan. Bagi saya, kepuasan itu terasa lebih berkesan, mengingat “beratnya” perjuangan yang harus kami lalui selama dalam perjalanan itu, hehe….

4 Responses to “Pergi ke Jember (Part I)”


  1. 1 alice in wonderland May 31, 2010 at 5:38 am

    hoho…jangan lupa oleh2nya ya^^

  2. 2 upin May 31, 2010 at 11:40 am

    thx dah mampir😀
    oh iya, skarang gak perlu kartu kredit kok,
    Paypal sudah bekerjasama dengan Seluruh Bank yang ada di Indonesia, cukup kartu debit/atm
    selain uang anda aman, gak bisa ditarik dari paypal
    verifikasinya pun gratis,
    kita bsa narik uang dari paypal ke bank kita, tapi dari bank ke paypal gak bisa, menarik bukan ??😀
    tutorialnya disini http://buktiptc.blogspot.com
    itu blog ku juga kok, tapi menggunakan BNI46 (kartu mahasiswa :lol:)

  3. 3 Vicky Laurentina May 31, 2010 at 2:06 pm

    Well, saban kali aku mau pulang ke Jember aku nggak pernah bilang-bilang grandma-ku, takutnya nanti ditunggu-tungguin dan mereka jadi nggak tidur. Paling bilang sama om aja supaya pagernya jangan dikunci.😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: